Historical Moments: Kebangkitan Tim Wildcard

Historical Moments: Kebangkitan Tim Wildcard
15192574249_5c257fcf93_z

Sekarang ini tim-tim dari region Wildcard bukan lagi tim yang bisa memberikan free win. Mereka adalah ancaman. Ancaman untuk tim-tim yang tidak waspada dan meremehkan mereka. Region Wildcard sudah banyak berkembang dan bisa bersaing dengan region-region besar seperti EU, NA, CN, dan KR.

Sebelumnya, Wildcard dianggap sebagai region yang berstatus “Free Win”, artinya buat region-region utama pertandingan melawan mereka sudah pasti akan menang. Stereotip tersebut bertahan sampai pada tahun 2014 tepatnya pada event 2014 World Championship. Tim asal Brazil KaBum berhasil mematahkan semua anggapan, prediksi, dan stereotip untuk menandai kebangkitan region Wildcard di kancah Internasional.

KaBum yang bermain pada event Worlds 2014 berstatus sebagai tim Wildcard. Mereka ditempatkan di Grup D bersama tim-tim kuat seperti NaJin White Shield, Alliance, dan Cloud9. Tim yang pada awalnya sama sekali tidak diperhitungkan berhasil mengubah segalanya termasuk jalan pertandingan Grup D.

Semua berawal pada tanggal 28 September 2014 saat KaBum bertanding dengan superteam asal Eropa Alliance Pada waktu itu, Alliance termasuk salah satu tim kuat. Beranggotakan pemain seperti Wickd, Shook, Froggen, Tabzz, dan Nyph mereka berhasil menyabet gelar juara 2014 EU LCS Summer dari tangan Fnatic.

Semua memprediksi dan beranggapan bahwa kemenangan akan menjadi milik Alliance, melihat kekuatan dan status Alliance yang lebih diperhitungkan dan lebih superior ketimbang KaBum. Sebelumnya, Alliance berhasil membuat kejutan dengan kemenangan telak atas tim favorit asal Korea Selatan NaJin White Shield. Satu kemenangan lagi akan memberikan Alliance tiket menuju Perempatfinal.

Namun bukan berarti tidak ada yang mendukung KaBum. Fans setia dari Brazil ditambah lagi dukungan dari fans NA menjadi penyulut semangat bagi tim ini. Jika KaBum berhasil mengalahkan Alliance, maka tim asal NA yang berada di Grup D yakni Cloud9 masih bisa bernafas dan berpeluang lolos Grup.

Tapi KaBum tidak mengecewakan para pendukungnya. Permainan agresif mereka berhasil mengungguli Alliance. Mengamankan kill sedikit demi sedikit pada early game dan berhasil mengontrol permainan. Alliance juga bermain dengan sangat buruk, beberapa kali membuat keputusan yang dipertanyakan. KaBum semakin memperpanjang jarak mereka dengan mengamankan objektif, menghancurkan turret satu persatu, dan memperpanjang keunggulan perolehan Gold. Alliance dibuat terkurun di dalam basenya. Tapi bagi KaBum, tembok base bukanlah penghalang untuk menghancurkan Alliance.

Usaha yang Alliance lakukan untuk bertahan sama sekali tidak berguna dan perlahan-lahan mereka mulai kolaps. KaBum berhasil mengalahkan Alliance pada menit ke-38.

Dengan kemenangan ini pula Cloud9 mendapatkan kesempatan kedua. KaBum sudah menjalankan bagiannya, tinggal tugas Cloud9 untuk menyelesaikan bagiannya. Cloud9 harus menang melawan NaJin demi memastikan diri lolos ke babak perempatfinal. Pertandingan berjalan sengit, kedua tim saling mengungguli satu sama lain. Tapi Cloud9 berhasil mengalahkan NaJin lewat sebuah teamfight yang pada akhirnya kemenangan teamfight ini berbuah kemenangan buat Cloud9. Pada saat menuju Nexus, Hai dan Meteos meneriakkan “This is for KaBum!” yang berarti mereka berterimakasih kepada KaBum yang sudah memberikan mereka kesempatan kedua dan kemenangan ini mereka dedikasikan kepada KaBum.

Berkat kemenangan ini Cloud9 berhasil lolos ke perempatfinal bersama dengan NaJin. Dari sinilah tim-tim Wildcard mulai bergeliat dan menunjukkan kebangkitannya. Perjalanan KaBum dilanjutkan oleh tim-tim lainnya seperti paIN Gaming (Worlds 2015), BAU SuperMassive Esports (2016 MSI), INTZ Esports (Worlds 2016), Albus NoX Luna (Worlds 2016), dan yang terbaru perwakilan dari SE Asia Gigabyte Adonis Marines (2017 MSI).

KaBum berhasi mengubah persepsi dan stereotip tim Wildcard. Namun yang lebih penting, tidak ada kemenangan yang terjamin. Tidak ada yang mustahil. Kemenangan bisa diraih, bahkan oleh yang dianggap lemah sekalipun.

 

Laurent Vic

Writer, Gamer, Mechanical Keyboard Enthusiast, Dank Memer, Noob Yu-Gi-Oh! Duelist (Red Archfiend User). My articles do not reflect my personal opinion.

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply