Invictus Gaming Adalah Juara World Championship 2018

Invictus Gaming Adalah Juara World Championship 2018
Invictus Gaming

Setelah melalui pertandingan yang seru dan melelahkan selama satu bulan penuh, kini tibalah saatnya World Championship 2018 memasuki babak Final yang menjadi penentuan akhir. Dua tim yang tersisa yakni Fnatic dan Invictus Gaming (IG) akan bertanding memperebutkan gelar juara.

Kedua tim datang dengan motivasi yang berbeda. Di satu sisi, Fnatic ingin merengkuh gelar juara keduanya usai meraih kegagalan pada tahun-tahun sebelumnya. Worlds 2019 yang diselenggarakan di Eropa juga menjadi motivasi untuk membawa pulang trofi Summoner’s Cup ke Eropa.

Sedangkan di sisi lain, Invictus Gaming ingin meraih gelar juara sebagai cara untuk menebus kegagalan yang didapat selama Spring dan Summer. Meskipun Invictus Gaming sangat mendominasi Split, mereka selalu gagal di babak Playoffs dan merelakan gelar juara kepada Royal Never Give Up (RNG). Lewat Worlds ini, mereka ingin membuktikan bahwa Invictus Gaming jauh lebih baik dari Royal Never Give Up yang sudah tersingkir lebih dulu.

Sebagai harapan terakhir masing-masing region, kedua tim sama-sama mendapatkan dukungan yang masif. Fnatic mendapatkan dukungan dari publik NA dan EU selaku harapan terakhir region barat sedangkan Invictus Gaming sudah pasti didukung oleh fans LPL yang berjumlah masif itu. Beberapa fans LCK juga ada yang mendukung Fnatic maupun Invictus Gaming.

Berkaca dari pertemuan sebelumnya, di atas kertas Fnatic sudah pasti akan menang. Saat bertemu di grup, Fnatic berhasil meraih 2 kemenangan dari 3 laga yang dijalani. Namun seiring berjalannya waktu, Invictus Gaming terus menunjukkan peningkatan permainan dan menjadi jauh lebih baik dibandingkan saat berlaga di grup.

Pertandingan sempat diprediksi akan berjalan ketat berdasarkan hasil dari grup. Sayangnya, publik dihadapkan kepada sebuah fakta karena sekali lagi mereka harus melihat pertandingan berakhir dominan sebelah pihak untuk yang ketiga kalinya.

Setelah memenangkan Pick & Ban phase, Invictus Gaming langsung mendominasi game pertama dengan sangat cepat dengan memusatkan serangannya di sektor Mid. Momentum yang didapatkan ini langsung dimanfaatkan untuk terus memberikan tekanan kepada Fnatic sepanjang permainan. Dalam 27 menit, game pertama berhasil dimenangkan oleh Invictus Gaming.

Game kedua berjalan semakin buruk bagi Fnatic. Early game kembali dikuasai oleh Invictus Gaming dan kali ini mereka memusatkan serangan early-nya di sektor Toplane untuk menekan Bwipo. Sama seperti game sebelumnya, setelah berhasil menguasai permainan Invictus Gaming terus memberikan tekanan kepada Fnatic dan berhasil mengamankan match point.

https://twitter.com/lolesports/status/1058648197575274497

Fnatic memutuskan untuk melakukan pergantian pemain dengan memasukkan sOAZ dan memilih Red Side pada game ketiga. Keputusan ini terlihat memberikan dampak yang positif terhadap permainan Fnatic dengan keberhasilan mendapatkan keunggulan early, namun Invictus Gaming mampu memberikan balasan.

https://twitter.com/lolesports/status/1058658770279006208

Fnatic melakukan segala cara untuk mencoba bertahan dan membalikkan keadaan, termasuk dengan mencuri Baron dari Invictus Gaming. Namun semua usaha tersebut sia-sia karena Invictus Gaming berada di posisi yang jauh lebih unggul. Dalam 25 menit, Invictus Gaming sukses memenangkan game ketiga dan menjadi juara Worlds 2018.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, LPL berhasil meraih gelar juara dunia pertamanya dan berhak menyandang predikat region terbaik saat ini. Invictus Gaming berhasil membuktikan diri bahwa mereka adalah tim terbaik di LPL dan dunia. Sang Jungler, Ning berhasil mendapatkan gelar MVP Worlds 2018 berkat performanya yang impresif sepanjang pertandingan.

Ada satu hal yang unik dari pertandingan ini. Ayah Caps terlihat mencoba mendukung anaknya saat Fnatic menderita kekalahan. Sang ayah mencoba menyemangati sang anak yang sedang sedih di dalam booth pemain.

Dengan berakhirnya babak Final maka World Championship 2018 serta musim kompetisi 2018 resmi selesai dan sebentar lagi kita akan memasuki masa Off-Season di mana EU LCS akan mengumumkan kesepuluh tim yang akan berpartisipasi musim depan dan para pemain mulai melakukan perpindahan tim untuk berkompetisi musim depan.

Selama masa Off-Season nanti, kita masih kedatangan satu turnamen lagi yakni All-Star, Las Vegas 2018 yang akan dimulai pada 6-8 Desember mendatang di mana para pemain profesional akan bermain bersama dengan content creator dari seluruh dunia.

Laurent Vic

RIP AND TEAR UNTIL IT'S DONE

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply