Mainkan Wukong Mid, Fnatic Amankan Posisi Puncak Dari Splyce

Mainkan Wukong Mid, Fnatic Amankan Posisi Puncak Dari Splyce
Fnatic

Kalau harus menyebutkan satu champion yang sejauh ini menciptakan kejutan dan membawa tim yang menguncinya menang, Wukong adalah salah satu champion tersebut. Sejauh ini Wukong sudah muncul sebanyak 2 kali di kancah kompetitif EU LCS Summer Split 2018 dan sejauh ini pula hanya ada satu tim yang berani menggunakan jasanya yakni Fnatic.

Fnatic memang meraih kesuksesan besar berkat pick Wukong. Dimainkan oleh sang Midlaner Caps sebagai seorang Assassin, dua kemenangan berhasil diraih dan Wukong juga berperan menjadi kunci kemenangan Fnatic.

Debut Wukong pada musim ini dimulai saat Fnatic menghentikan rekor 9 kemenangan beruntun Misfits. Wukong memang tidak menciptakan play yang sensasional, namun perannya di setiap teamfight cukup besar dalam mematikan sang AD Carry Hans Sama. Caps selalu bisa menemukan cara untuk menembus backrow Misfits dan membunuh Hans Sama dengan cepat.

Berniat mengulangi kesuksesan yang sama, Caps memutuskan untuk mengunci Wukong sekali lagi pada saat melawan Splyce pada minggu ini. Kemenangan wajib didapatkan oleh Fnatic jika ingin terus bersaing memperebutkan spot di babak Semifinal Playoffs.

Berbeda dengan pertandingan melawan Misfits, kali ini Wukong memegang peran yang jauh lebih vital dalam kemenangan Fnatic. Early game memang menjadi milik Splyce berkat keberhasilan gank dari Xerxe dan Nisqy, perlahan tapi pasti Fnatic mulai mengungguli Splyce dan memegang kendali permainan.

Caps baru mulai menggila saat memasuki mid game dimana fight mulai sering terjadi. Burst damagenya yang terlalu besar dan ditambah dengan kemampuan engage dari Cyclone beberapa kali berhasil membalikkan keadaan dan memenangkan Fnatic. Sayangnya, Fnatic yang terlalu lama menetap di base Splyce harus menerima hukuman dari Splyce dan Splyce bisa mengejar progress Fnatic.

Setelah berhasil mengusir Fnatic dari basenya, Splyce langsung bergerak mengamankan objektif penting seperti Elder Dragon dan Baron supaya bisa mengimbangi Fnatic. Objektif-objektif tersebut memberikan kekuatan yang cukup bagi Splyce untuk meredam agresi Fnatic.

Splyce tampaknya akan berhasil melakukan comeback, namun sekali lagi Caps muncul sebagai pahlawan bagi Fnatic. Kombo engage Nimbus Strike-Crushing Blow-Cyclone berhasil mengobrak-abrik backrow Splyce dan membuat pemain Splyce lari berhamburan sementara rekan setimnya berusaha mengejar.

Meskipun Splyce berhasil bertahan berkat permainan Nisqy, setidaknya Fnatic berhasil mencegah Elder Dragon diambil untuk kedua kalinya. Fnatic pun juga punya kesempatan untuk meredam comeback Splyce. Pada percobaan kedua, Fnatic lagi-lagi berhasil menghentikan Splyce mengambil Elder Dragon berkat permainan Caps. Tak hanya berhasil menghentikan Splyce, Broxah juga berhasil mencuri Elder Dragon.

Kombo engage mematikan dari Caps juga kembali muncul saat teamfight terakhir. Caps berhasil menemukan celah dimana Ia bisa masuk mengeksekusi Odoamne yang sedang kritis dan langsung menggunakan Cyclone untuk melakukan re-engage teamfight. Setelah berhasil mendapatkan Ace, Fnatic langsung bergerak ke base Splyce untuk menutup pertandingan dan mengamankan posisi puncak klasemen.

Kemenangan ini membuat Fnatic masih menetap di posisi puncak klasemen dan sudah menjamin bakal lolos ke Semifinal meskipun mereka masih punya peluang untuk melakoni Tiebreaker memperebutkan posisi puncak. Sedangkan Splyce masih harus berjuang keras untuk memperbaiki posisinya di klasemen sementara meskipun sudah memastikan diri akan bermain di babak Playoffs.

Laurent Vic

Writer, Gamer, Mechanical Keyboard Enthusiast, Dank Memer, Noob Yu-Gi-Oh! Duelist (Red Archfiend User). My articles does not reflect my personal opinion.

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply