Know The History: Telecom War

Know The History: Telecom War
esports_2

Salah satu rivalitas tertua dan paling terkenal dalam sejarah esports adalah Telecom War. Telecom War merupakan rivalitas antara dua perusahaan telekomunikasi terbesar di Korea Selatan di kancah Esports, yakni kt Rolster milik Korea Telecom (kt) melawan SK Telecom T1 milik SK Telecom. Dari Telecom War, muncul beberapa generasi pemain dan pemain-pemain tersebut berhasil mengubah permainan secara keseluruhan.

Tidak ada rivalitas yang bertahan lebih lama dari Telecom War yang sudah berlangsung bertahun-tahun sampai sekarang. Tak hanya di League of Legends saja, rivalitas ini juga merambah ke kancah esports lain yang bakal mempertemukan kt Rolster dan SK Telecom T1, seperti StarCraft. Lalu, bagaimana awal mula rivalitas ini terjadi?


Semua berawal dari rivalitas dua pemain StarCraft: Brood War legendaris yakni Boxer dan YellOw yang pada saat itu masih belum bermain untuk SK Telecom T1 maupun kt Rolster. Sejak tahun 2001, kedua pemain ini sudah sering bertemu dan rivalitas kedua pemain ini termasuk yang paling terkenal di Korea Selatan. Boxer bermain di bawah banner SK Telecom T1 saat timnya 4 Union diakuisisi oleh SK Telecom pada tahun 2004 sedangkan YellOw mendirikan KTF MagicNs pada tahun 2001 sebelum mengubah nama tim menjadi kt Rolster pada tahun 2009.

Meskipun rekor head-to-head kedua pemain terlihat cukup tipis, Boxer selalu berhasil memenangkan pertandingan penting di beberapa kejuaraan individu. Meskipun sering bertemu, rivalitas kedua pemain ini baru memanas saat Proleague dimulai. Proleague adalah sebuah liga StarCraft: Brood War yang diselenggarakan pada tahun 2003. Pada tahun 2005, kedua tim untuk pertama kalinya bertemu di babak Final. SK Telecom T1 berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan KTF MagicNs.

Setelah Final Proleague 2005, kedua tim pun memasuki masa kemunduran. Beberapa pemain mulai menua dan memutuskan untuk pensiun atau mengikuti wajib militer. Boxer bahkan mengumumkan bahwa dirinya akan meninggalkan tim dan bergabung dengan Angkatan Udara.

Pada tahun 2007, muncul seorang pemain bernama Flash yang disebut-sebut sebagai pemain StarCraft terbaik sepanjang sejarah. Ia menjalani debutnya sebagai pemain profesional pada usia 14 tahun di bawah banner KTF MagicNs. Selama bertahun-tahun, Flash berhasil menciptakan dominasi dalam kurun waktu yang cukup lama setelah berhasi menjuarai turnamen OnGameNet Starleague (OSL) pada tahun 2008.

Flash juga berhasil membawa kt Rolster menjuarai 2009-2010 Proleague dan 2010-2011 Proleague dengan mengalahkan SK Telecom T1 di babak Final sebanyak dua kali. Meskipun SK Telecom T1 berhasil menjuarai 2011-2012 Proleague dari kt Rolster, dominasi Flash di beberapa liga profesional sama sekali tidak tertandingi.

Tahun 2012 menjadi perubahan yang cukup besar bagi kancah esports Korea Selatan. Meskipun banyak pemain yang memilih untuk menetap di Brood War setelah StarCraft 2 dirilis pada tahun 2010, jumlah hadiah uang yang ditawarkan StarCraft 2 jauh lebih besar membuat beberapa pemain mulai bermigrasi ke StarCraft 2.

Selain itu pada tahun 2012, League of Legends mulai dirilis di Korea Selatan. Popularitas League of Legends di Korea Selatan dimanfaatkan oleh beberapa tim besar untuk ikut terjun, termasuk SK Telecom T1 dan kt Rolster.

Faker_3

kt Rolster menciptakan skuad kt Rolster Arrow dan Bullets, sementara SK Telecom mengakuisisi sebuah tim yang diberi nama SK Telecom T1 #1 (kemudian berubah nama menjadi SK Telecom T1 S) dan pada tahun 2013 mereka membuat tim kedua dengan nama SK Telecom T1 #2 (SK Telecom T1 K) yang dibangun seorang rising star yang saat ini dikenal sebagai pemain terbaik di dunia, Faker.

kt Rolster berhasil menciptakan nama mereka di League of Legends dengan cepat lewat keberhasilan mendominasi Championship Winter 2012-2013. Sama halnya dengan kt Rolster, SK Telecom T1 juga menunjukkan hasil yang sangat bagus selama Spring Split 2013. Pada tahun 2013, baik kt Rolster maupun SK Telecom T1 menjadi tim terkuat di Korea.

Pada bulan Agustus di sebuah lapangan dekat Jamsil Olympic Stadium, Korea Selatan pada tahun 2013, kedua tim untuk pertama kalinya bertemu di babak Final. SK Telecom T1 K memiliki deretan pemain dengan skill individual yang tinggi sedangkan kt Rolster Bullets memiliki teamplay yang jauh lebih kuat. Pertarungan epik antara kedua tim pun tidak terelakkan lagi.

Saking epiknya, pertarungan kedua tim harus diselesaikan sampai game kelima di mana pada saat itu aturan game kelima menggunakan format Blind Pick. Pada game kelima ini, tercipta salah satu permainan bersejarah di League of Legends dan menjadi penentu hasil pertandingan: Outplay Faker melawan Ryu menggunakan Zed.

Outplay tersebut menjadi penentu hasil akhir pertandingan dan SK Telecom T1 berhasil menaklukkan kt Bullets 3-2 untuk menjuarai Championship 2013 Summer. Proses Seeding pada waktu itu tidak membuat kt Rolster Bullets lolos ke Worlds 2013 karena menempati posisi kedua, sedangkan SK Telecom T1 berhasil lolos ke Worlds 2013 dan menjadi juara setelah mengalahkan Royal Club yang dipimpin oleh Uzi di partai Final 3-0.

SK Telecom T1 pulang dan menjadi tim tak terkalahkan pada awal 2014. kt Bullets yang menghadang mereka di semifinal pun bukanlah tandingannya. SK Telecom T1 memiliki roster yang sangat kuat. Sayangnya, dominasi mereka tidak berlangsung lama khususnya bagi T1 K. Kegagalan demi kegagalan mendera T1 K dan mereka gagal lolos ke Worlds 2014 untuk mempertahankan gelar juara. kt Rolster juga mengalami hal yang sama.

Tahun 2015 menjadi perubahan yang cukup besar bagi esports Korea. Region-region lain seperti EU, NA, dan CN mulai mendatangkan pemain-pemain Korea dengan nilai kontrak yang sangat besar dibandingkan dengan Korea. Eksodus besar-besaran pun terjadi.

Selain itu, pada tahun 2015 LCK lahir dan peraturan baru tidak lagi memperbolehkan sebuah organisasi memiliki 2 tim sehingga kt Rolster dan SK Telecom T1 menggabungkan kedua skuadnya menjadi satu tim. Pada tahun 2015 pula muncul sebuah tim baru bernama GE Tigers yang mulai mendominasi.

Skuad baru SK Telecom T1 yang terdiri dari MaRin (T1 S), Bengi (T1 K), Faker (T1 K), Bang (T1 S), dan Wolf (T1 S) tampil sebagai skuad yang sangat dominan. Mereka berhasil menyapu bersih setiap pertandingan dan menjuarai LCK Spring 2015. Bahkan tim seperti GE Tigers dan kt Rolster kesulitan menandingi SK Telecom T1.

Final Summer 2015 menjadi pertemuan pertama antara SK Telecom T1 dan kt Rolster setelah pertemuan terakhir pada tahun 2013 silam. Namun, sekali lagi SK Telecom T1 berhasil mengalahkan kt Rolster dan menjuarai LCK Summer 2015. Setelah itu, SK Telecom T1 melanjutkan dominasinya di kancah internasional dengan menjuarai Worlds 2015, MSI 2016, dan Worlds 2016.

Meskipun SK Telecom T1 sangat mendominasi, bukan berarti kt Rolster tidak punya kesempatan. Pada semifinal LCK Summer 2016, kt Rolster berhasil mengeliminasi SK Telecom T1 dari perebutan titel juara LCK Summer dan memutus gelar juara LCK milik SK Telecom T1. Sayangnya, di babak Final kt Rolster harus mengakui keunggulan ROX Tigers 3-2. 2016 masih menjadi milik SK Telecom T1.

Lapar akan kemenangan, kt Rolster melakukan perombakan roster pada awal tahun 2017 dengan membawa segudang pemain terkenal seperti Smeb, Pawn, Deft, dan Mata ke dalam skuad. Gelar juara tampak akan menjadi milik kt Rolster, namun kenyataannya justru tidak.

Pada LCK Spring 2017, mereka dikalahkan oleh SK Telecom T1 3-0 dan pada LCK Summer 2017 mereka lagi-lagi dikalahkan oleh SK Telecom T1 3-2. kt Rolster juga gagal lolos ke Worlds 2017 setelah tersingkir di Regional Qualifier. Untungnya, SK Telecom T1 gagal menjuarai Worlds 2017 sehingga tahun 2017 bukanlah milik SK Telecom T1 maupun kt Rolster.

Tahun 2018 menjadi tahun yang buruk bagi SK Telecom T1. Setelah hampir saja tidak lolos ke babak Playoffs LCK Spring 2018, mereka tersingkir di babak pertama Playoffs setelah kalah dari kt Rolster 3-1. Uniknya, kt Rolster berhasil melakukannya bukan dengan pemain bintangnya, melainkan dengan dua pemain subnya Rush dan Ucal.

Rivalitas SK Telecom T1 dan kt Rolster sudah terjadi dalam beberapa bentuk di beberapa video game berbeda. Generasi pemain dan pelatih telah memainkan bagiannya dan saat pemain duduk di depan PC-nya di atas panggung, ada sebuah tekanan yang akan menaikkan motivasinya untuk menampilkan yang terbaik.

In the end, posisi pada satu split atau turnamen bukanlah masalah. Fans akan terus berdatangan dan menyuarakan dukungannya saat SK Telecom dan kt Rolster bertanding. Kedua tim sama-sama sudah merasakan kemenangan dan kejayaan, namun Telecom War masih jauh dari kata selesai sampai ada satu pihak yang berhenti.

Laurent Vic

Writer, Gamer, Mechanical Keyboard Enthusiast, Dank Memer, Noob Yu-Gi-Oh! Duelist (Red Archfiend User). My articles does not reflect my personal opinion.

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply