KZ PraY: Kami Tak Tahu Tim AFs Berlatih Lebih Keras dari Kami

KZ PraY: Kami Tak Tahu Tim AFs Berlatih Lebih Keras dari Kami
Kingzone DragonX (1)

Kingzone DragonX berhasil menjadi juara LCK Spring 2018 setelah mengalahkan Afreeca Freecs di babak final kemarin. Peanut dan kawan-kawan menghabisi lawannya dengan skor 3-1 dan berhak melangkah ke Mid-Season Invitational (MSI) 2018.

Pada pertandingan final tersebut, PraY tampil memukau dan menjadi MVP (Most Valuable Player) dengan menggunakan Kai’Sa sepanjang pertandingan. Duetnya dengan GorillA (Morgana) benar-benar tak bisa dihentikan oleh para pemain Afreeca Freecs.

Namun, PraY sempat dibuat kaget dengan performa Afreeca Freecs di Game 1. Kuro dan kawan-kawan memberikan perlawanan yang sangat apik untuk memenangkan pertarungan. Menurut PraY, performa bagus dari tim lawan dikarenakan para pemain berlatih lebih keras dari Kingzone DragonX.

pray

“Afreeca Freecs dikenal dengan porsi latihan yang sangat panjang dan berat. Tapi kami benar-benar tak tahu kalau mereka berlatih lebih keras dari kami,” ungkap PraY dalam wawancaranya dengan InvenGlobal.

Performa Afreeca Freecs sepanjang Split memang luar biasa. Mereka berhasil menyelesaikan Regular Season di peringkat 2, di atas tim besar seperti kt Rolster, SK Telecom T1, dan juga KSV eSports. Kuro dan kawan-kawan juga berhasil melangkah ke final setelah membabat kt Rolster dengan skor 3-1 di semifinal.

Sekali lagi, selamat untuk Kingzone DragonX yang keluar sebagai juara LCK Spring Split 2018. Dan untuk Afreeca Freecs, semoga mereka bisa kembali performa gemilang pada Split berikutnya.

Raka Marko

Leave a Reply