Infografik World Championship 2018

Infografik World Championship 2018
Incheon Munhak Stadium

World Championship 2018 sudah resmi selesai dengan Invictus Gaming keluar sebagai pemenangnya. Invictus Gaming (IG) berhasil meraih gelar juara pertamanya usai menaklukkan Fnatic di babak Final. Dari seluruh laga di World Championship 2018 Main Event, pastinya ada beberapa hal menarik yang tak boleh dilewatkan khususnya dari segi statistik. Yuk kita lihat seperti apa statistik dari keseluruhan laga Main Event dari Group Stage hingga Grand Final!

DrSNEnQU8AA7idi

Game terlama di Worlds 2018 terjadi saat pertarungan ketiga Fnatic dan EDward Gaming di perempatfinal. Permainan berjalan cukup lama dengan EDward Gaming (EDG) berhasil memegang keunggulan, namun perolehan Gold Rekkles yang tinggi berhasil memutarbalikkan keadaan dan memberikan Fnatic match point usai menghancurkan Nexus EDward Gaming pada menit ke-47.

Pertandingan Invictus Gaming vs 100 Thieves di Group Stage tak hanya tercatat sebagai pertandingan tercepat di Worlds 2018, namun juga tercatat sebagai pertandingan tercepat kedua dalam sejarah Worlds. Invictus Gaming yang memang terkenal akan kemampuan closing-nya yang sangat baik langsung menghabisi 100 Thieves dan mengunci kemenangan dalam 20 menit.

Dari seluruh pertandingan di Main Event, pertandingan Phong Vu Buffalo vs Flash Wolves pada babak kedua didaulat sebagai pertandingan paling berdarah. Kedua tim yang sama-sama terkenal dengan gaya bermainnya yang haus darah saling bertukar kill sepanjang pertandingan. Tercatat ada total 29 kill yang tercipta dari kedua kubu.

DrSNEnTV4AALffv

Aatrox, Urgot, Akali, Alistar , Kai’Sa, dan Rakan tercatat sebagai champion yang paling sering muncul saat sesi Pick/Ban phase. Keenam champion tersebut memang cukup tangguh pada Meta ini. Bahkan beberapa champion di atas sering menjadi target ban saat melawan tim tertentu.

Sedangkan dari win rate ada LeBlanc, Sivir, Ornn, Taliyah, Irelia, dan Azir yang mencatatkan win rate tinggi meskipun tingkat kemunculannya tidak sebanyak keenam champion di atas. Namun dari keenam champion ini, hanya LeBlanc dan Irelia saja yang mampu bertahan dan masih menjadi pilihan sampai Worlds berakhir.

DrSNEnSU0AAVe32

Secara mengejutkan, Kongyue dari MAD Team dan Olleh dari Team Liquid rupanya berhasil memberikan catatan individu yang bagus meskipun gagal lolos dari babak grup. Kongyue berhasil mencatatkan KP tertinggi sedangkan Olleh mencatatkan Vision score tertinggi.

Sedangkan catatan yg lain juga ada yang terbilang mengejutkan. Clearlove berhasil mengungguli Rekkles dan Doublelift dengan mencetak KDA rate tertinggi, Zeyzal dan Wadid sama-sama mengungguli Baolan dari segi Assist, dan Perkz yang rupanya memiliki Death Rate tertinggi dibandingkan Zeyzal dan Wadid. Satu-satunya catatan yang bisa diprediksi adalah JackeyLove dengan perolehan Kill terbanyak.

Angka Death Perkz yang tinggi ini sempat membuat Perkz tidak percaya dan sempat mendapatkan banter dari Deficio.

Ada beberapa fakta menarik seputar Worlds tahun ini. Worlds tahun ini tercatat memiliki jumlah permainan yang sama dengan tahun lalu yakni 119 permainan. Namun Worlds tahun ini tercatat menampilkan 90 champion berbeda sepanjang turnamen dan menjadikannya terbanyak dari Worlds tahun-tahun sebelumnya.

Kesuksesan Invictus Gaming mengalahkan Fnatic di babak Final juga mencetak sejarah sebagai pertandingan Best of Five (Bo5) tercepat dalam sejarah Worlds. Setiap permainan tidak pernah berjalan sampai menyentuh angka 30 menit. Invictus Gaming mampu menyelesaikan permainan dalam rentang waktu 20-25 menit.

Dengan berakhirnya Worlds maka musim kompetisi 2018 sudah resmi berakhir dan masa Off-Season sudah dimulai. Selama masa Off-Season, kita bisa menantikan transfer-transfer yang mengejutkan sampai All-Stars 2018 tiba pada Desember mendatang.

Laurent Vic

RIP AND TEAR UNTIL IT'S DONE

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply