Mid-Season Invitational 2018 Group Stage Final Day Recap: Tiebreaker

Mid-Season Invitational 2018 Group Stage Final Day Recap: Tiebreaker
Mid-Season Invitational 2018 MSI

Group Stage sudah memasuki babak akhir dan babak Semifinal yang akan dilangsungkan di Paris hanya menyisakan 3 spot saja. Flash Wolves sudah memastikan diri lolos terlebih dahulu ke babak Semifinal berkat rekor sempurna 6-0. Empat tim tersisa yakni Kingzone DragonX, Royal Never Give Up, Fnatic, dan Team Liquid harus bertarung mati-matian untuk memperebutkan 3 spot terakhir. Sedangkan untuk EVOS Esports sendiri sudah dipastikan tidak akan lolos.

Buat Kingzone DragonX dan Royal Never Give Up, mereka hanya butuh satu kemenangan saja untuk memastikan diri bakal bermain di Paris meskipun masih harus bertarung untuk memperebutkan seeding tertinggi. Sedangkan untuk Fnatic dan Team Liquid harus bekerja lebih keras sambil berharap salah satu dari mereka tergelincir.

Meskipun peluang Fnatic sedikit lebih besar, namun performa buruk mereka pada hari kelima membuat peluang mereka mengecil. Team Liquid yang berhasil bangkit masih kesulitan untuk mempertahankan konsistensi permainannya. Hasil imbang yang diraih kedua tim membuat pertandingan harus diteruskan lewat Tiebreaker.

Fnatic vs Kingzone DragonX – Winner: Kingzone DragonX


Sempat ada secercah harapan bagi Fnatic pada pertandingan ini. Selain karena pada pertandingan sebelumnya Fnatic berhasil menang, Fnatic juga memiliki early yang bagus.

Roaming early dari Broxah dan Caps berhasil memberikan tekanan kepada Kingzone DragonX. Sejuani yang ikut melakukan roaming setelah botlane Kingzone DragonX berhasil ditekan juga semakin mempersulit keadaan Kingzone DragonX. Mereka hanya bisa bertahan dan menunggu momentum yang tepat untuk melancarkan serangan balik.

Momentum tersebut datang saat terjadi teamfight pada menit ke-23. Kingzone DragonX berhasil menumbangkan 3 pemain Fnatic dan berhasil menundukkan sisanya yang mencoba mencuri Baron dari Kingzone DragonX. Setelah itu, Kingzone DragonX berhasil mengambil alih kendali pertandingan.

Setiap teamfight berhasil dimenangkan oleh Kingzone DragonX dan Fnatic semakin terdesak. Fnatic pun terpaksa menyerah setelah Nexusnya dihancurkan pada menit ke-34 dan Kingzone DragonX lolos ke babak Semifinal.

Royal Never Give Up vs EVOS Esports – Winner: Royal Never Give Up


Roaming early dari Mlxg dan Xiaohu berhasil menempatkan Royal Never Give Up unggul atas EVOS Esports. EVOS Esports sempat menunjukkan perlawanan, namun perlawanan tersebut sukses diredam oleh Royal Never Give Up.

Uzi tak berhenti bergerak memburu pemain EVOS Esports. Damage Xiaohu yang besar juga membuat EVOS Esports ragu untuk maju menghadapi pemain Royal Never Give Up. Satu teamfight yang dominan berhasil mengantarkan Royal Never Give Up menyusul ke babak Semifinal.

Flash Wolves vs Team Liquid – Winne: Team Liquid


Sempat diprediksi bakal tersingkir karena mendapatkan early yang buruk, Team Liquid berhasil membalikkan keadaan. Roaming dari Moojin dan Maple berhasil membawa Flash Wolves unggul dan terus menekan Team Liquid yang terlihat berantakan. Team Liquid hanya bisa mundur sambil menunggu keajaiban terjadi.

Keajaiban tersebut datang dari Doublelift. Satu persatu kill berhasil didapatkan oleh Doublelift sehingga progressnya tidak ikut terhambat. Pada saat teamfight, Doublelift juga bermain dengan cemerlang. Positioning yang baik ditambah dengan pemilihan target yang tepat berhasil membawa Team Liquid kembali ke jalur kemenangan.

Beberapa kesalahan yang dibuat oleh pemain Flash Wolves juga berhasil dimanfaatkan oleh Team Liquid untuk terus menekan. Flash Wolves seringkali harus kehilangan sang AD Carry tepat saat teamfight belum dimulai sehingga mudah bagi Doublelift untuk maju dan mengacak-acak formasi pemain Flash Wolves.

Comeback yang bagus ini ditutup oleh Pentakill tidak resmi dari Doublelift. Untuk saat ini, harapan dan posisi Team Liquid masih aman.

Fnatic vs EVOS Esports – Winner: EVOS Esports


Setelah kalah melawan Kingzone DragonX, kemenangan melawan EVOS Esports adalah harga mati. Sayangnya, harapan tersebut direnggut oleh EVOS Esports.

YiJin tampil sebagai pahlawan di early game. Selain berpartisipasi di sebagian besar gank yang terjadi di early, Ia juga terlihat beberapa kali berhasil menyelamatkan Warzone yang ditekan oleh Caps yang bermain terlalu agresif. Keputusan Caps untuk bermain terlalu agresif harus dibayar dengan tertinggalnya Fnatic.

Permainan macro EVOS juga jauh lebih baik. Penguasaan vision ditambah dengan keberhasilan merebut beberapa objektif saat Fnatic sedang menunggu Rekkles yang tidak kunjung jadi juga membuat EVOS unggul semakin jauh.

