G2 Wunder, Permata EU LCS yang Bersinar di Rift Rivals 2018

G2 Wunder, Permata EU LCS yang Bersinar di Rift Rivals 2018
Screen Shot 2018-07-07 at 10.04.40

Rift Rivals sudah berlangsung sejak hari kamis lalu. Sebagian besar partai antar region sudah memasuki babak knockout. Hal itu juga terjadi pada pertarungan antara LCS bersaudara, NA dan juga EU.

Setelah mengarungi 2 hari pertarungan, keduanya saling bertukar kemenangan. Seperti yang diperkirakan sebelumnya, untuk catatan individu tim, EU LCS berhasil memimpin dengan meraih kemenangan terbanyak di babak grup. Tak disangka, G2 berhasil menjadi juara grup, bahkan secara keseluruhan, meraih kemenangan sempurna ketika melawan tim NA yang diwakili oleh 100 Thieves, Echo Fox, serta Team Liquid.

Screen Shot 2018-07-07 at 10.24.37

Dari 3 pertandingan yang sudah dijalani, G2 berhasil meraih 3 kemenangan beruntun. Padahal, musuh yang dihadapinya adalah tim-tim yang hebat. Seperti di Team Liquid misalnya, ada sosok Doublelift yang bermain baik sekali menggunakan Kai’sa dengan total skor KDA sebanyak 21/1/15.

G2 bukannya tanpa alasan bisa menjadi pemuncak klasemen. Mereka dibantu oleh sosok yang menjadi pembeda di antara tim-tim yang bertarung di Rift Rivals kali ini. Pemain tersebut bukanlah Perkz atau Jankos, melainkan sang Top-laner, Wunder.

Pemain dengan nama lengkap Martin Hansen yang sebelumnya bermain di tim Splyce ini berhasil menjadi sebuah permata yang bersinar di Rift Rivals ini. Meskipun gagal tampil sempurna di pertandingan awal, kehadiran Wunder di dua pertandingan terakhir berhasil mengokohkan dominasi G2. Di Top-lane, dia berhasil merepotkan pemain senior sekelas Impact hingga harus mengakui bahwa pemain muda asal Denmark ini memang pemain yang tidak boleh diremehkan.

Penampilan individual Wunder pun bahkan mendapatkan banyak sekali pujian dari para pengamat. Bahkan dia mendapatkan sebuah pujian dari rivalnya yang sekarang bermain di tim NA LCS, Echo Dardoch.

G2 sendiri sekarang sedang tampil bagus-bagusnya. Meskipun mengalami perombakan besar di awal tahun 2018, mereka tetap tampil konsisten, dan berujung dengan penampilan menawan di sepanjang 4 minggu pertama EU LCS, serta Rift Rivals melawan NA kali ini. Khusus bagi Wunder, sepertinya inilah saat yang tepat bagi dirinya untuk bangkit dan memanfaatkan momen untuk bersinar.

Setelah bersinar di babak grup, Wunder bisa dibilang merupakan MVP sejauh ini. Tinggal kita lihat seberapa jauh G2 akan melangkah bersama Wunder di ajang Rift Rivals lagi. Yang jelas, jika Wunder ingin tampil maksimal, dia harus bisa menunjukkannya di Rift Rivals, EU LCS, dan juga Worlds tahun 2018 ini.

Semoga berhasil, Wunder!

Raka Marko

Leave a Reply