LGS Spring 2017 Team Profile: Phoenix Esports

LGS Spring 2017 Team Profile: Phoenix Esports
phx

Skuad berisi lima pemain Korea tidak menjamin gelar juara. Setidaknya itulah yang terjadi pada Phoenix Esports di LGS musim lalu.

Walaupun diisi oleh Klourgy (OPM), Cuzz, Never, Pnut dan FiddleOP yang merupakan pemain-pemain berskill tinggi, Phoenix tidak menunjukkan performa yang konsisten sepanjang LGS Summer 2016 berlangsung. Terutama ketika FiddleOP absen, Phoenix yang sedang memimpin klasemen harus tumbang di 2 game berturut-turut, menyia-nyiakan 2 poin yang seharusnya mereka bisa raih.

Apa yang sebenarnya membuat Phoenix K-Squad hanya bisa mencapai posisi 4 besar musim lalu? Jawaban yang paling masuk akal adalah, motivasi. Mereka tidak seperti bermain untuk menang. Ketika dihadapkan pada pertandingan-pertandingan penting, K-Squad terlihat lepas konsentrasi terutama ketika teamfight berlangsung. Saat melawan Fortius di perebutan juara 3, mereka tidak memberikan perlawanan yang berarti terhadap Beyond dkk sehingga Fortius dapat menang 2-0 dengan mudah.

Phoenix Esports di LGS Summer 2016
Phoenix Esports di LGS Summer 2016

Sudah tentu bukan sesuatu yang mengejutkan jika manajemen Phoenix Esports yang memiliki 2 cabang iCafe di Jakarta Barat ini memutuskan untuk merombak ulang skuad mereka menjelang LGS Spring 2017. Tidak ada satupun pemain dari roster sebelumnya yang tetap stay bersama PHX – seperti burung Phoenix yang melambangkan ketidakterbatasan, mereka terlahir kembali dengan api yang baru.

Untuk bersaing di papan atas LGS, mereka merekrut pemain-pemain yang siap berkomitmen full-time demi meraih gelar juara. Mereka adalah Bintang “Binx” Pamungkas – midlaner tim Terserah yang akan tampil kembali di LGS selama 5 musim berturut-turut, Randy “Santana” Manik – rekan satu tim Binx di Terserah yang mengisi posisi ADC, Govher “Gov” Tallulembang Madethen – support berbakat yang pernah bermain di tim Fortius, dan Patric “Phoenix” Parmonangan Siagian – jungler pintar yang kebetulan memiliki nickname sama dengan timnya saat ini.

Sementara di toplane, Phoenix Esports memasukkan nama baru yang sedang naik daun di server Indonesia – Lee “Makes me inspire” Beumchan. Pemain asal Korea berusia 20 tahun ini menempati peringkat pertama Challenger server Indonesia saat ini, dan kiprahnya di kancah kompetitif akan semakin terasah di LGS setelah sebelumnya bermain untuk tim Kamikaze di Glorious Arena.

 

Ada satu hal yang unik dari Phoenix Esports. Jika ditelusuri dari belakang, Phoenix Esports berawal dari pecahnya tim Terserah yang pada waktu itu dihuni FiddleOP, Cuzz, Never, Pnut, Binx dan Peel. Akibat konflik internal, mereka memutuskan untuk pecah kongsi dan menjadi dua kubu yang berbeda: TSR Korea yang diisi Cuzz, Pnut, Never, Peel dan FiddleOP, dan TSR Binx yang sudah menempati slot LGS sejak Season 3. Akibatnya, slot Terserah di LGS Summer 2016 hilang dan kedua tim tersebut harus mengulang dari Promotion Series.

Namun hebatnya, baik TSR Korea (Ang Kimotti) dan TSR Binx sama-sama lolos ke LGS Summer 2016 meski bermain dengan skuad yang baru. Kedua tim ini lalu diakuisisi 2 sponsor yang juga merupakan rival bisnis di bidang warnet gamecenter: Phoenix Esports ke TSR Korea dan Gamer Village ke TSR Binx. Setelah Gamer Village terdegradasi di Promotion Series dan Phoenix Esports melepas roster Korea mereka, Binx direkrut ke skuad Phoenix yang baru. Itu artinya, Phoenix Esports seolah menjadi reinkarnasi tim Terserah seperti filosofi sang burung api.

 

Dengan lineup ini, Phoenix Esports bisa menjadi penantang bagi 3 tim yang diramalkan akan menjadi penguasa klasemen puncak, yaitu Fortius, Headhunters dan Duck in a Box. Tentunya posisi 4 besar bukanlah target yang harus dipertahankan musim ini, melainkan titel LGS yang sejak dulu belum pernah diraih oleh Binx.

Roster Phoenix Esports terlihat menjanjikan di atas kertas, namun dapatkah mereka konsisten merebut poin selama 3 bulan LGS Spring 2017 berlangsung? Saksikan kiprah mereka mulai tanggal 21 Januari di hari Sabtu. Selama 3 bulan penuh, mereka akan bertanding melawan 7 tim yang tidak kalah hebatnya untuk memperebutkan piala dan uang tunai dengan total ratusan juta Rupiah!

Pertandingan LGS Spring 2017 dapat disaksikan melalui livestream di channel Youtube League of Legends Indonesia.

Info mengenai LGS Spring 2017 bisa didapatkan melalui fanpage (facebook.com/garenalolesportsid) dan website LOL Esports Indonesia (lolesports.garena.co.id).

 

Roster Phoenix Esports:

  • Beumchan “Inspire” Lee (Top)
  • Yehezkiel Patric “Phoenix” Parmonangan Siagian (Jungle)
  • Bintang “Binx” Pamungkas (Mid)
  • Randy “Santana” Heryanto Manik (ADC)
  • Govher “Gov” Tallulembang Madethen (Support)

 

 

fusion jazz - vaporwave - instrumental hiphop

Facebook Twitter 

Leave a Reply


comments