Infografik NA LCS Summer Finals 2018

Infografik NA LCS Summer Finals 2018
Team Liquid T-Pose

NA LCS Summer 2018 sudah selesai dengan Team Liquid sebagai juara. Cloud9 menjadi Runner Up setelah gagal mengatasi perlawanan Doublelift dkk., sementara di posisi tiga ada Team SoloMid yang sukses membenamkan 100 Thieves.

Selain kesuksesan Team Liquid menjadi back-to-back champion NA LCS, masih ada beberapa hal menarik yang terjadi selama babak Final yang berlangsung beberapa hari lalu. Contoh dari hal tersebut adalah game kedua babak Final antara Team Liquid dan Cloud9 menjadi laga paling mematikan dengan catatan Kill sebanyak 39.

Ingin tahu statistik menarik lainnya? Berikut adalah infografik dari NA LCS Summer Finals 2018.

DmxrJ-XUUAI0WYL

Pertandingan terlama terjadi saat 100 Thieves melakoni game kelima melawan TSM. Meskipun 100 Thieves berhasil mendominasi early berkat picknya yang mendukung, perlahan TSM mulai menyusul dan menyalip progress 100 Thieves untuk memegang kendali permainan. TSM sukses mengakhiri perlawanan 100 Thieves dan merengkuh juara ketiga dalam 45 menit.

Kalau game kelima adalah yang terlama, game kedua justru menjadi yang tercepat. Setelah melakukan bentrok sejak early-mid game, Vel’Koz yang mencapai powerspikenya mulai memberikan ancaman dan TSM mendominasi setiap teamfight yang ada. TSM sukses menutup game kedua untuk menyamakan kedudukan dalam 29 menit.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, game kedua pertandingan Final menjadi laga paling berdarah. Cloud9 dan Team Liquid tak henti-hentinya melakukan pertarungan meskipun pada akhirnya Team Liquid selalu menjadi pemenang. Totakl terjadi 39 kill pada game tersebut.

DmxrJ-XU8AEu4LP

Champion di babak Final tidak jauh berbeda dengan babak Semifinal. Kita masih bisa menjumpai pick seperti Olaf, Braum, Kindred, Varus, Gragas serta Akali saat fase Pick and Ban. Beberapa champion baru yang muncul pada babak Final ini adalah Morgana, Sion, Kai’Sa, Rakan dan Zilean.

Sementara dalam hal statistik pemain, Team Liquid sangat mendominasi dengan menyumbangkan tiga punggawa mereka dalam daftar. Pobelter mencatatkan KDA tertinggi, Doublelift mencatatkan Kill terbanyak, sedangkan Olleh menyabet dua catatan sekaligus, yakni Vision Score tertinggi dan Assist terbanyak.

DmxrJ-YUYAAWnrA

Sedangkan untuk champion selama babak Playoffs tidak mengalami banyak perubahan dibandingkan minggu lalu. Braum, Varus, Kindred, Rakan, Kai’Sa, Irelia, Jhin, Gangplank dan Sejuani masih yang teratas.

Statistik pemain sendiri juga masih terbilang sama dengan minggu lalu. Satu-satunya perubahan yang ada hanyalah Dardoch yang berhasil mencatatkan Kill Participation tertinggi selama babak Playoffs dan Aphromoo yang sering memutar Death Timer terbanyak.

Tentu saja ada beberapa fakta unik dari hasil pertandingan final. Keberhasilan Team Liquid mempertahankan gelar juara membuat koleksi trofi NA LCS Doublelift kini menyamai total trofi milik Bjergsen. Kedua pemain tersebut saat ini memiliki total 5 trofi NA LCS dan menjadi yang terbanyak di NA LCS.

Team Liquid

Team Liquid juga masih mempertahankan tradisi “angka empat”. Setelah menjadi tim keempat yang pernah menjuarai NA LCS, Team Liquid juga menjadi tim keempat yang menjuarai NA LCS back-to-back. Untungnya masih ada pencapaian yang di luar angka empat, yakni Team Liquid kini tercatat sebagai tim kedua yang memenangkan 2 gelar NA LCS dalam tahun yang sama.

Apakah hanya itu saja yang dicapai oleh Team Liquid? Tentu saja tidak. Sweep 3-0 pada babak Final ini tercatat sebagai sweep 3-0 back-to-back kedua dalam sejarah NA LCS. Tim pertama yang melakukannya adalah Cloud9 saat melakukan sweep 3-0 melawan TSM pada Summer 2013 dan Spring 2014.

Keberhasilan 100 Thieves lolos ke World Championship 2018 via seed kedua juga menjadi prestasi di tahun pertama keikutsertaan mereka di NA LCS. 100 Thieves juga menjadi organisasi keempat yang berhasil lolos ke World Championship 2018 pada tahun pertamanya.

Tentu saja, kurang lengkap kalau tidak ada The Penta yang menyajikan 5 permainan terbaik dari seluruh dunia.

Minggu ini kita akan memulai babak Kualifikasi Regional 2018. Clutch Gaming, Echo Fox, TSM, dan Cloud9 akan bertanding memperebutkan satu spot terakhir di World Championship 2018 mulai tanggal 15 September sampai 17 September 2018.

gauntlet na
Laurent Vic

RIP AND TEAR UNTIL IT'S DONE

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply