Infografik Mid-Season Invitational 2018 Knockout Stage

Infografik Mid-Season Invitational 2018 Knockout Stage
Royal Never Give Up MSI

Mid-Season Invitational 2018 sudah resmi berakhir dan Royal Never Give Up (RNG) keluar sebagai juara setelah mengalahkan Kingzone DragonX 3-1. Dari pertandingan babak Knockout Stage selama 3 hari, pastinya ada beberapa statistik yang menarik.

Inilah infografik Mid-Season Invitational 2018 Knockout Stage.

DdxcPQyVwAAPRMM

Royal Never Give Up memilih melawan Fnatic dan Flash Wolves melawan Kingzone DragonX di semifinal. RNG berhasil mengatasi perlawanan Fnatic tanpa kesulitan dan maju ke babak Final setelah menang 3-0.

Kingzone DragonX yang awalnya diragukan akan menang karena memiliki rekor head-to-head 0-2 dengan Flash Wolves di babak grup berhasil membalikkan semua prediksi dan menang 3-1. Di pertandingan Final, Royal Never Give Up tampil dominan dan berhasil mengalahkan Kingzone DragonX 3-1 untuk merengkuh gelar juara.

Pertandingan terlama terjadi saat Fnatic melawan Royal Never Give Up pada game ketiga. Fnatic memang menunjukkan perlawanan yang keras dan sempat membuat Royal Never Give Up kesulitan mengakhiri permainan meskipun tampil dominan sepanjang permainan. Uzi dan kawan-kawan baru bisa menaklukkan Fnatic pada menit ke-47.

Royal Never Give Up menunjukkan permainan yang sangat dominan pada game ketiga melawan Kingzone DragonX. Sejak early, perwakilan Tiongkok terus menekan Kingzone DragonX tanpa memberikan nafas bagi lawannya sedikit pun. Royal Never Give Up yang sangat unggul berhasil mendapatkan match point dalam kurun waktu 25 menit.

Sedangkan pertarungan paling berdarah terjadi saat Fnatic melawan Royal Never Give Up pada game pertama. Meskipun kill paling banyak didapatkan oleh Midlaner Royal Never Give Up, Xiaohu yang memainkan Irelia. Perolehan kill kedua tim cukup tipis dan jika dijumlahkan total kill kedua tim berjumlah 43 kill.


DdxcQjmVwAAvT1r

Meta pada Mid-Season Invitational 2018 jauh lebih memihak kepada champion-champion yang bisa bermain agresif dan mampu mencapai Power Spike-nya saat Early-Mid Game. Tak heran kalau champion seperti Camille, Ezreal, Irelia, Skarner, Kai’Sa, Caitlyn, Vladimir, dan Ornn cukup sering terlihat. Champion yang bisa membantu champion-champion tersebut seperti Karma, Janna, dan Tahm Kench juga ikut populer.


DdxcR-zV0AEwH9u

Lolosnya Royal Never Give Up dan Kingzone DragonX ke babak Final juga dipengaruhi oleh performa pemainnya yang impresif. Dari Royal Never Give Up ada Karsa yang menjadi pemuncak KDA, Uzi yang memimpin total Kill, dan Ming yang mencetak skor Vision dan Assist terbanyak. Sedangkan dari Kingzone DragonX ada PraY yang memiliki Death terbanyak dan Bdd yang memiliki Kill Participation tertinggi.

Ada beberapa fakta menarik seputar Mid-Seaosn Invitational tahun ini. Pada MSI 2018, setidaknya sebanyak 76 champion menampilkan dirinya pada turnamen ini dan menjadikan MSI 2018 memiliki angka pick unik terbanyak. Hal ini wajar mengingat sejak babak Play-In sudah ada pick-pick off meta dan tidak terduga seperti Yasuo, Graves, Irelia Mid, Vel’Koz, dan Illaoi.

MSI tahun ini juga mengakhiri dominasi Korea pada pertandingan Best of Five (Bo5) melawan tim non-Korea selama 1106 hari. Terakhir tim Korea kalah melawan tim non-Korea pada pertandingan Bo5 terjadi saat MSI 2015 dimana EDward Gaming sukses menaklukkan SK Telecom T1 3-2 di babak Final.

Pada game keempat, Royal Never Give Up sempat mengalami defisit gold sebesar 7.421 Gold dan menjadikan defisit tersebut defisit gold terbesar pada pertandingan Final. Defisit tersebut langsung berbalik 180 derajat 5 menit kemudian di mana Royal Never Give Up unggul 376 gold. Comeback tersebut juga berhasil membawa Royal Never Give Up menjadi juara.

Meskipun Uzi memberikan damage terbesar pada laga Final, nyatanya total damage Uzi secara keseluruhan masih kalah jika dibandingkan dengan Doublelift yang menduduki peringkat pertama untuk urusan total damage.

Tentu saja tidak lengkap kalau tidak ada The Penta yang memperlihatkan 5 permainan menarik sepanjang babak Knockout.

Mid-Season Invitational 2018 sudah resmi selesai dan sekarang kita akan menuju Summer Split 2018 yang dijadwalkan akan dimulai pada bulan Juni mendatang. Summer Split ini cukup penting karena akan menjadi penentuan nasib tim mana yang berhak lolos ke turnamen terbesar League of Legends yakni World Championship 2018.

Laurent Vic

Writer, Gamer, Mechanical Keyboard Enthusiast, Dank Memer, Noob Yu-Gi-Oh! Duelist

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply


comments