Lustboy: Pemain TSM Tidak Terbiasa Kalah

Lustboy: Pemain TSM Tidak Terbiasa Kalah
LustboyTSM

Musim ini mungkin menjadi musim terburuk dalam sejarah organisasi Team Solomid. Meskipun skuad tahun ini diisi oleh pemain-pemain top dan bertalenta seperti Hauntzer, Bjergsen serta Zven, sejauh ini TSM gagal menunjukkan permainan terbaiknya.

Pada minggu keempat NA LCS Summer 2018, TSM menderita 2 kekalahan dari 100 Thieves dan Echo Fox. Ironisnya, penyebab kekalahan yang pada dua pertandingan tersebut sama, yaitu TSM gagal mempertahankan keunggulan karena bermain pasif dan melakukan beberapa kesalahan krusial.

Gaya bermain pasif dan menunggu kesalahan lawan yang diusung TSM terlihat kurang efektif pada tahun ini. Sepertinya lawan-lawan tim berusia 7 tahun tersebut kini menemukan cara untuk menangkalnya, yaitu dengan bermain agresif dan menggulung TSM lewat snowball.

Pergantian pelatih yang dilakukan pada awal Summer Split ini juga masih belum membawakan hasil bagus. Lustboy, yang kini didaulat sebagai kepala pelatih menggantikan SSONG, mengaku masih kesulitan untuk mengangkat performa skuad baru TSM. Apa sebenarnya yang terjadi di dalam TSM?

Team SoloMid (TSM) NA LCS Spring 2018 (1)

Lewat sebuah interview dengan Invenglobal, Lustboy mengungkapkan bahwa alasan terbesar anjloknya performa TSM pada tahun ini adalah karena kurangnya kepercayaan antar pemain. Terbiasa berada di peringkat satu dan terus meraih kemenangan membuat pemain TSM sulit menerima kekalahan.

“Memang ada beberapa hal, namun alasan utama mengapa performa TSM anjlok adalah karena kurangnya kepercayaan antar pemain. Selain itu, para pemain juga tidak terbiasa mengalami kekalahan sehingga mereka kesulitan menangani keadaan ini. Duo Botlane kami (Zven dan Mithy) selalu menjadi nomor satu di Eropa, sedangkan Hauntzer dan Bjergsen selalu menjadi nomor satu di NA,” ucap Lustboy.

Mantan pelatih Longzhu Gaming ini  juga memberikan komentar mengenai Grig, Jungler baru TSM yang saat ini menjadi perdebatan di kalangan fans. Menurutnya, mantan pemain Echo Fox tersebut masih belum bisa tampil maksimal karena mengalami demam panggung. Meski begitu, Lustboy sejauh ini merasa puas dengan apa yang ditunjukkan oleh pemain bernama Jonathan Aramo itu.

“Grig selalu tampil bagus saat scrimming, namun saat bermain diatas panggung dia terlihat gugup. Saat ini saya puas dengan apa yang ditunjukkan oleh Grig. Ia membuat shotcall yang krusial di dalam tim. Itu alasan mengapa saya memilih Grig daripada MikeYeung,” tambah Lustboy.

Grig

Lustboy yakin jika para pemain bisa menangani keadaan ini dan mulai percaya, kemenangan bakal datang. Pria bernama Ham Jang-sik tersebut juga berharap bahwa meta masih tetap stabil supaya TSM punya waktu untuk terus berkembang.

“Kupikir jika para pemain mulai bisa menerima keadaan dan mulai percaya satu sama lain, kami akan mulai meraih hasil yang baik pada pertandingan selanjutnya. Aku juga berharap semoga meta tetap stabil seperti ini supaya kami punya waktu untuk berkembang,” tutupnya.

Laurent Vic

RIP AND TEAR UNTIL IT'S DONE

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply