Haruskah Faker Pensiun Demi Wajib Militer?

Haruskah Faker Pensiun Demi Wajib Militer?

Kembali berita tentang Faker setelah World Championship 2017 berakhir. Setelah kemarin dikalahkan oleh Samsung Galaxy dengan skor 0-3, SKT beserta Faker tak henti-hentinya mendapat sorotan. Dari mulai kabar tentang kekuatan SKT yang sudah mulai pudar, hingga nasib beberapa pemain yang kabarnya akan meninggalkan tim.

Kali ini, giliran kabar tentang Faker yang kembali hadir ke hadapan kita. Kesedihan atas kegagalan kemarin membuat Faker ditempa oleh kabar yang tidak terlalu baik. Salah satunya adalah karena Faker dikabarkan harus mengikuti wajib militer, yang di mana hal itu diwajibkan untuk semua warna negara Korea Selatan, tak terkecuali pemain profesional League of Legends sekelas Faker.

Sebelumnya, sempat dibahas juga tentang nasib Faker serta pemain-pemain asal Korea lainnya tentang kelanjutan karir mereka di League of Legends mengingat mereka harus melaksanakan kewajiban mereka pada negara mereka. Seperti yang mungkin kita semua tahu, dengan melakukan wajib militer selama dua tahun lamanya, kemampuan seorang pemain League of Legends tentunya akan sangat menurun, sehingga jika ada pemain profesional yang ikut wajib militer, maka itu artinya mereka dianggap sebagai pensiun.

Wajib Militer di Korea

Lalu, bagaimana dengan Faker? Ternyata ada loh sebuah cara yang bisa membuat Faker bisa terbebas dari kewajiban mengikuti wajib militer.

Berdasarkan dengan peraturan wajib Korea Selatan, kewajiban seorang atlet untuk mengikuti wajib militer bisa hilang jika mereka berhasil mengukuhkan prestasi mengagumkan, atau memenangkan medali emas di ajang sekelas Asian Games atau Olimpiade.

Nah, berhubung Olimpiade berikutnya akan mengikutsertakan esports sebagai cabang olahraga yang akan dikonteskan, sepertinya peluang untuk memenangkan medali emas dan terbebas dari kewajiban wajib militer akan sangat besar. Apalagi, Olimpiade 2018 nanti akan digelar diĀ PyeongChang, Korea Selatan sendiri.

Olimpiade di PyeongChang nanti sepertinya akan ikut menyertakan LoL

Jadi, sepertinya Faker tidak perlu pensiun untuk terus bisa melanjutkan karir cemerlangnya di dunia League of Legends. Selain Faker, tentunya akan ada teman-teman asal Korea lain, atau bahkan pemain dari seluruh dunia lainnya yang memiliki kewajiban serupa.


Pelajaran yang bisa diambil di sini adalah, sekarang League of Legends sudah dinilai sama besarnya dengan olahraga lainnya seperti sepak bola, bola basket, dll. Masa depan esports juga tampaknya cerah, dan Faker adalah bagian besar dalam membawa esports sampai di titik ini.

 

An Astronaut. Music, football, and League of Legends above the moon.

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply


comments