Faker: Saat Ini Saya Midlaner Terbaik Keempat di Dunia

Faker: Saat Ini Saya Midlaner Terbaik Keempat di Dunia
FakerBack

Sepanjang kariernya di kancah profesional League of Legends, dua belas bulan terakhir sepertinya menjadi periode terberat bagi Midlaner SK Telecom T1, Faker. Sejak menjadi juara Mid-Season Invitational (MSI) 2017, dia dan SKT T1 selalu gagal dalam berbagai turnamen yang diikuti.

Pada LCK Summer 2017 lalu, pemuda berusia 22 tahun tersebut hanya mampu membawa SKT T1 bercokol di peringkat keempat. Lolos ke babak Playoffs, Faker dkk. gagal meraih trofi juara setelah dikalahkan Longzhu Gaming (sekarang bernama Kingzone DragonX) dengan skor 1-3 di babak final. Tiga bulan kemudian, pemain bernama Lee Sang-hyeok tersebut lagi-lagi harus puas menjadi Runnerup setelah disingkirkan Samsung Galaxy di laga pamungkas Worlds Championship.

Nasib buruk terus berlanjut kala SKT T1 ambil bagian dalam KeSpa Cup yang berlangsung akhir tahun lalu. Kembali bertemu musuh yang mengakhiri langkah mereka di LCK Summer 2017, Longzhu Gaming, Faker kembali gagal mengatasi aksi LZ dan harus puas terhenti di babak Semifinal setelah kalah 0-2.

SKTvsSamsungWorlds2017Lost
SKT harus mengakui keunggulan Samsung Galaxy pada Worlds 2017

Bergantinya tahun ternyata tidak berdampak pada peubahan nasib Faker. SKT T1 lagi-lagi tampil ‘busuk’ dan hanya mampu finis di posisi empat LCK Spring 2018 dengan raihan masing-masing sembilan kemenangan dan kekalahan. Meski lolos ke babak Playoffs, sosok dibalik popularitas Riven di Midlane tersebut harus mengakui keunggulan KT Rolster setelah kalah dengan skor 1-3 di Round 2 (Perempat Final). Ini menjadi pertama kalinya Faker dan SKT gagal lolos ke MSI sejak event tersebut diadakan pada 2015.

“Saya gagal bermain di MSI tahun ini. Saya banyak menghabiskan waktu untuk berpikir bagaimana cara terbaik untuk bisa kembali sukses. Terasa tidak mengenakkan melihat tim lain berada di puncak. Mungkin bisa dikatakan saat ini harga diri saya sebagai seorang pemain tengah terluka,” ucap pemuda yang dijuluki Michael Jordan-nya League of Legends oleh Wakil Presiden Riot, Dustin Beck, tersebut dikutip dari InvenGlobal.

“Semua awalnya baik-baik saja, tapi sejak Round 1 (LCK Spring 2018) segalanya terasa pahit. Saya belajar banyak dari turnamen kemarin. Kini saya tahu bahwa selain memikirkan isu seputar permainan, saya juga harus memperhatikan kondisi psikologis saya,” lanjutnya.

FakerInterviewInvenGlobal

Faker menyatakan bahwa dirinya kini telah tumbuh dewasa. Pemain yang sudah membela SKT T1 sejak November 2014 tersebut mengaku sudah mengetahui batas kemampuannya dan akan berusaha untuk kembali menjadi yang terbaik.

“Tahun 2014, saya akan tetap menilai diri sebagai yang terbaik terlepas dari hasil apapun yang diraih oleh tim. Saat ini saya mungkin berada di urutan keempat dalam daftar Midlaner terbaik di dunia. Penampilan saya season lalu benar-benar buruk dan membuat saya tidak pantas untuk berada di puncak,” tutur Faker.

“Sejujurnya, saat ini saya tengah tidak merasa percaya diri. Saya harus berusaha lebih keras lagi untuk mengatasi masalah tersebut. Meski begitu, saya yakin bahwa saya akan kembali tampil baik. Saat ini kondisi mental saya tidak sebaik tahun-tahun sebelumnya,” tutupnya.

 

Tahun ini benar-benar mampu membuat Faker terpuruk secara mental

Memang pada saat ini, ada banyak sekali pemain-pemain hebat di dalam tim yang menjadi saingat Faker. Sebut saja bdd (Kingzone DragonX), Crown (Gen. G), Caps (Fnatic) dan Maple (Flash Wolves). SKT dan Faker punya pekerjaan rumah untuk menemukan penyebab menurunnya performa mereka.

Semoga Faker bisa segera menemukan solusi atas masalah mentalitas yang tengah dialaminya dan kembali membuat kita semua berdecak kagum dengan aksinya di Summoner’s Rift.

 

Raka Marko

Leave a Reply