IWillDominate: Pemain NA Tidak Pantas Mendapatkan Simpati

IWillDominate: Pemain NA Tidak Pantas Mendapatkan Simpati
DRIVE_IWILLDOMINATE_014

NA dan kegagalan Internasional, merupakan dua hal yang sejauh ini tidak bisa dipisahkan. Dua hal tersebut adalah gambaran mengenai perjalanan tim-tim NA di setiap ajang Internasional selama beberapa tahun terakhir.

Meskipun mendapatkan waralaba, infrastruktur paling maju, bergelimang uang, gaya hidup serba mewah, dan mendapatkan eksposure paling besar dibandingkan liga lainnya, semua itu tidak menjamin tim-tim NA akan mendulang kesuksesan di setiap turnamen Internasional. Mereka selalu gagal bersaing dengan tim-tim lainnya dan gagal keluar dari babak grup.

Pada World Championship tahun ini saja, ketiga tim NA yang maju yakni Team Liquid, 100 Thieves, dan Cloud9 sama-sama mengumpulkan 1 kemenangan dan 2 kekalahan. Tak hanya itu, performa ketiga tim tersebut saat ini juga masih jauh dari kata baik.

Kemenangan yang mereka raih, justru didapatkan dari tim-tim yang kurang diperhitungkan seperti MAD Team, G-Rex, dan Vitality. Saat menghadapi tim yang kuat, mereka justru tidak bisa berbuat apa-apa dan mengalami kekalahan. Banyak Summoners yang mengkhawatirkan bagaimana nasib tim NA saat menghadapi babak kedua Group Stage.

Worlds2018_1

Akar dari kegagalan ini, sebenarnya sudah terlihat pada pertengahan tahun ini saat Rift Rivals 2018. Kualitas Solo Queue yang buruk ditambah dengan malas untuk berlatih dan mengembangkan diri, menjadi alasan utama kegagalan NA. Pemain lokal di NA juga sulit berkompetisi dengan kehadiran banyak pemain-pemain impor yang datang karena motivasi uang.

Kegagalan berturut-turut yang dialami oleh tim-tim NA ini sebenarnya sudah membuat penggemarnya kecewa dan merasa geram. Kegagalan pada Worlds tahun ini, rupanya mendapatkan perhatian khusus dari Streamer Christian “IWillDominate” Rivera yang cukup prihatin dengan kondisi Region-nya saat ini.

Lewat cuitan terbarunya, secara blak-blakan Dom mengatakan bahwa pemain-pemain NA sama sekali tidak berhak mendapatkan simpati dari komunitas atas kekalahan yang diterima.

Alasannya adalah karena pemain-pemain NA tidak bermain dengan serius meskipun berkata bahwa mereka sudah mengeluarkan semuanya. Mereka tidak serius menanggapi permainan ini dan lebih memilih untuk serius memainkan game lain seperti World of Warcraft (WoW) dan Fortnite. Menurut Dom, kegagalan yang mereka dapatkan selaras dengan usaha mereka.

Dom juga mengungkapkan bahwa ada seorang pemain NA, tercatat sudah memainkan Fortnite sebanyak 168 kali dalam seminggu meskipun pemain tersebut seharusnya menggunakan kesempatan untuk berlatih mempersiapkan diri menghadapi babak Playoffs NA LCS. Hal tersebut sontak saja membuat IWillDominate sangat muak.

Komunitas berpikir bahwa pemain yang dimaksud Dom adalah Xmithie dikarenakan ia adalah satu-satunya pemain yang secara terbuka mengatakan bahwa dirinya menikmati bermain Fortnite. Selain itu, Xmitihe mengatakan bahwa di sela-sela Streaming-nya ia sering memainkan Fortnite.

Mantan pemain Team Liquid ini juga sempat menuliskan perbandingan antara NA dengan region rival EU dari segi mekaniknya. Pemain-pemain EU menanggapi permainan ini dengan serius, dan hal tersebut terbukti dengan kemampuan Laning dan Skirmish yang jauh lebih baik dibandingkan NA.

Mendengar pernyataan keras dari IWillDominate, tentu saja ini menjadi masalah yang sangat serius bagi region NA. Ditambah lagi, adanya pemain yang menghabiskan waktunya untuk memainkan Fortnite ketimbang berlatih untuk menghadapi babak Playoffs. Hal tersebut sudah pasti akan membuat kita bertanya-tanya bagaimana bisa manajemen tim membiarkan itu terjadi.

Memang tidak semua pemain melakukan seperti yang dideskripsikan oleh IWillDominate. Namun, jika kita melihat rentetan kegagalan yang dialami oleh tim-tim NA, maka apa yang diucapkan oleh Dom ini bisa menjadi salah satu alasan dari kegagalan NA.

Laurent Vic

RIP AND TEAR UNTIL IT'S DONE

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply