FW Hanabi: Bocah yang Mampu Membungkam Mulut Besar KZ Khan

FW Hanabi: Bocah yang Mampu Membungkam Mulut Besar KZ Khan
Hanabi Flash Wovles MSI 2018

Mid-Season Invitational (MSI) 2018 hari ketiga kembali melahirkan sebuah kejutan. Tim perwakilan LMS, Flash Wolves berhasil menaklukkan unggulan pertama, Kingzone DragonX. Tak hanya performa keseluruhan tim, namun juga permainan apik Hanabi, Toplaner dari Flash Wolves yang menggunakan Yasuo.

Dalam MSI 2018 kali ini, pick Yasuo memang menjadi pilihan beberapa pemain profesional. Tak hanya Hanabi, Caps dan Pobelter juga sempat memainkan The Unforgiven di turnamen internasional ini. Melawan salah satu Toplaner terbaik dunia, KZ Khan, Hanabi justru membungkam mulut besar pemain asal Korea Selatan itu.

Sejak awal Hanabi bermain agresif melawan Gnar yang dipilih oleh Khan. Yasuo pun unggul tak hanya dalam segi CS (Creep Score) saja, namun juga KDA. Pemain asal Taiwan itu membuktikan bahwa dirinya lebih superior dari Khan sepanjang pertandingan.

Sekilas pembahasan mengenai highlights di atas, performa dari Hanabi tentu saja tidak lepas dari kehebatan dari anggota-anggota Flash Wolves lainnya, yang membuat Khan tidak bisa membantu banyak untuk timnya. Khan dipaksa harus berhadapan dengan Yasuo ala Hanabi di lane, sebelum bisa membantu teman-teman lainnya, atau dia akan kehilangan Toplane dengan mudah.

triple yasuo
Yasuo sempat mendaptakan Triple Kill

Namun ternyata, menahan agresivitas Yasuo saja tidaklah cukup. Pada sebuah team fight di dekat Infernal Dragon, Yasuo bahkan berhasil mendapatkan Triple Kill yang berujung pada Baron dan memperbesar keunggulan yang sudah mereka dapatkan.

Dengan kemenangan ini, Flash Wolves berhasil memuncaki klasemen lagi dengan kemenangan sempurna, 6-0 dan dipastikan mendapatkan tiket ke semifinal. Bukan hanya itu saja, khusus untuk Hanabi, dia berhasil membuktikan bahwa dirinya merupakan pemain yang patut diperhitungkan lawan-lawannya.

Kita lihat, apakah Hanabi dan Flash Wolves bisa terus tampil konsisten nantinya?

Raka Marko

Leave a Reply


comments