Garena All-Star 2017 Day 2: Indonesia Terpuruk Namun rubeN Berhasil Membuat Kejutan

Garena All-Star 2017 Day 2: Indonesia Terpuruk Namun rubeN Berhasil Membuat Kejutan
rubeN

Garena All-Star 2017 di hari kedua ini tidak berbeda jauh dengan hari pertama yang dirasakan oleh tim League Garuda Series Indonesia. Setelah menelan kekalahan yang cukup menyakitkan saat melawan tim Vietnam kemarin, hari ini juga para pasukan Garuda harus kembali menerima kekalahan mereka ketika berhadapan dengan tim yang berasal dari negara tetangga, Malaysia.

Dan 3 match hari ini juga hampir sama dengan 3 match yang ada pada hari kemarin di Garena All-Star 2017 Day 1. Yang di mana tim Indonesia berhasil memenangkan satu dari ketiga pertandingan, dan kemenangan itu juga sama-sama datang di game Solo 1vs1.

Jadi sebelumnya, match antara Malaysia (TLC) vs Indonesia (LGS) merupakan pertandingan pembuka di Garena All-Star 2017 Day 2 yang berlangsung siang tadi; bisa dibilang game ini merupakan game yang begitu berat sekali untuk dijalankan oleh para pemain dari tim Indonesia. Karena sejak mulai dari early game saja, para pemain TLC sudah berhasil menguasai jalannya pertandingan dengan sepenuhnya.

Akibat sering sekali terjadinya miskomunikasi di botlane dan kurang gegabah setiap keputusan yang dilakukan oleh Ruben, telah membuat duo Botlaner dari TLC semakin menggila dan mampu memberi tekanan yang cukup kuat kepada Whynuts dan juga Ruben.

Untitled

Seiring berjalannya waktu, Kalista yang digunakan oleh TLC Veki mampu membabat habis semua pemain LGS – mulai dari awal menit 10 para pemain LGS sudah benar-benar tertinggal cukup jauh dari jumlah gold yang dimiliki pemain TLC. Memanfaatkan keunggulan besar di semua lane, jelas itu semua menjadi hal yang cukup mudah bagi para pemain TLC untuk bisa menutup game dengan cepat.

Dan, ya, game pun harus berakhir di menit ke 19 saja, dengan TLC Malaysia yang menjadi pemenangnya.

Berlanjut ke match 2 untuk tim Indonesia LGS All-Star, kali ini giliran Oceans11 yang akan unjuk gigi untuk berhadapan dengan Exosen yang merupakan Midlaner dari PGS Filipina. Di game Solo 1vs1, Exosen yang terlebih dulu mendapatkan kesempatan pick, telah memanfaatkan situasi ini dengan melakukan pick langsung kepada Jayce dan kemudian disusul Oceans11 dengan memilih Phanteon.

One by one di game ini, bisa dibilang telah berjalan dengan cukup membosankan. Karena hanya berlangsung 3 menit saja game sudah berakhir dengan kemenangan untuk Exosen. Lagi-lagi Indonesia harus menerima kekalahan di sini.

Dan setelah menerima dua kekalahan di hari kedua Garena All-Star 2017, match terakhir di hari ini untuk pemain Indonesia LGS-pun tiba. Sekarang giliran Ruben yang akan berhadapan dengan Midlaner dari Singapura (SLS), yaitu Arykelic. Game Solo 1vs1 ini, bisa dibilang game yang membuat semua penonton terkejut ketika sedang menyaksikannya.

Bagaimana tidak, Arykelic yang terlebih dulu memilih Xerath telah ditantang oleh Ruben yang membuat kejutan dengan memilih Malphite untuk berhadapan dengannya. Seperti yang kita tahu, jika kita melihat dari keunggulan untuk dua Champion ini, jelas Xerath lah yang jauh lebih unggul dari Malphite. Sekedar informasi untuk kalian, sistem pick yang dilakukan di match 1vs1 ini adalah blind pick. So, baik rubeN maupun Arykelic sama-sama tidak mengetahui champion yang akan digunakan lawan sampai mereka menguncinya.

Karena Xerath sendiri merupakan salah satu Champion mage yang memiliki Range Ability sangat jauh di League of Legends dan mempunyai burst Damage yang sangat besar. Semakin jauh Damage Xerath dikeluarkan, semakin besar Damage yang diterima oleh musuh.

Sedangkan Malphite sendiri merupakan Champion tank melee yang hanya mampu menyerang dengan jarak dekat saja. Jelas di sini Xerath sudah unggul dari semua segi apa-pun itu. Terbukti di sepanjang pertandingan Arykelic berhasil mem-bully Ruben habis-habisan dengan terus-menerus melakukan harras dari jarak yang jauh.

Dengan hanya mengandalkan beberapa combo saja Arykelic berhasil melenyapkan setengah darah Malphite yang digunakan oleh Ruben, yang di mana itu semua telah membuat Ruben kewalahan dan tidak bisa berbuat banyak untuk membalas serangan kepada Arykelic. Akibat burst damage yang begitu besar dari Xerath, telah memaksa Ruben untuk balik ke base mengisi health-nya dan merelakan health turret miliknya terkuras habis oleh jumlah minions wave yang banyak dari Arykelic.

Namun walaupun begitu, semangat Ruben tidak berhenti di situ saja. Dengan kepercayaan yang tinggi dan kegigihan-nya, Ruben berhasil menunjukkan kemampuan luar biasanya kepada semua orang, yang tadinya Arykelic terus-menerus menyerang Ruben tanpa ampun – di menit ketujuh Ruben berhasil membalikkan keadaan, dengan memanfaatkan efek knock-up dari Unstoppable Force lalu ditambah combo Ground Slam + Ignite, yang kemudian dilanjutkan dengan penggunaan spell Snowball akhirnya mampu membuat Xerath terbunuh dan menjadikan Ruben sebagai pemenangnya.

Walaupun di match 5v5 sampai sekarang Indonesia masih belum bisa meraih kemenangan. Tapi apa yang dilakukan oleh Ruben ini benar-benar telah membuat banyak orang terkagum-kagum, semangatnya, kegigihannya, dan rasa percaya yang tinggi merupakan satu sikap yang patut kita contoh.

Tetap berikan semangat penuh dan dukung sampai akhir tim kebanggaan kita, maju terus Indonesia LGS All-Star!

Saya adalah presiden dari World Economic Journal dan merupakan salah satu penguasa dunia bawah, dan sering mengisi waktu luang dengan bermain League of Legends. Panggil saya "Big News" Morgans!

 

Leave a Reply


comments