Fnatic Rebut Posisi Ketiga 2017 EU LCS Summer Playoffs

Fnatic Rebut Posisi Ketiga 2017 EU LCS Summer Playoffs
36798146786_51ff7064f9_z

2017 EU LCS Summer Playoffs kembali mempertemukan Fnatic dan H2k. Meskipun tidak ada spot Worlds yang bisa dipertaruhkan dan posisi di Gauntlet sudah terkunci, Kedua tim tahu apa yang dipertaruhkan: Pride.

Melihat rekor pertemuan kedua tim sebelumnya, diatas kertas sudah pasti laga ini tidaklah sulit bagi Fnatic. H2k sama sekali tidak bisa mengalahkan Fnatic selama Summer Split. Namun, ternyata H2k bisa memberikan kesulitan buat Fnatic di pertandingan ini.

Di game pertama, H2k berhasil mengungguli Fnatic untuk urusan kill sedangkan Fnatic berhasil unggul lewat keunggulan Creep Score (CS) dan kontrol objektif.

https://twitter.com/lolesports/status/904009099406430208

Rupanya keunggulan CS dan kontrol objektif tak cukup buat Fnatic untuk menekan balik H2k. Game pertama berhasil dimenangkan oleh H2k.

Game kedua Fnatic langsung merespon balik. Early mereka kali ini jauh lebih baik ketimbang game pertama. Pressure mereka di setiap lane juga mulai terlihat sejak awal.

https://twitter.com/lolesports/status/904023022645870592

https://twitter.com/lolesports/status/904023955937288192

Ditambah dengan scaling team comp yang menjadi keunggulan Fnatic, game kedua berhasil dimenangkan oleh Fnatic.

https://twitter.com/lolesports/status/904026838376132608

Game ketiga tidak jauh berbeda dengan game kedua. Scaling comp masih menjadi andalan Fnatic. Early game masih dikuasai oleh Fnatic. Bukan perkara sulit bagi Fnatic untuk memenangkan game ketiga dan mendapatkan match point.

https://twitter.com/lolesports/status/904037956251394048

H2k berhasil unggul di game keempat. Early pressure berhasil diterapkan di semua lane.

Namun semakin lama game berjalan, Fnatic justru yang terlihat lebih unggul. Apalagi Rekkles berhasil mendapatkan Triple Kill lewat permainan clutchnya yang keren dalam kondisi 3 vs 4.

Sayangnya, Fnatic kesulitan menghentikan laju Super Minion yang sudah menjebol base mereka. Satu teamfight terakhir cukup buat H2k untuk menghancurkan Nexus Fnatic bersama dengan Super Minion yang ikut menggempur. H2k berhasil memaksa Fnatic untuk memainkan game kelima.

Di game terakhir ini, Jankos mencoba untuk memainkan Kayn. Memang First Blood berhasil didapat, namun Kayn masih kalah efektif untuk urusan gank dan fight ketimbang Gragas milik Broxah. Keunggulan yang didapat di early tidak bisa dimaksimalkan oleh H2k sehingga Fnatic berbalik unggul. Fnatic pun akhirnya berhasil mengunci game kelima untuk memenangkan posisi ketiga 2017 EU LCS Summer Playoffs.

MVP untuk Split ini jatuh kepada Rekkles berkat performanya yang impresif sepanjang Split.

Tak hanya berhasil mendapatkan MVP, Rekkles juga berhasil mencatatkan menit bermain selama 10.000 menit selama Summer Split ini.

 

Meskipun pertandingan sudah berakhir, perjalanan kedua tim untuk mencapai Worlds masih belum selesai. Mereka masih bisa maju melalui babak Gauntlet yang akan dimulai pada 8 September 2017 dengan laga awal antara H2k melawan Splyce.

Babak Playoffs sendiri juga belum berakhir karena masih ada pertandingan Final antara Misfits melawan G2 Esports. Kedua tim akan saling memperebutkan takhta juara EU LCS untuk Split ini dan seed #1 untuk Worlds 2017.

Laurent Vic

RIP AND TEAR UNTIL IT'S DONE

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply