Hauntzer: Team Liquid Adalah Pecundang Karena Tidak Memilih Kami

Hauntzer: Team Liquid Adalah Pecundang Karena Tidak Memilih Kami
Hauntzer

Perang antara Team SoloMid (TSM) dan Team Liquid (TL) menjadi bumbu yang cukup menarik pada musim ini. Pada setiap ada kesempatan wawancara, pemain dari kedua belah pihak selalu menyempatkan diri untuk menyampaikan trashtalk kepada tim lawan.

Doublelift menjadi pemain yang cukup sering melontarkan trashtalk. Pada setiap kesempatan, ia selalu menyinggung dan mengatakan berbagai hal buruk mengenai tim lamanya. Baru-baru ini, ia menyebut TSM adalah “Boosted” tepat sebelum Team Liquid kalah dari TSM pada pertandingan terakhir NA LCS Summer Split 2018.

Tak lama setelah trashtalk dari Doublelift, giliran Bjergsen yang melakukan trashtalk balasan. Bjergsen tak ragu menyebut Team Liquid dan Doublelift tidak punya keberanian untuk melawan timnya setelah hasil drawing bracket ketika Team Liquid memilih untuk melawan 100 Thieves dibandingkan TSM.

Kini giliran Hauntzer yang ikut-ikutan melemparkan trashtalk kepada Doublelift dan Team Liquid. menurut sebuah wawancara bersama Akshon Esports, Kevin “Hauntzer” Yarnell lebih memilih untuk menghadapi Team Liquid di babak Semifinal karena Team Liquid akan memberikan kemenangan yang mudah.

“Saya lebih memilih untuk menghadapi Team Liquid daripada Cloud9. Saya tahu kalau Team Liquid akan memberikan free win, kelemahan mereka terletak pada Solo Lanernya. Saya rasa, saya dan Soren (Bjergsen) saat ini berada jauh di atas mereka,” sesumbar Hauntzer.

Hauntzer juga menambahkan tak hanya dirinya dan Bjergsen saja, namun pemain TSM lainnya juga berada jauh di atas pemain Team Liquid. “Jungler mereka (Xmithie) memang bagus, namun Grig seperti yang kita tahu adalah Jungler kuat dan mengerti bagaimana bermain sebagai laner. Botlane kami memang sempat mengalami masalah, namun masalah tersebut sudah diatasi dan mereka siap untuk memenangkan matchup apapun.”

hauntzer

Hauntzer juga merasa bahwa rasanya akan sangat menyenangkan menang dari mantan rekan setimnya itu dan tak ragu untuk menyebut Doublelift dan timnya sebagai “Boosted”.

“Rasanya akan sangat menyenangkan untuk mempermalukan Peter (Doublelift) karena ia adalah seorang yang sangat sering melakukan trashtalk. Ia menyebut kami “boosted”, namun saya pikir dirinyalah yang sebenarnya boosted. Bukan Peter saja, namun Team Liquid secara keseluruhan. Steve (pemilik Team Liquid) juga punya ego yang besar mengenai timnya dan kamu sering mendengarnya berapa besar gaji yang diterima oleh Impact,” ucap Hauntzer.

“Hal ini menyebabkan saya berpikir, “Wow, saya harus mengalahkan orang-orang ini supaya bisa memberitahu mereka bahwa pilihan mereka salah”. Mereka juga saat ini berstatus juara bertahan. Jika kami berhasil menang, maka kami adalah tim nomor satu. Team Liquid, kalian adalah pecundang jika kalian tidak memilih kami!” seru Hauntzer.

Sayangnya TSM tidak akan menghadapi Team Liquid, melainkan Cloud9. Jika Hauntzer dan TSM benar-benar ingin melawan Team Liquid, mereka harus bisa memenangkan pertandingan Semifinal pada tanggal 2 September 2018 mendatang dan berharap Team Liquid juga bisa menang melawan 100 Thieves.

Laurent Vic

Writer, Gamer, Mechanical Keyboard Enthusiast, Dank Memer, Noob Yu-Gi-Oh! Duelist (Red Archfiend User). My articles does not reflect my personal opinion. Want an advice? dump ur shitcrap Razer, Corsair, and other gaming mech boards, start using high quality-made for enthusias boards like Ducky, Varmilo, KBParadise, Leopold, or even custom boards.

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply