KZ Deft: Aku Ingin Menjadi Pemimpin Tim di Kingzone

KZ Deft: Aku Ingin Menjadi Pemimpin Tim di Kingzone
Deft1

KZ Deft menemukan rumah baru di Kingzone DragonX setelah keluar dari kt Rolster. Dalam wawancaranya bersama InvenGlobal, Deft menyebutkan bahwa Kingzone bisa menjadi tim terakhir yang akan dibelanya. Ia khawatir bahwa peluang untuk bisa bertahan di level tertinggi sudah semakin dekat.

Setelah memutuskan diri untuk keluar dari Super Team, kt Rolster, Deft disebut hanya ingin bergabung dengan tim yang dapat membuatnya berkembang. Pemain berusia 22 tahun ini menyebut bahwa dirinya ingin menjadi sosok pemimpin di dalam tim yang bisa diandalkan.

DEFT

Untuk itu, ia tak ingin bergabung dengan tim-tim yang diisi oleh pemain bintang ataupun veteran.

“Ketika aku memutuskan untuk meninggalkan kt Rolster, aku mencari tim yang berbeda (tidak sama dengan roster yang dimiliki oleh tim sebelumnya). Di antara tim-tim yang ada, Kingzone DragonX menarik perhatianku. Pemain-pemain di sana terbilang muda dan kurang berpenagalaman. Di sana aku bisa menjadi sosok pemimpin dan menjadi pemain yang bisa diandalkan,” ujarnya dalam wawancara eksklusif tersebut.

“Di kt Rolster, kebanyakan pemainnya veteran, dan saya selalu menyalahkan diri saya jika terjadi sebuah kesalahan. Itulah yang menjadi beban yang saya rasakan selama ini. Bersama dengan Kingzone, aku rasa aku bisa mengangkat sedikit beban tersebut. Hal ini juga membuat saya sadar bahwa inilah saat yang tepat bagi saya untuk menjadi seorang pemimpin,” tambahnya lagi.

kt Rolster

Deft juga menambahkan mengapa dirinya begitu menginginkan menjadi seorang pemimpin. Menurutnya, dengan diberikan tugas yang cukup penting dan mengatur langsung tim yang dibela, ini akan meningkatkan gaya permainannya.

Saat berada di kt Rolster, Deft merasa bahwa pemain-pemain di sana memiliki kualitas dan pengalaman yang lebih baik dibandingkan dirinya. Memang, di sana tak ada yang memintanya untuk tampil bersinar sebagai seorang ADC, dan di sana juga tidak ada senioritas. Namun, hal itu membuatnya terlalu nyaman dan bertahan dalam situasi tersebut dalam waktu yang cukup lama. Pada akhirnya, ia pun mengambil keputusan untuk mengubah semuanya.

Smeb

Menurutnya, ia bisa tampil lebih baik ketika berada dalam sebuah tekanan. Ketika berada dalam situasi yang terlalu nyaman, Deft justru tidak tampil maksimal.

Semoga kepindahannya ini bisa membuat permainannya menjadi lebih baik ya.

Raka Marko

Leave a Reply