Kehadiran SK Gaming dan Rogue Tidak Disambut Baik oleh Publik EU LCS

Kehadiran SK Gaming dan Rogue Tidak Disambut Baik oleh Publik EU LCS
SKGamingLogo

Berdasarkan rumor yang beredar, EU LCS akan kedatangan 5 tim baru, yakni; Astralis, SK Gaming, Rogue, Movistar Riders, dan North. Kelima tim tersebut akan menggantikan 5 tim EU LCS yang gagal lolos selama proses seleksi.

Dari kelima tim baru tersebut, rupanya sebagian besar publik EU kurang menyukai kehadiran dua tim baru yakni SK Gaming dan Rogue. Sebagian besar orang menolak kedatangan dua tim tersebut dan menginginkan kedua tim baru tersebut keluar. Apa alasannya?

Selidik punya selidik, meskipun berstatus sebagai salah satu tim tertua di dunia dan termasuk tim pendiri EU LCS, SK Gaming rupanya memiliki sejarah yang buruk dari segi manajemen.

Kasus ini bermula dari tahun 2015 saat SK Gaming terancam terelegasi setelah memperoleh sederet hasil buruk. SK Gaming memutuskan menendang salah satu pemainnya nRated dikarenakan sempat bermasalah dengan manajemen. Keputusan ini rupanya berimbas buruk kepada pemain karena selama ini nRated yang notabene merupakan pemain senior di SK Gaming memiliki jasa yang besar.

Menurut penuturan salah satu pemainnya CandyPanda, nRated adalah sesosok pemain yang menjadi penghubung antara manajemen dan pemain. “nRated selalu muncul untuk membela tim. Fox adalah anak baru, Svenskeren adalah introvert, sedangkan Fredy hanya melakukan urusannya sendiri. Semua interaksi antara pemain dan manajemen melalui nRated. Inilah sebabnya para pemain sangat marah,” ucap CandyPanda kepada Dot Esports.

nRated lol
nRated

Kasus ini bertambah parah karena sang manajer Alex Müller rupanya sedang melakukan break dalam jangka waktu yang panjang dan menyebabkan masalah ini menjadi semakin berlarut-larut. SK Gaming rupanya juga memotong gaji pemainnya karena performa buruk meskipun gaji di SK Gaming sendiri tergolong terendah dibandingkan dengan tim-tim EU LCS lainnya.

Pemain-pemain SK Gaming yang tersisa memutuskan untuk memberontak dan tidak mau bermain saat hari pertandingan sampai musim berakhir. Pihak manajemen merespons dengan mengancam akan membawa masalah ini ke meja hijau dan bahkan meminta intervensi dari pihak Riot.

Pemain SK Gaming tak punya pilihan lain meskipun tidak senang dengan keputusan manajemen. Mereka tetap bermain sampai akhir split meskipun pada akhirnya SK Gaming tetap terelegasi dan seluruh pemainnya hengkang. Di pertandingan promosi, SK Gaming gagal kembali usai kalah dari tim bentukan mantan pemainnya Ocelote, yakni Gamers2 (sekarang G2 Esports).

Gamers2 lol
Skuad Gamers2 saat mengalahkan SK Gaming di EU LCS Spring 2016 Promotion. Dari kiri ke kanan: Hybrid, Jesiz, Perkz, Ocelote, SmittyJ, dan Kikis

Masalah mismanajemen ini tak terjadi di League of Legends saja, melainkan di cabang Esports lainnya CS:GO. Pada 2016 lalu, SK Gaming terlibat kasus poaching yang melibatkan skuad Brazil di tim Luminosity Gaming yang pada saat itu sedang naik daun. Pihak SK dilaporkan mengancam kelima pemain Brazil tersebut dengan tindakan hukum karena tidak merespons negosiasi dan memaksa kelima pemain tersebut untuk pindah ke SK Gaming.

Tak sampai di situ saja, masalah juga terus berlanjut kala SK Gaming tidak mau menyediakan fasilitas latihan untuk persiapan turnamen Major sehingga menyebabkan skuad Brazil tersebut menolak mengenakan jersey tim saat bertanding dan pada akhirnya hengkang ke tim baru MiBR.

Berbeda dengan SK Gaming, Rogue sebenarnya merupakan organisasi yang berasal dari NA dan kurang begitu dikenal meskipun investornya DJ Steve Aoki dan Imagine Dragons cukup terkenal. Asal organisasi menjadi penyebab utama publik EU menolak kehadiran Rogue dan mempertanyakan keputusan Riot untuk menerima organisasi dari region luar yang tidak mempunyai kontribusi apapun di kancah kompetitif League of Legends.

Dibandingkan dengan SK Gaming, sebenarnya Rogue masih punya peluang untuk mendapatkan hati publik EU. Mereka hanya perlu membuktikan diri bahwa mereka pantas berlaga di EU LCS saat bertanding. Jika Rogue berhasil meraih hasil yang bagus, mereka akan diterima oleh publik EU dan permasalahan mengenai asal organisasi akan dilupakan.

Tentu saja kita masih belum bisa memastikan keberadaan dua organisasi ini sebagai bagian EU LCS musim depan sampai Riot merilis pengumuman resmi. Jika dua tim ini benar-benar diterima, ada banyak sekali pekerjaan yang harus mereka lakukan untuk bertanding dan mendapatkan hati publik EU.

Laurent Vic

RIP AND TEAR UNTIL IT'S DONE

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply