Fortius, Kembalinya Sang Raja!

Fortius, Kembalinya Sang Raja!
FTS

Nama Fortius mungkin sudah tidak asing lagi bagi summoners yang telah mengikuti scene LGS dari season lalu. Di season lalu pencapaian Fortius tidak sebaik di season ini, dimana Fortius harus merelakan tiket mereka menuju final setelah dikalahkan oleh Kanaya Gaming (sekarang TEAMnxl>) dengan skor ketat 3-2.

Namun kalau kita tarik lagi kebelakang, Fortius adalah sebuah tim yang tidak tertandingi pada masa kejayaannya. Oleh karena itu, sangat penting bagi kalian untuk mengetahui hal – hal berikut ini tentang tim Fortius:

1. Tim ini terbentuk dari LGS Season 1 dengan nama XCN, dan XCN adalah juara pertama LGS di Season 1

2. Di LGS Season 2, XCN berubah nama menjadi Jakarta Juggernauts. Jakarta Juggernauts (J2G) juga menjadi juara LGS Season 2 dan LGS Season 3

3. Nama J2G tetap dipakai sampai akhirnya berubah menjadi Fortius pada LGS Summer 2016

4. Dari LGS Season 1 sampai LGS Season 5, tim ini TIDAK PERNAH KALAH 1x PUN di group stage

5. Di LGS Summer 2016, Fortius memasukkan Beyond dalam roster timnya dan Fortius menjadi tim pertama yang membawa pemain dari Vietnam untuk bermain di LGS

6. Setelah LGS Summer 2016 selesai, TwoJ pensiun dan keluar dari roster tim Fortius, sedangkan MeoCon dan The Chupper bergabung dengan roster tim Fortius

7. Kembali masuk babak final bersama Fortius, Chupper menjadi satu – satunya pemain yang memiliki kesempatan untuk menjuarai LGS untuk kelima kalinya

8. Chupper juga merupakan pemain yang memiliki nilai KDA paling tinggi dari semua pemain LGS lainnya sepanjang group stage, dengan perolehan KDA 7.07 poin

9. Banyak dari kita mungkin beranggapan kalau Headhunters adalah tim dengan early-game paling kuat di LGS, namun hal itu tampaknya dibantah oleh fakta berikut ini: Dari 31 game yang telah dijalani oleh ke-2 tim sampai di semifinal, Headhunters memiliki rata-rata keunggulan sebesar 2800 gold atas musuhnya di 15 menit pertama, namun Fortius memiliki rat -rata keunggulan sebesar 3900 gold atas musuhnya di 15 menit pertama

FORTIUS

Sekalipun penuh dengan pemain-pemain berbakat, Fortius masih belum bisa lolos dari babak group stage dengan skor sempurna. Setelah kalah dari TEAMnxl> di pertemuan pertama mereka di minggu ke-4 group stage, Fortius menghadapi tantangan yang telah banyak menjatuhkan tim-tim besar di berbagai belahan dunia; Ego.

Sebagai tim yang penuh dengan pemain-pemain berbakat dan berprestasi, kekalahan membuat EGO masing-masing pemain mulai memenuhi ruang yang seharusnya diisi oleh kekompakan tim. Hal ini mengakibatkan Fortius tampil dengan tidak maksimal sebagai sebuah tim, dan pada puncaknya, mereka harus menderita kekalahan 0 – 2 dari salah satu rivalnya, Headhunters, di minggu ke-5 group stage LGS Spring 2017.

Namun Fortius berhasil mengatasi tantangan ini dan membuktikannya dalam pertemuan mereka dengan sang juara bertahan sekaligus rival terbesar mereka. Dalam dua pertemuan terakhirnya dengan TEAMnxl> di minggu ke-7 group stage dan babak semifinal, Fortius berhasil mengalahkan TEAMnxl> tanpa memberikan kesempatan bagi TEAMnxl> untuk memenangkan 1 pertandingan pun.

Fortius telah menjelma menjadi sebuah tim yang siap untuk kembali menduduki tahta yang telah lama mereka tinggalkan. Tinggal satu rintangan terakhir yang harus di hadapi Fortius, tim pendatang baru yang juga memiliki kualitas yang sama untuk menjadi ‘raja’ di turnamen LGS season ini.

Pada akhirnya, hanya ada satu tahta dan hanya ada satu tim yang layak menjadi ‘raja’ untuk menduduki tahta tersebut. Baik itu Fortius ataupun Headhunters, datang dan jadilah saksi lahirnya juara baru LGS di LGS Spring 2017 – THE FINALS!

Untuk informasi selengkapnya mengenai LGS Spring 2017 – THE FINALS, kalian bisa klik link berikut ini.

Kalian juga bisa menyaksikan via live-streaming melalui channel YouTube Garena League of Legends Indonesia.

Hi, I'm Edel, Founder and Editor of HASAGI. Nice to meet you!

Facebook Twitter 

Leave a Reply


comments