Gen.G Resmi Lolos Ke World Championship 2018 Lewat Gauntlet Untuk Ketiga Kalinya

Gen.G Resmi Lolos Ke World Championship 2018 Lewat Gauntlet Untuk Ketiga Kalinya
genge

Meskipun skuad Gen.G sama sekali tidak pernah menjuarai LCK, mereka selalu berhasil lolos ke World Championship lewat Gauntlet. Hal tersebut sudah mereka lakukan sejak tahun 2016 silam saat pertama kalinya lolos ke World Championship bersama Samsung Galaxy dan pada tahun lalu mereka mengulangi hal yang sama. Tak heran kalau banyak yang menjuluki tim ini sebagai “Gauntlet Kings”.

Pada tahun ini, skuad ini juga berpotensi untuk mengulangi hal yang sama tatkala bertemu dengan Kingzone DragonX di babak Final Kualifikasi Regional 2018. “Gauntlet Buff” milik Gen.G dan kemenangan beruntun yang didapatkan oleh Gen.G membuat banyak orang memprediksikan bahwa Gen.G akan keluar sebagai pemenang.

Gen.G memang datang dengan modal yang sangat kuat. Mengawali Gauntlet lewat babak pertama, mereka sukses melumat SK Telecom T1 3-2 dan menyingkirkan Griffin 3-2 untuk maju ke babak Final. Selain itu, dilihat dari rekor Head-to-Head kedua tim, Gen.G jauh lebih sering menang ketimbang Kingzone DragonX.

Namun, Kingzone DragonX bukanlah lawan yang patut diremehkan. Melihat Kingzone DragonX yang baru bertanding kemarin setelah tersingkir dari babak Playoffs, sudah pasti mereka memiliki waktu persiapan yang cukup banyak. Mereka juga berkesempatan untuk melihat dan menganalisa permainan Gen.G saat bertanding melawan SK Telecom T1 dan Griffin.

Dari waktu yang cukup banyak tersebut, seharusnya Kingzone DragonX tahu bagaimana cara menaklukkan tim yang sejauh ini sulit mereka taklukkan. Namun yang terjadi justru adalah pembantaian satu pihak dari Gen.G!

Game 1: Gen.G Win


Lewat permainan proaktif yang ditunjukkan di early game, KZ berhasil mendapatkan keunggulan yang mereka butuhkan. Sayangnya, keunggulan tersebut tidak berlangsung lama karena kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan membuat GEN perlahan mulai menyusul.

Seringkali engage dari Gorilla selalu berakhir sia-sia karena tidak adanya follow-up dari rekan setimnya yang membuat dirinya langsung dibunuh oleh pemain GEN. PraY yang tidak segera membeli Quicksilver Sash untuk meng-counter Nether Grasp Malzahar juga mudah sekali untuk dikunci lawan. Saat PraY sukses dibunuh, GEN langsung melancarkan push dan mengambil objektif untuk memperpanjang keunggulan.

Setelah beberapa kali melakukan push, GEN sukses menutup game pertama dengan kemenangan dominan.

Game 2: Gen.G Win


Berkaca dari kesalahan early game pada game pertama, GEN mulai melakukan pembenahan dan hasilnya mereka sanggup menguasai early game dengan sangat baik. Pick Lee Sin cukup banyak membantu GEN untuk memberikan early pressure.

Saat memasuki mid game, CuVee menunjukkan kengerian Aatrox miliknya. Setiap terjadi teamfight, kehadiran CuVee membuat pemain KZ berhamburan dan ia cukup sulit ditaklukkan. Aatrox yang cukup tanky dan memiliki burst tinggi membuat KZ kewalahan menanganinya sehingga pemain GEN lainnya bisa memberikan damage tanpa takut tersentuh.

Meskipun CuVee bersinar, Haru masih tetap memegang peranan penting. Beberapa play yang ia tunjukkan berhasil mengantarkan GEN memenangkan setiap teamfight. Kalau ada pemain KZ yang berusaha kabur, Haru selalu mengembalikan pemain tersebut ke dalam teamfight supaya segera dihabisi oleh rekan setimnya. Satu push terakhir memberikan match point untuk GEN.

Game 3: Gen.G Win


KZ memutuskan untuk melakukan perubahan dengan memasukkan Rascal dan Cuzz untuk menggantikan Khan dan Peanut yang dianggap tampil tidak maksimal. Perubahan ini justru membuat situasi KZ dari buruk menjadi semakin buruk.

Meskipun tanpa Aatrox, CuVee tetap tampil mengerikan menggunakan Gangplanknya. Ia masih bisa memberikan ancaman yang sama kepada KZ, hanya saja pada game ketiga ini jauh lebih mengerikan mengingat Gangplank memiliki Ultimate Global yang bisa membantu teamfight kapanpun. Saat memasuki late game, Gangplanknya menjadi semakin mengerikan.

CoreJJ juga bermain jauh lebih agresif dibandingkan game sebelumnya. Ia selalu terlibat dalam setiap gank atau fight dan tak jarang CoreJJ yang bergerak melakukan engage. Berbeda dengan engage Gorilla, rekan setim CoreJJ selalu siap untuk melakukan follow-up setelah CoreJJ melakukan engage. KZ yang tampak tercerai berai tidak bisa berbuat banyak.

Setelah melakukan push tanpa henti dan dengan satu style kill dari CoreJJ, GEN berhasil menghancurkan Nexus dan resmi lolos ke World Championship 2018.

==

Lewat kemenangan ini, Gen.G berhak lolos ke World Championship 2018 lewat seed ketiga. Bersama dengan kt Rolster dan Afreeca Freecs yang sudah lolos terlebih dahulu, ketiga tim ini akan menjadi perwakilan region LCK saat World Championship 2018 nanti.

Kemenangan ini juga semakin mengukuhkan status Gen.G sebagai penguasa Gauntlet. Pasalnya, kemenangan ini menjadi kemenangan beruntun ketiga Gen.G sejak lolos ke World Championship lewat Gauntlet pada tahun 2016 silam. Skuad ini juga punya kesempatan untuk mempertahankan gelar juara World Championship yang mereka raih pada tahun lalu.

Laurent Vic

RIP AND TEAR UNTIL IT'S DONE

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply