Kemenangan Fortius dan Penantian Jakarta Juggernauts

Kemenangan Fortius dan Penantian Jakarta Juggernauts
Fortius Gaming yang berawal dari XCN dan kemudian lama dikenal sebagai Jakarta Juggernauts
Berawal dari XCN dan kemudian lama dikenal sebagai Jakarta Juggernauts sebelum menjadi Fortius Gaming

Kemarin kita menjadi saksi juara baru lahir di LGS Spring 2017 yakni Fortius Gaming. Walaupun bagi saya ini hanyalah sang raja di masa lalu yang kembali merebut tahta tim League of Legends terbaik di Indonesia karena Fortius adalah Jakarta Juggernauts dengan wajah baru walaupun otak di balik kesuksesannya tentunya kelima pemainnya yakni Surya “Square” Wana Bakti, Tran Thanh “Meocon” Lam, Truong Vinh “Beyond” Thanh, Kenny “Chupper” Marcellino, dan Kyle “Rofens” William.

Masih hangat di ingatan saya bagaimana sebelumnya, Kanaya Gaming memegang gelar juara LGS selama empat musim berturut-turut, sebuah prestasi yang saya percaya tidak mudah untuk diulang tim manapun, apalagi tiga dari empat final tersebut Kanaya menang dengan skor 3-0, sungguh brilian. Kanaya Gaming awalnya datang dengan nama Duck in the Box, kemudian bertransformasi menjadi Kanaya Gaming, lalu sempat di bawah nama Pondok Gaming pada LIC 2016, dan pada LGS Spring 2017 ini ada di bawah nama besar TeamNxl>.

Kemenangan DiB menjadi awal turunnya tahta J2G
Kemenangan DiB menjadi awal turunnya tahta J2G

Berbicara tentang perjalanan Fortius menjadi juara, maka kita harus kilas balik ke LGS Season 4 saat Duck in the Box mengalahkan Jakarta Juggernauts yang sudah mempertahankan gelar di tiga musim sebelumnya. Momentum kekalahan Jakarta Juggernauts itu menjadi awal turunnya tahta mereka, karena di LGS Season 5 mereka harus kembali menjadi juara 2 dan takluk pada Kanaya Gaming.

LGS Season 6 menjadi musim pertama Jakarta Juggernauts tidak masuk final dan bahkan tidak bisa menembus posisi 4 besar karena kalah tie-breaker. Persaingan di musim ini sangat ketat karena masuknya Revival Esports, sebuah tim baru yang dipunggawai oleh wajah lama seperti Valent “Apple” and Bayu “Cruzher” Sentosa dan juga konsistensi tim Zero Latitude dan Terserah Gaming.

Dua bulan setelah LGS Season 6, tepatnya tanggal 2 Mei 2016, Jakarta Juggernauts mengumumkan perubahan manajemen dan mengganti nama menjadi Fortius Gaming setelah mendapatkan pendanaan tertutup dari salah satu investor luar negeri.

Top 4 Team LGS Summer 2016
Top 4 Team LGS Summer 2016

Momentum ini juga diikuti dengan perubahan sistem LoL Garuda Series yang menggunakan sistem Summer dan Spring mengikuti region lain. LGS Summer 2016 adalah musim debut Fortius Gaming dan saat itu rosternya terdiri dari Ryan “Wextru” Septahadi, TwoJ sendiri, Henry “Salamander”, Kyle “Rofens”, dan Govher “Gov”. Tampil dengan nama baru tampaknya belum cukup bagi Fortius untuk menjadi juara, persaingan yang lagi-lagi ketat dan munculnya Phoenix Esports membuat Fortius harus berpuas diri di posisi 3-4 setelah kalah dari Kanaya di semifinal (lihat gambar di atas), sementara gelar juara kembali jatuh ke tangan Kanaya Gaming.

League of Legends Indonesia Championship (LIC) 2016 adalah momentum kebangkitan Fortius. TwoJ yang memutuskan untuk pensiun dan merombak tim secara keseluruhan dan hanya menyisakan Roffens sendiri. Diawali dengan datangnya Beyond, seorang pemain berbakat dari Vietnam, diikuti dengan perpindahan mengejutkan Kenny “Chupper” Marcellino dari Kanaya Gaming, dan akhirnya kedatangan Meocon, salah satu top 40 Challenger Vietnam, dan masuknya Square, Top laner berbakat dari Makassar yang sebelumnya bermain untuk tim The Jokes on You.

Fortius menjuarai LIC 2016
Fortius menjuarai LIC 2016

Walaupun sempat diragukan tampil maksimal karena ada dugaan masalah komunikasi karena perbedaan kewarganegaraan, Fortius tampil meyakinkan masuk kedalam LIC 2016 dan melibas Pondok Gaming (sebelumnya Kanaya Gaming) dengan skor sempurna 2-0. Ini menjadi titik balik penting bagi Fortius menatap LGS Spring 2017 untuk memenangkan LGS untuk pertama kalinya.

LGS Spring 2017 cukup menarik karena muncul tren datangnya pemain dari Vietnam ke beberapa tim di LGS. Selain Beyond dan meocon di Fortius, ada juga Kriss Kyle dan Sunny di Headhunters. Jika dulu di season-season sebelumnya terdapat tren masuknya pemain dari Korea, yang juga sempat ada beberapa masuk dalam roster Jakarta Juggernauts.

Klasemen LGS Spring 2017
Klasemen LGS Spring 2017

Perjalanan Fortius menjadi juara di LGS Spring 2017 cukup meyakinkan. Mereka sempat dilibas Headhunters 2-0 di Week 5 yang menjadi satu-satunya kekalahan yang pernah mereka derita tapi menjadi pemuncak klasemen dengan total akhir yakni 11 Win, 2 Draw, dan 1 Lose. Peta kekuatan LGS Spring 2017 masih belum terlalu banyak berubah. Tim papan atas di dominasi oleh Fortius, Headhunters, Team Nxl dan Phoenix Esports.

Semifinal mempertemukan Fortius dengan Team Nxl, sementara Headhunters dengan Phoenix Esports. Kesempatan emas untuk membalaskan dendam lama Jakarta Juggernauts terhadap Duck in the box terlunaskan dengan kemenangan Fortius 3-0. Sementara di pertandingan lain, Headhunters juga membabat Phoenix Esports 3-0.

Setiap LGS selalu memiliki “Juggernauts” yang kokoh di posisi teratas, entah dengan 1 atau 2 kekalahan atau tidak kalah sama sekali, diikuti oleh satu tim “Hero” yang dipercaya komunitas memiliki kemampuan untuk mengalahkan sang Juggernauts. Dalam tradisi 7 season sebelumnya, sang Hero selalu berhasil mengalahkan sang Juggernauts. Layaknya kutukan, sang pemimpin klasemen sebelumnya sering kali gagal merebut posisi juara. Entahlah, ini seperti dongeng tapi selalu ada di pikiran komunitas League of Legends Indonesia.

finals
Finals LGS Spring 2017 antara Headhunters melawan Fortius Gaming

Final yang mempertemukan Fortius melawan Headhunters adalah match sempurna yang memperebutkan 100 juta rupiah dan akan mewakili Indonesia di GPL musim ini. Saya tidak bisa bilang yang mana yang dianggap komunitas Juggernauts ataupun Hero dalam match ini, tapi kutukan berkata sepertinya Fortius akan kalah karena mereka yang berada di posisi teratas.

Headhunters mengambil game pertama dengan meyakinkan, membawa skor menjadi 1-0. Komunitas bersorak, sepertinya inilah tim “Hero” The Finals kali ini.  Namun Fortius tidak menyerah dengan mitos, bagi mereka kerja keras berlatih selama ini harus terbayar lunas dengan kemenangan. Fortius berhasil mengembalikan posisi menjadi 1-1 dengan kemenangan di game kedua, yang ternyata menjadi bola salju kemenangan beruntun 3 kali dan membuat mereka menjadi juara LGS Spring 2017 dengan skor 3-1!

Fortius, Sang Juara LGS Spring 2017
Fortius, Sang Juara LGS Spring 2017

Kemenangan Fortius menjadi pemecah kutukan tentang pemimpin klasemen, begitu pula dengan penantian masa lalu Jakarta Juggernauts untuk dapat kembali mengangkat piala LGS dan posisi sebagai tim League of Legends terbaik di Indonesia. Saya percaya senyum lebar tergambarkan di wajah Henry “TwoJ” Louis, sang legenda LoL Indonesia yang telah berhasil membangun sebuah tim yang memiliki manajemen yang baik dan performa yang sangat baik dan menjadi aktor di balik layar untuk kesuksesan Fortius.

Fortius adalah bukti nyata bahwa usaha yang gigih dan kerja sama tim yang baik menjadi kunci menjadi juara. Mereka tidak memilih mundur saat kalah di empat season sebelumnya, tapi memilih untuk terus berusaha, hari ini mereka petik hasilnya. Tidak ada yang tidak mungkin, kekalahan hari ini adalah pelajaran, dan esok hari, suara kecil di dalam hati akan berkata “Ayo coba lagi”, itulah keberanian yang sejati.

Benhard Martin

Esports enthusiast and League of Legends monkey wrench.

Facebook Twitter 

Leave a Reply


comments