Mampukah Rekkles Menyudahi Puasa Gelar untuk Fnatic dan Menjadi Raja Eropa?

Mampukah Rekkles Menyudahi Puasa Gelar untuk Fnatic dan Menjadi Raja Eropa?
b904c23b-0766-453f-9aea-e0d0ed3e408e

Fnatic dan G2 Esports adalah dua tim yang paling dihormati dan diagung-agungkan sangat tinggi dalam sejarah EU LCS. Pada akhir pekan ini, kedua tim akan saling bertempur mati-matian untuk menentukan siapa yang layak mendapatkan mahkota dan menjadi Raja di Eropa.

Kedua tim sama-sama telah mengumpulkan banyak sekali penghargaan atas prestasi mereka, dibandingkan dengan tim League of Legends lainnya di Eropa.

Terlepas dari itu semua kesuksesan itu, keduanya tak pernah berhadapan satu sama lain di final Split. Dan untuk pertama kalinya pada hari Minggu ini, G2 Esports dan Fnatic akan bertatap muka di Royal Arena. Kira-kira, siapakah yang akan dinobatkan sebagai tim terbaik di Benua Biru?

Superstars


26187765_2104144156483153_1562838668010323968_n

Meskipun Midlaner Rasmus “Caps” Winther adalah bintang yang bersinar di Fnatic minggu lalu, dan Petter “Hjarnan” Freyschuss berhasil meraih MVP dari series untuk G2, kami yakin, jutaan pasang mata penonton tidak akan tertuju pada mereka.

Martin “Rekkles” Larsson telah menjadi icon tersendiri bagi Fnatic dan EU LCS. Seorang ADC yang bergabung bersama Fnatic pada akhir Season 2012 ini, merupakan salah satu pemain yang sudah mengalami pahit manisnya perjalanan kariernya di level kompetitif, baik itu di EU LCS ataupun turnamen Internasional seperti Worlds dan MSI.

Suka dan duka telah banyak ia lalui bersama Fnatic. Rekkles masih ingat betul bagaimana kebahagiannya ketika berhasil menyelesaikan musim reguler EU LCS Summer 2015 dengan rekor 18-0 yang sempurna dan tak terkalahkan—dan menjadi tim pertama yang mencetak rekor baru dalam sejarah kejuraan turnamen League of Legends saat itu, dan akhirnya Fnatic berhasil menjadi juara di EU LCS Summer 2015.

Fnatic-win-Playoffs-700px


Namun, Rekkles juga bisa merasakan betul bagaimana pahitnya ditumbangkan oleh SK Telecom T1 pada IEM Season X. Dan Rekkles juga ada di sana, ketika Fnatic menarik keajaiban untuk lolos ke babak knockout di Worlds 2017. Walaupun pada akhirnya mereka harus tumbang oleh RNG di perempatfinal.

Rekkles


DL8EA8cW0AAmyn1


Dia melakukan hampir semua hal yang penting dalam kariernya bersama Fnatic. Dan sekarang ia memiliki kesempatan untuk menempatkan Fnatic kembali ke papan atas EU LCS untuk pertama kalinya setelah tim ini puasa gelar juara selama hampir 3 tahun lebih.

Dan untuk mendapatkan gelar juara tersebut juga tidaklah mudah, karena di partai puncak nanti Rekkles akan berhadapan dengan G2 Esports yang dipimpin oleh Luka “Perkz” Perković. Ia merupakan seorang Midlaner dari G2, yang berhasil mempecundangi Fnatic dan Rekkles pada tahun 2016—dan berhasil menjadi musuh terbesarnya.

d84902f1-fa5f-4ba7-9587-0e31d6c6bf2b


Di Season 2018 ini, G2 datang ke final bermodalkan pemain-pemain barunya. Tak ada lagi “Best in the West” di Botlane G2 yang sebelumnya diisi oleh Jesper “Zven” Svenningsen dan Alfonso “Mithy” Aguirre Rodríguez.

Lalu rekan yang lainnya yaitu, Ki “Expect” Dae-han bersama dengan Kim “Trick” Gang-yun juga telah meninggalkan tim ini. Jelas ini bisa menjadi kesempatan dan keuntungan tersendiri bagi Rekkles untuk merebut gelar juara dari G2.

Mampukah Rekkles untuk melakukan hal tersebut? Apakah Rekkles mampu meraih mahkota sebagai Raja Eropa? Dan apakah ia juga mampu menyudahi puasa gelar bagi Fnatic? Semua itu akan terjawab pada pertandingan The Finals EU LCS Spring Split 2018, Minggu 8 April besok.

Legend Rise Again, Rekkles!

Pecinta dunia figure yang hanya sebatas menikmati tanpa bisa membeli.

 

Leave a Reply