Huni: kkOma Ajarkan Kami Membuat “Karya Seni” di League of Legends

Huni: kkOma Ajarkan Kami Membuat "Karya Seni" di League of Legends
Huni

Bergabungnya Huni ke SK Telecom T1 sempat membuat banyak orang kaget dan mempertanyakan keputusan SKT merekrutnya mengingat performa Huni yang sering naik-turun dan karakternya yang mudah untuk ngetilt. Namun seiring berjalannya waktu Huni mampu membuktikan dirinya adalah lebih dari sekedar pemain buat SKT. Huni mampu beradaptasi dengan sistem LCK dan SKT. Ia bahkan mampu menjadi carry SKT di beberapa kesempatan.

Di sebuah kesempatan interview dengan thescore eSports, Huni mengutarakan bahwa kkOma tidak hanya sekedar menjadi pelatih.

“Aku pikir dia tidak memainkan League of Legends. Dia menciptakan seni,” kata Huni. “Dia mengajarkan kepada kami bagaimana membuat “karya seni” di League of Legends. Itulah yang pertama kali kurasakan ketika bergabung dengan SKT. Rasanya berbeda saat hanya sekedar bermain.”

Huni juga membuat analogi bahwa semua pemain di tim adalah beberapa warna di palette dan kkOma adalah seniman yang menggerakan mereka. “Dia yang membuat karya seni, dan aku hanya mengikuti perintahnya.”

kkOma
kkOma

Huni juga menjelaskan bagaimana kesannya saat bergabung dengan SKT dan bermain dengan Faker.¬†“Semua orang di tim termotivasi. Pada awalnya aku terkejut bahwa aku akan memenangkan sesuatu yang sangat besar. SKT sudah memenangkan titel World Championship 3 kali. Dan Faker ada di sampingku. Dia tidak pernah kehilangan motivasi meskipun sering menang. Dia bahkan sekarang ini masih sering bermain SoloQ,” katanya.

“Dia jauh lebih baik daripada yang orang pikirkan. Jauh, jauh lebih baik. Dan ini menakjubkan. Pertama kali kita bertemu adalah saat kami bermain SoloQ pada Season 4 (2014). Saat itu kupikir ia tidak cukup bagus. Dia terlihat melakukan trolling, bahkan dia juga kalah laning melawanku di mid. Kemudian pada tahun 2015 aku bertemu dengannya lagi di dunia kompetitif pertama kalinya di ajang Mid-Season Innvitational saat masih membela Fnatic. Saat itu aku masih berpikiran bahwa diaa tidak begitu bagus. Aku percaya diri bisa mengalahkannya. Tapi aku gagal dan aku mulai sadar bahwa dia sekarnag bermain¬†sangat baik. Aku belajar banyak darinya, duduk di sebelahnya dan belajar banyak hal. Hanya melihat scrim dan mempelajari segalanya.”

Faker dan Huni
Faker dan Huni

Ketika ditanya apakah SKT cukup percaya diri untuk kembali memenangkan Worlds ia menjawab, “Aku tidak begitu yakin…Biasanya semua tim akan bekerja lebih keras saat Summer Split karena Summer Split adalah yang paling dekat untuk seeding di World Championship.”

Laurent Vic

Writer, Gamer, Mechanical Keyboard Enthusiast, Dank Memer, Noob Yu-Gi-Oh! Duelist

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply


comments