Jisu dan Patrick: Kita Cuma Berlatih Sekali Sebelum Turnamen Dimulai

Jisu dan Patrick: Kita Cuma Berlatih Sekali Sebelum Turnamen Dimulai

Lolosnya SEA ke babak Semifinal mengejutkan semua orang. Bagaimana tidak, dengan skuad yang pincang dan dianggap paling lemah mereka berhasil membuktikan bahwa playstyle ala SoloQ yang mereka tampilkan bisa membawa mereka menuju kemenangan.

Pada awalnya, banyak yang skeptis dengan skuad SEA yang baru. Selain terdiri dari pemain yang berasal dari 3 negara (Singapura, Thailand, dan Vietnam) dan berbicara menggunakan bahasa yang berbeda, performa keempat pemain pengganti tidak sebagus pemain aslinya, bahkan beberapa pemain memiliki performa yang medioker. Mereka juga terlambat datang ke Los Angeles sehingga waktu persiapan sangat minim. Kekalahan yang diterima pada hari pertama juga membuat orang-orang yakin kalau perwakilan SEA bakal menjadi juru kunci grup.

Namun siapa sangka, mereka berhasil menyapu bersih 2 laga melawan NA dan Brazil di hari kedua dan lolos ke babak Semifinal. Saat diinterview oleh Invenglobal, dua pemain SEA Jisu dan Patrick mengungkapkan kalau mereka hanya berlatih sekali sebelum turnamen dimulai. “Kami hanya memainkan satu scrim sebelum turnamen dimulai. Meskipun kami kalah pada pertandingan pertama karena masalah komunikasi, Aku yakin kalau Kami bermain dengan baik Kami bisa menang. Karena Kami bermain cukup baik saat melawan Tiongkok, Kami yakin Kami bisa bermain lebih baik saat melawan NA,” ungkap Jisu.

Untuk memecahkan masalah komunikasi yang menjadi masalah utama skuad ini, Patrick mengatakan kalau seluruh pemain mencoba untuk berkomunikasi dan terus berbicara sepanjang permainan. “Meskipun bahasa Inggrisku tidak begitu bagus, Aku mencoba sebisanya. Tim kami terdiri dari 2 pemain Korea, 2 pemain Singapura, dan 1 pemain Vietnam. Kami mencoba untuk lebih banyak berbicara saat bertanding untuk mencoba menyelesaikan masalah komunikasi. Kami sadar banyak kesalahan terjadi pada pertandingan pertama, jadi Kami setuju untuk banyak berbicara saat bertanding melawan NA.”

Jisu juga ikut menambahkan,”Pemain Singapura (Dantiz dan Kra) sangat fasih berbahasa Inggris dan komunikasi mereka cukup baik. Karena Aku pernah bermain di Eropa sebelumnya, Aku rasa bahasa Inggrisku cukup baik. Aku sendiri dan Patrick mencoba berkomunikasi dengan Levi.”

Meskipun sempat ada masalah, kelima pemain ini bisa menyelesaikan masalah mereka dengan baik dan hasilnya mereka berhasil lolos ke babak Semifinal. Meskipun pada akhirnya di babak Semifinal mereka kalah 2-0 dari Taiwan, skuad SEA tahun ini patut diacungi jempol. Mereka berhasil membuktikan kalau skuad yang tidak datang dengan kekuatan penuh bisa menjadi kuat jika pemainnya bekerjasama menyelesaikan masalah bersama.

Laurent Vic

RIP AND TEAR UNTIL IT'S DONE

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply