Juara NBA dan Pendiri Yahoo! Suntikkan Dana untuk TSM

Juara NBA dan Pendiri Yahoo! Suntikkan Dana untuk TSM
StephenCurry

Induk perusahaan Team Solomid (TSM), Swift, diberitakan mendapat pendanaan dalam jumlah besar. The Esport Observer mengabarkan bahwa Swift berhasil mengumpulkan dana sebanyak ESD 37 juta, atau setara dengan Rp 537 Milyar.

Ada dua nama besar yang ikut dalam pendanaan tersebut, yaitu Stephen Curry dan Jerry Yang. Stephen Curry merupakan bintang NBA yang baru saja berhasil meraih cincin juara NBA dalam dua musim terakhir bersama Golden State Warriors, sementara Jerry Yang adalah Co-founder dari Yahoo!. Berikut adalah nama-nama lainnya.

  • Telstra, perusahaan telekomunikasi asal Australia
  • Steve Simon, pemilik Simon Property dan anak dari pemilik tim NBA, Indiana Pacers
  • Andre Iguodala, pebasket yang bermain untuk Golden State Warriors
  • Steve Young, Legenda hidup NFL
  • Yifang Ventures, perusahaan milik Eric Xu, cofounder Baidu.
  • Colin Carrier, Chief Strategy Officer Twitch
  • Walter Wang, CEO JM Eagle

Suntikan dana yang diterima Swift akan digunakan untuk berbagai hal. Menurut kabar, USD 10 juta, atau setara Rp 145 Milyar, akan digunakan untuk investasi di dunia gaming, termasuk influencer serta platform analitics seperti FortniteMaster dan ProBuilds. Sementara itu, USD 20 juta, atau setara Rp 290 Milyar, sisanya akan digunakan untuk menutup biaya keikutsertaan TSM di sistem franchise di NA LCS dan pembangunan fasilitas latihan yang rencananya akan dibangun di Los Angeles, California.

Meskipun sudah mendapatkan banyak sekali pendanaan, kepemilikan dari TSM masih dikuasai oleh Andy Dinh, yang memang berambisi untuk membuat TSM sebagi pemimpin di dunia esports. Meskipun di ajang NA LCS tahun ini TSM sedang bermain dengan buruk, Andy berniat untuk mengembangkan sayap di luar dari League of Legends, seperti Fortnite, hingga Hearthstone.


“TSM sudah beroperasi dengan sangat baik, tapi kami belum mengambil keuntungan dari pasar yang semakin berkembang. Kami akhirnya mendapatkan para investor yang hebat, oleh karena itu, kami akan bersiap melakukannya,” ucap Dinh kepada Forbes.

Bermula dari semua mimpi Andy untuk membuat sebuah tim besar di League of Legends pada usia 17 tahun, Andy berjuang dengan mengumpukan dana dari setiap turnamen yang dia menangkan. Kini, dengan munculnya dana-dana segar yang siap untuk dioleh, Andy bertekad untuk membuat TSM sebagai tim terbesar yang pernah ada di sejarah esports.

Raka Marko

Leave a Reply