MarkZ Kritik Keras Pemain NA LCS Karena Malas Berlatih

MarkZ Kritik Keras Pemain NA LCS Karena Malas Berlatih
MarkZHeader

Rift Rivals 2018 lalu memang membawa luka dan masalah buat NA LCS. Tak hanya mereka gagal tampil bagus dan mempertahankan gelar juara, namun keburukan dari NA LCS pun mulai terbongkar satu persatu.

Semua berawal dari permasalahan Ping server yang membuat para pemain EU LCS kesulitan bermain dan berlatih di server NA. Masalah Ping yang buruk tersebut juga diperparah dengan kualitas Solo Queue NA yang “cacat”.

Ternyata bukan itu saja, sebab beberapa hari yang lalu LastShadow sempat membuat sebuah tweet yang berisikan saran untuk Riot supaya membuatkan server khusus pemain profesional. Hal ini dilakukan supaya mereka bisa berlatih dengan serius.

Mantan pelatih Tempo Storm ini juga menyarankan supaya server ini terbuka untuk pemain profesional dari server luar seperti Amerika Latin Utara dan Selatan. Pria bernama Nick De Cesare tersebut yakin bahwa pemain profesional NA bakal senang bisa bermain dengan sesama pro player ketimbang pemain One Trick atau For-Fun Streamer.

Rupanya sejak tahun 2016 lalu, para pemain sempat bermain di Tournament Realm saat Dynamic Queue diberlakukan. Tournament Realm adalah sebuah server eksklusif untuk pemain profesional yang memiliki ping rendah. Server ini biasa digunakan untuk melakukan pertandingan LCS. Seharusnya tidak sulit untuk mengatur latihan bersama pemain lainnya, baik di server TR maupun In-house (mirip seperti Faceit yang populer di kalangan pemain pro CS:GO).

Sayangnya, ada sebuah masalah besar yang menghambat hal tersebut. Bjergsen mengungkapkan bahwa sebenarnya Ia bersama beberapa pemain profesional lainnya mencoba untuk berlatih di server TR, namun ternyata banyak pemain yang merasa MALAS untuk berlatih. Pemain-pemain tersebut lebih memilih untuk bersantai.

Lewat penjelasan ini, MarkZ memutuskan untuk mengangkat masalah ini pada saat NA LCS Countdown. Pada sesi tersebut, Markz menjelaskan mengenai permasalahan ini dan melontarkan kritik yang cukup keras terhadap pemain profesional NA LCS.

Riot memang sudah tidak memperbolehkan para pemain profesional untuk melakukan  streaming saat bermain di server TR karena ada beberapa konten yang belum dirilis ke publik, sehingga In-house menjadi solusi terakhir bagi pemain NA LCS untuk berlatih. Sayangnya, sebagian besar pemain NA LCS tidak menganggap latihan sebagai prioritas utama dan lebih mementingkan hal lain seperti streaming.

MarkZ juga melakukan penelitian soal pemain profesional yang melakukan streaming selama rentang waktu tertentu. Dia menemukan bahwa beberapa pemain profesional mempunyai jatah streaming yang lebih banyak daripada latihan. Mengetahui hal tersebut, mantan Analis dan Asisten Pelatih Team Liquid itu mempertanyakan alasan streaming yang kerap dilontarkan para pemain NA.

“Kalian punya akses ke server ping rendah (TR dan In-House), kalian memiliki jadwal yang sama dengan pemain profesional lainnya, kalian menjalani latihan yang sama, dan kalian menggunakan alasan streaming?” ucap MarkZ.

MarkzExTeamLiquid

Pernyataan Bjergsen sebelumnya juga ikut diangkat oleh MarkZ. Usaha Bjergsen dan sesama pemain profesional lainnya yang berinisiatif menciptakan atmosfir latihan yang baik justru dirusak oleh beberapa pemain yang malas berlatih. Ia juga berani mengatakan bahwa jika pemain NA tidak mau berlatih maka menjuarai World Championship hanya akan menjadi mimpi belaka.

Hal berbeda justru terjadi di EU. Para pemain EU memang tidak mendapatkan akses ke server TR, namun semua pemain disana berinisiatif untuk menciptakan sistem latihan yang serupa. Sesi latihan di EU bahkan lebih terorganisir karena ada pihak yang mencatat jadwal latihan masing-masing pemain. Masa Off-Season juga dimanfaatkan oleh pemain EU untuk berlatih di server TR.

Meskipun merupakan salah satu region besar, masalah mental kerap membuat region NA dipandang rendah. Setelah dinilai memiliki Ping dan Solo Queue yang buruk, masalah NA kini bertambah dengan pemain yang malas berlatih. Tak mengherankan jika sejauh ini prestasi NA di kancah Internasional masih nol besar.

Laurent Vic

Writer, Gamer, Mechanical Keyboard Enthusiast, Dank Memer, Noob Yu-Gi-Oh! Duelist (Red Archfiend User). My articles does not reflect my personal opinion.

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply