Mengenal Kecurangan Sistem “Poaching” di League of Legends

Mengenal Kecurangan Sistem "Poaching" di League of Legends

riot

Poaching adalah suatu tindakan ilegal yang mendekati pemain ketika pemain tersebut berada di bawah kontrak tim lain.

RiotChooper (salah satu staff Riot yang bertugas pada pengembangan dan sistem operasi di League of Legends) menuturkan bahwa, “Poaching dapat terjadi ketika salah satu pemain atau pelatih yang terdaftar di Global Contract Database didekati oleh tim lain. Kontrak ini hanya terdaftar di Global Contract Database ketika sebuah tim memasukkan data tersebut dan disetujui dari pihak Riot.”

Ketika tim akan mendatangkan seorang pemain, Riot akan menerima “documentation” (dokumen terkait kontrak transfer), poaching tidak akan terjadi sampai dengan Riot menyetujui transfer dan menerima dokumen resmi. Hal ini untuk mencegah tim dari penipuan dan kecurangan kontrak.

Salah satu contoh dalam kasus ini adalah usaha Echo Fox dalam mendekati Adrian Ma (support Phoenix1) setelah Phoenix1 meresmikan kedatangan Adrian.

Dalam kasus ini, Phoenix1 telah deal dan Adrian telah menandatangani kontrak namun sebelum documentation tersebut disubmit ke Global Contract Database, Adrian juga didekati tim lain, seperti Echo Fox. Hal ini sangatlah wajar sampai dengan Phoenix1 melakukan submit documentation maka Adrian akan dianggap sebagai free agent.

Di kasus ini, Echo Fox tidaklah melakukan pelanggaran (poaching) dan masih bertindak dalam aturan LCS. Jika usaha komunikasi dilakukan setelah Global Contract Database mengupdate kontrak Adrian, maka hal tersebut barulah dianggap sebagai pelanggaran dan akan diberikan hukuman seberat-beratnya.

Itulah salah satu pelanggaran yang umumnya sering terjadi di dunia eSports. Tentunya, semoga informasi ini bermanfaat terutama bagi kamu yang punya mimpi untuk mendalami bidang ini.

Aris "VelcrO" Nugraha S

Lagi sibuk banyak kerjaan

Leave a Reply


comments