10 Pemain NA Yang Paling Ditunggu Penampilannya

10 Pemain NA Yang Paling Ditunggu Penampilannya
NA LCS Logo

Minggu depan kita semua mulai dapat menikmati turnamen di masing-masing Region. Ada LCK, LPL, EU LCS, NA LCS, LMS, dan pastinya LGS Spring 2018.

Dari Region NA, ada beberapa pemain yang wajib kita tonton penampilannya bersama tim baru mereka. Sebut saja ada Doublelift yang siap balas dendam terhadap mantan timnya, Team SoloMid. Ada juga pemain veteran yang comeback, Meteos. Terus duo Mid Laner dari EU yang mencoba peruntungannya di NA LCS, Febiven dan PowerOfEvil serta kembalinya sang idola di NA di season 2016, Huni di Echo Fox.

Di antara semua transfer dan perpindahan pemain, kami telah merangkum 10 pemain yang wajib kita tunggu penampilannya di NA LCS.


100 Thieves – Meteos

100 thieves meteos


Tahun ini adalah bukti kembalinya Meteos ke kancah kompetitif. Sempat vakum dan menjadi seorang streamer, Meteos telah kembali dan siap memberikan 100% kemampuannya bagi 100 Thieves. Dihuni oleh duo Korean, Ssumday dan Ryu serta mantan legenda sekaligus shotcaller CLG Aphromoo. Bukan tidak mungkin, 100 Thieves akan menjadi tim kuda hitam layaknya Phoenix1 di season 2017. Mantan pemain Cloud9 ini diharapkan dapat mengeluarkan permainan terbaik dari Ssumday dan Ryu seperti dia bersama Balls dan Hai di Cloud9.


Cloud9 – Svenskeren

c9 svenskeren


Mantan pemain TSM ini dianggap sebagai salah satu kambing hitam dalam gagalnya TSM perform di World Championship 2017 kemarin. Sikap skeptis terhadap performa Svenskeren di TSM. Hal yang wajar, mengingat Svenskeren dinilai tampil yang paling buruk dan banyak melakukan hal yang tidak penting. Bersamaan dengan tim Cloud9 yang masih kesulitan dalam mencari Jungle baru. Sempat dipegang Hai dan Meteos, Jungle baru dari Cloud9 yang diisi oleh Contractz dan Rush nampaknya masih belum mampu memuaskan Cloud9 hingga akhirnya Svenskeren datang. Walaupun, para fans Cloud9 mengeluhkan dengan performa Svenskeren sewaktu membela TSM. Tapi, Svens telah menjadi bagian dari Cloud9 dan inilah saat yang tepat bagi Svens untuk membungkam semua kritik kepada dirinya dengan mengantarkan Cloud9 menjadi juara di NA LCS Spring 2018 ini.


Counter Logic Gaming – Huhi

clg huhi

Huhi adalah salah satu pemain paling konsisten di kubu CLG. Betapa tidak, performa Huhi selama 2017 kemarin sangatlah mengagumkan. Andai saja CLG menjadi juara NA LCS, bukan tidak mungkin gelar MVP akan jatuh ke tangan Huhi. Dengan champion andalannya Aurelion Sol, Huhi diyakini dapat membawa Counter Logic Gaming berjaya di tahun ini. Disokong oleh Korean Jungler, Reignover serta Support baru Biofrost, Huhi patut untuk ditonton dan diperhatikan sepanjang Spring 2018 ini.


Clutch Gaming – Febiven

cc febiven

Mantan pemain Fnatic dan H2K, Febiven memang salah satu Midlaner terbaik di EU. Bersama Fnatic, Febiven mampu mendominasi EU dengan sangat baik walaupun performanya bersama H2K terbilang kurang begitu baik. Dengan berpindah ke NA, tentu saja tugas berat menanti pemain berdarah Belanda ini. Adaptasi menjadi faktor terpenting bagi Febiven agar dapat segera perform di NA LCS. Tergabung bersama mantan roster EnVyUS seperti Solo, Hakuho, dan Apollo serta pemain impor LirA, Febiven memiliki target membawa Clutch Gaming masuk ke Top 6 di Spring 2018.


Echo Fox – Huni

fox huni

Kembalinya sang maestro Huni ke NA memanglah tidak mengejutkan. Sudah mencicipi asam garam di EU, NA dan LCK, tentu bermain lagi di NA bukan masalah besar bagi Huni. Meskipun selama bermain di SKT, Huni dianggap gagal tapi Huni diyakini dapat menjawab kritik tersebut bersama Echo Fox. Echo Fox 2018 ini memang berisikan pemain dengan penuh talenta. Dalam regular season, Huni memiliki rekor winrate 86% sejak tahun 2015. Rekor yang sangat mengesankan dari seorang pemain professional. Hanya tinggal menunggu waktu saja, hingga akhirnya Echo Fox sukses di NA LCS.


FlyQuest – Wildturtle

fly wildturtle

Kali ini Wildturtle kembali dengan roster yang dibangun untuk memaksimalkan potensinya. Di tim sebelumnya seperti TSM, Wildturtle seolah-olah hanya menjadi pelengkap dan tim lebih berfokus pada Bjergsen. Hal ini membuat Wildturtle tidak mampu mengeluarkan talentanya. Dengan kehadiran Flame dan AnDa, ini akan membuat Wildturtle menegaskan sebagai pemimpin dari tim ini. Dengan permainan konsisten di season lalu, hal yang wajar apabila Wildturtle dipercaya untuk memimpin para pemain baru dari FlyQuest.


Golden Guardians – Hai

gg hai

Sang legenda masih akan aktif bermain di NA LCS. Sebagai seorang veteran, Hai memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat bagus baik sebagai pemimpin ataupun guru bagi rekan-rekan barunya. Dengan kehadiran pemain Midlaner baru di beberapa tim, sebut saja Febiven dan PowerOfEvil maka Hai harus bersiap diri menghadapi talenta emas dari EU ini. Permasalahannya adalah seberapa tangguh roster yang dimiliki Golden Guardians untuk mengarungi NA LCS. Mengingat menurut beberapa pihak, Golden Guardians dianggap memiliki roster “terlemah” dibandingkan tim-tim lainnya.


OpTic Gaming – PowerOfEvil

optic gaming powerofevil


Sang Midlaner All-Star kemarin datang untuk menguji keberuntungannya di NA LCS. Tergabung bersama organisasi raksasa yang dikenal melalui permainan Call of Duty, roster yang berisikan zig dan Akaadian serta pemain veteran LemonNation dianggap mampu meraih kesuksesan di NA LCS 2018. Dengan gaya permainan, laning phase yang sangat kuat serta didukung track record pemain impor EU yang selalu sukses di NA. Maka pemain dengan sapaan POE ini pasti memiliki modal yang lebih dari cukup untuk membuktikan kualitasnya di Summoner Rift nanti.

 


Team Liquid – Doublelift

tl doublelift

Ini bukanlah soal juara namun hal ini adalah urusan personal. NA LCS Spring 2018 akan menjadi pembuktian bagi Doublelift untuk menghancurkan dinasti TSM selama beberapa tahun terakhir. Semua orang yakin dengan kemampuan seorang Doublelift. Ia adalah salah satu pemain terbaik di NA LCS namun tidak di panggung internasional. Berulang kali, Doublelift gagal membawa tim North America untuk sukses di World Championship. Walaupun begitu Doublelift tetaplah Doublelift, ia sekarang bersama Team Liquid dan didukung oleh Olleh (Support terbaik di NA). Menarik untuk ditunggu, seberapa tangguh Doublelift dan Olleh dalam menghadapi duo Bottom lane di tim NA LCS lainnya.


Team SoloMid – Zven & Mithy

tsm zven-mithy

Mereka adalah duo Bot lane yang tidak terpisahkan. Sejak bersama-sama membela Origen, Zven dan Mithy selalu berada di satu tim yang sama. Secara kertas, tentu saja mereka adalah yang terbaik di EU dan dianggap sebagai sebuah “improvement” daripada duet Doublelift dan Biofrost. Selain telah memiliki pengalaman yang cukup, penampilan dan konsistensi mereka bersama G2 Esports dianggap yang terbaik di jajaran Eropa. Tapi seberapa bagus mereka tampil di NA. Dengan konsistensi yang mereka tunjukkan selama membela Origen dan G2 Esports, harusnya adaptasi bukanlah hal sulit bagi mereka.


Itulah mereka 10 pemain yang wajib kalian tonton di minggu depan. Jangan lewatkan aksi mereka semua di panggung tertinggi NA LCS 2018!

aris "BTR · Todd" nugraha S

KA ME HAME HAAA!!!! #BTRWIN

Leave a Reply


comments