Hans Sama: Mustahil Untuk Menang Melawan Uzi

Hans Sama: Mustahil Untuk Menang Melawan Uzi
Misfits Hans Sama

Jika kita membaha siapa AD Carry terbaik di kancah kompetitif, nama Uzi pasti akan muncul. Ia memang disebut-sebut sebagai AD Carry terbaik di dunia saat ini. Selain kemampuan mekaniknya yang jauh diatas rata-rata, performanya yang konsisten juga menjadi salah satu kelebihan Uzi. Bahkan beberapa AD Carry terbaik lainnya seperti Rekkles dan Doublelift juga mengakui kalau Uzi adalah yang terbaik.

Uzi juga mengawali musim ini dengan kesuksesannya membawa Royal Never Give Up (RNG) menjuarai LPL Spring 2018, setelah mengalahkan EDward Gaming 3-0 pada laga pamungkas. Dalam pertandingan tersebut, Uzi menunjukkan kenapa dirinya diperhitungkan sebagai salah satu AD Carry terbaik di dunia.

Ternyata banyak yang memiliki pemikiran serupa dengan Rekkles dan Doublelift. AD Carry Misfits, Hans Sama, mengaku ada tekanan tersendiri yang dirasakan dirinya saat berhadapan dengan Uzi.

uzi

“Saya sama sekali tidak merasakan adanya tekanan saat melawan AD Carry seperti Bang, Mystic, Ruler, dan lain-lain. Mereka memang jauh lebih baik , namun saya merasa masih punya kesempatan menang,” ujar pemuda bernama Setevn Liv tersebut dikutip InvenGlobal.

“Berbeda dengan Uzi. Dia jauh lebih baik daripada saya dan AD Carry lainnya. Saat melawannya, saya merasa kemenangan merupakan sebuah hal mustahil,” lanjut pemuda berusia 18 tahun tersebut.

Hans Sama juga menceritakan pengalamannya saat pertama kali berhadapan dengan Uzi. Dia sudah menduga bahwa Uzi memiliki gaya bermain yang berbeda saja dengan AD Carry dari Korea.

“Saya bertemu dengannya saat Misfitsmengadakan latihan bersama Royal Never Give Up dalam persiapan Worlds 2017. Saya sudah menduga Uzi memiliki gaya bermain yang berbeda dengan AD Carry Korea lainnya,” tutur pemuda yang bercita-cita jadi penulis Manga usai pensiun dari panggung profesional League of Legends tersebut

Uzi

“Namun, saat menghadapinya, dia (Uzi) benar-benar melebihi ekspektasi. IgNar bahkan sempat terkejut dan berkata ‘OMG’ saat melihat permainan Uzi,” tutupnya.

Melihat banyak sekali hype yang datang untuk Uzi, rasanya tidak sabar menunggu permainan macam apa yang akan ditampilkan pemuda bernama asli Jian Zi Hao tersebut saat berlaga di Main Event MSI 2018 11 Mei mendatang. Semoga saja Uzi bisa memenuhi segala ekspektasi yang ditanggungnya.

Laurent Vic

RIP AND TEAR UNTIL IT'S DONE

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply