Kalah Melawan Devoticore, Resilience Esports Gagal Dapatkan Posisi 4 Besar Klasemen

Kalah Melawan Devoticore, Resilience Esports Gagal Dapatkan Posisi 4 Besar Klasemen
DVC_RES_1

Setelah beberapa pekan terus menerus memperlihatkan penampilan sempurna, Resilience Esports sekarang sepertinya sedang mengalami penurunan performa. Hal itu terbukti dari kekalahan mereka sewaktu bertanding melawan tim yang merupakan kakak kandung mereka sendiri, yaitu Headhunters. Ditambah satu kekalahan tambahan saat melawan Devoticore.

Di pertemuannya dengan Devoticore tadi malam, Resilience Esports seolah tidak mampu menunjukkan permainan yang biasa mereka lakukan. Permainan mereka sedikit tidak rapi apabila kita membandingkannya dengan minggu-minggu sebelumnya.

Kekalahan di game pertama membuat Resilience harus bermain hati-hati di game kedua. Dan meskipun mereka memberikan perlawanan yang lebih baik dari sebelumnya, namun itu semua tetap tidak mampu menyelamatkan mereka dari kekalahan. Resilience Esports harus pasrah melihat para pemain Devoticore menghancurkan Nexus mereka sebanyak dua kali. Mereka mengakhiri pertandingan tadi malam dengan skor telak 2-0.

Berikut ini sedikit recap pertandingannya.

Game 1: DVC WIN

Devoticore berhasil mendapatkan first blood di game pertama ini. Aksi counter-jungle yang gagal dilakukan oleh Gw123 (Jarvan IV) dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Bravo (Tristana) dan kawan-kawan untuk dapatkan perolehan gold lebih cepat di early game. Berselang tidak lama setelah itu, satu kill tambahan kembali didapatkan oleh Ownss (Jax) yang melakukan gank ke bot lane di menit ke 4.

Permainan terus dikuasai oleh Devoticore hingga ke belasan menit pertama, mereka sukses kumpulkan sebanyak 5 kill. Selain itu, Ownss yang berulang kali memutari bot lane membuat duo Wolfy (Braum) dan WhiteWing (Jinx) harus bermain lebih waspada. Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa Devoticore memang benar-benar ingin menguasai permainan sejak awal.

Resilience sempat memberikan perlawanan balik, mereka dapatkan kill lewat membunuh Madamatsu yang waktu itu menggunakan Taric. Momen 4 lawan 5 ini pun dimanfaatkan oleh mereka untuk menghancurkan turret tier pertama di mid lane. Akan tetapi, sebuah team fight yang terjadi di menit 16 kembali membuat mereka ketinggalan.

Aksi saling mengejar terus terjadi di sepanjang game pertama ini. Team fight terus terjadi dimana kedua tim sama-sama tidak ingin melepaskan kemenangan begitu saja kepada musuh. Beberapa kali kita akan melihat Devoticore yang memenangkan teamfight. Kadang-kadang justru Resilience yang lebih unggul.

However, kekalahan tidak dapat dielak oleh para pemain Resilience setelah Devoticore sukses menumbangkan satu per satu bangunan mereka. Hingga pada akhirnya, sebuah team fight di top lane yang menjadi penentu dari game ini pun terjadi. Kerja sama keren antara StormRage (Trundle) dan DreamS (Galio) membuat Devoticore berhasil dapatkan Clean Ace sekaligus menyelesaikan pertandingan.

Game 2: DVC WIN

Usai kalah di game pertama, Resilience pun memutuskan untuk bermain lebih waspada di game kedua. Mereka tidak mau melakukan kesalahan-kesalahan yang memberikan keunggulan kepada Devoticore.

Duo Xayah-Rakan dikunci oleh Resilience untuk melawan Bravo yang lagi-lagi bermain Tristana dan Braum dari Madamatsu. Sementara itu, tidak ada pergantian champion di toplane, Trundle kembali diambil oleh StormRage dan Gnar kembali diambil oleh Prey. Lalu di midlane, Babylife menggunakan Taliyah untuk berhadapan dengan DreamS yang bermain Malzahar. Dan terakhir, dari jungle ada Ownss yang pakai Gragas dan Gw123 yang pakai Kayn.

Game kedua ini memperlihatkan strategi permainan bertahan dari kedua tim. Baik itu Devoticore maupun Resilience, sama-sama tidak ingin bermain nekat. Dan karena ini jugalah, game ini menjadi satu game dengan durasi paling panjang yang dapat kita saksikan di LGS Spring 2018.

Berbeda dengan game pertama, game kedua ini terasa lebih alot. Meskipun begitu, kita tetap dapat melihat StormRage dengan Trundle-nya yang terus-menerus melakukan split push di kedua lane bot dan top.

Meskipun posisinya lebih unggul, Devoticore sempat kewalahan dan tidak jarang mereka pun harus kalah di team fight. Namun sayangnya Resilience tidak mampu memanfaatkan momentum dari team fight itu dengan baik. Resilience berkali-kali berhasil meratakan musuh namun selalu dibuat rata kembali oleh musuhnya. Kesalahan-kesalahan seperti ini menyebabkan mereka sulit dalam mengejar ketinggalan.

Game kedua ini kembali dimenangkan oleh Devoticore di menit ke 60.

Dua kekalahan terbaru yang didapatkan di minggu ini membuat Resilience harus puas berada di peringkat ke 5 klasemen sementara. Terdapat sebuah pekerjaan rumah yang harus dibenahi oleh Wolfy dan kawan-kawan jika memang mereka mengincar ingin berada di posisi 4 besar.

Kamu dapat menonton kembali pertandingan antara Resilience Esports dan Devoticore melalui video di bawah ini.

Hi, I'm Edel, Founder and Editor of HASAGI. Nice to meet you!

Facebook Twitter 

Leave a Reply