Faker: Aku Ingin Melihat Bengi, Tapi Aku Gak Rindu Dia

Faker: Aku Ingin Melihat Bengi, Tapi Aku Gak Rindu Dia
Faker dalam wawancara dengan Fomos
Faker dalam wawancara dengan Fomos

Bengi adalah mantan pemain SKT T1 yang dikenal sebagai “Tangan Kanan Sang Dewa”. Bermain dalam posisi Jungle di SKT T1 sebelumnya, bromance yang tercipta antara Faker dan Bengi selalu dianggap komposisi yang tepat karena perpaduan keduanya sangat mematikan dan banyak menciptakan momen-momen kemenangan SKT T1.

Setelah kemenangan SK Telecom T1 melawan MVP pada Sabtu lalu, Lee “Faker” Sang-hyeok berbicara dalam sebuah interview yang Hasagi lansir dari sini tentang kepergian Bae “Bengi” Seong-ung dari tim. Bengi adalah seorang jungler veteran yang berjuang bersama Faker untuk merebut tiga gelar juara Worlds Championship di tahun 2013, 2015, dan 2016.

Bengi meninggalkan SKT T1 di Desember 2016 menuju Vici Gaming di Tiongkok setelah bermain bersama dengan Faker selama empat tahun terakhir.

“Aku tentunya ingin melihat Bengi, tapi aku tidak benar-benar merindukannya,” ungkap Faker dengan sebuah senyuman.

Faker tampak puas dengan pertandingan di hari Sabtu lalu, mengatakan bahwa timnya bertanding sebaik yang mereka harapkan. Selanjutnya Faker juga menyebutkan bahwa LCK Split seperti roller coaser dan memiliki beberapa game buruk.

Dia juga memuji Samsung Galaxy dan MVP, menyebutkan bahwa pertandingan selanjutnya melawan Samsung bisa menjadi sulit dan mengevaluasi MVP karena mereka bertanding melebihi ekspektasi. Terlepas dari pujian ini, Faker mengatakan bahwa dia tidak memiliki preferensi tim mana yang ingin dia hadapi di finals LCK play-off. (SKT saat ini berada di posisi final karena menyelesaikan split  di urutan pertama) dan dia percaya timnya akan berhasil mengalahkan siapapun musuhnya nanti.

Tentang momen terberat yang dihadapi SKT di spring split kali ini, Faker mengatakan bahwa dua kemenangan sengit melawan rivalnya KT Rolster di awal Maret adalah yang paling sulit.

“Ada banyak momen berbahaya melawan KT Rolster, dan kami kalah satu game di setiap pertandingan, sehingga mengalahkan mereka adalah yang paling sulit untuk kami,” kata Faker.

 

Benhard Martin

Esports enthusiast and League of Legends monkey wrench.

Facebook Twitter 

Leave a Reply