Keadaan unggul ini juga membuat Slay jauh lebih siap ketimbang Rekkles. Pada teamfight di mid-early game, Slay tampil sebagai damage dealer terbesar EVOS selain Warzone. Barisan depan pemain Fnatic berhasil ditekan dan dibuat mundur, sementara Rekkles tidak bisa memberikan damage yang cukup untuk menekan Tanker EVOS. EVOS Esports berhasil menutup perjalanan mereka di Mid-Season Invitational 2018 dengan kemenangan pada menit ke-34.

Team Liquid vs Royal Never Give Up – Winner: Royal Never Give Up


Team Liquid harus bisa menang untuk menjaga harapan lolos ke babak Semifinal sedangkan Royal Never Give Up harus menang jika ingin merebut posisi pertama dari Flash Wolves.

Permainan agresif Royal Never Give Up berhasil menempatkan mereka pada kedudukan unggul dari Team Liquid. Setiap melihat adanya sebuah celah kecil, Royal Never Give Up langsung bergerak melakukan engage dan berhasil mendapatkan satu dua kill.

Doublelift yang terus menerus tumbang karena menjadi sasaran utama Royal Never Give Up membuat Team Liquid semakin tertekan. Royal Never Give Up juga bermain dengan sangat rapi sehingga tidak ada celah bagi Team Liquid untuk membalikkan keadaan.

Team Liquid dibuat tak berkutik menghadapi agresi dari Royal Never Give Up dan mau tak mau harus melakoni laga Tiebreaker melawan Fnatic.


Fnatic dan Team Liquid harus melakoni laga Tiebreaker untuk menentukan tim mana yang akan mengisi posisi keempat dan berhak lolos ke babak Semifinal, sedangkan Flash Wolves dan Royal Never Give Up akan bertarung di laga Tiebreaker juga untuk menentukan tim mana yang berhak menempati posisi pertama klasemen akhir. Laga Tiebreaker akan dimulai dengan pertandingan perebutan posisi pertama kemudian dilanjutkan dengan perebutan slot terakhir babak Semifinal.

1st Tiebreaker – Royal Never Give Up vs Flash Wolves – Winner: Royal Never Give Up


Keputusan Royal Never Give Up untuk memberikan Xin Zhao untuk Mlxg berbuah manis. Kekuatan early gank dari Xin Zhao menjadi faktor utama keunggulan Royal Neber Give Up.

Meskipun Royal Never Give Up berhasil unggul, Flash Wolves masih bisa menemukan celah untuk mengejar progress. Untungnya, Royal Never Give Up langsung bereaksi dengan berusaha menutup celah tersebut untuk menjaga kedudukan tetaplah unggul.

Sama seperti saat melawan Team Liquid, Royal Never Give Up juga tidak berhenti menekan Flash Wolves yang terjebak di dalam basenya. Base Flash Wolves tak bisa melindungi pemainnya dari engage Letme, dive Uzi dan Mlxg, serta lock dari Xiaohu. Hancurnya Nexus Flash Wolves berhasil memberikan posisi pertama puncak klasemen kepada Royal Never Give Up.

2nd Tiebreaker: Fnatic vs Team Liquid – Winner: Fnatic


Laga Tiebreaker kedua ini akan menjadi penentuan nasib EU dan NA di ajang Mid-Season Invitational 2018. Fnatic dan Team Liquid harus berjuang mati-matian untuk memperebutkan spot terakhir di babak Semifinal dan mempertahankan kebangaan masing-masing region.

Team Liquid langsung mulai menyerang sejak early game, namun Fnatic langsung bergerak membalas. Kedua tim terus bertukar kill dan bermain agresif sejak early sehingga sulit untuk melihat tim mana yang unggul.

Macro Fnatic juga terlihat jauh lebih baik dari pertemuan sebelumnya. Kali ini, objektif juga menjadi fokus mereka untuk ditaklukkan. Team Liquid yang mencoba mengambil objektif selalu ditantang oleh Fnatic. Meskipun Team Liquid berhasil mendapatkannya, Fnatic selalu siap untuk menyergap pemain Team Liquid yang tidak siap melakoni teamfight.

Kombo engage dari Rakan dan Taliyah membuat posisi Team Liquid semakin sulit untuk menekan balik. Damage dealer Fnatic yang jauh lebih kuat juga memaksa Team Liquid untuk bermain bertahan didalam basenya.

Rekkles yang sempat underperformed selama 5 hari terakhir ini akhirnya mulai bermain seperti saat EU LCS Spring 2018. Konribusinya di setiap gank dan teamfight yang Ia datangi sangat besar. Positioningnya selalu bagus dan berhasil menghindari beberapa flank mematikan dari Impact. Ia bahkan punya andil yang cukup besar saat teamfight terakhir di base Team Liquid.

Satu kemenangan pada teamfight terakhir dan takluknya Doublelift menjadi akhir perjalanan Team Liquid di ajang Mid-Season Invitational 2018 dan Fnatic lolos ke babak Semifinal.


Royal Never Give Up, Flash Wolves, Kingzone DragonX, dan Fnatic menjadi 4 tim terakhir yang akan bermain di babak Semifinal. Royal Never Give Up akan melawan Fnatic sedangkan Flash Wolves akan melawan Kingzone DragonX.

Laga Semifinal di Paris akan dimulai dengan pertandingan antara Royal Never Give Up melawan Fnatic pada hari Jumat dan dilanjutkan dengan Flash Wolves melawan Kingzone DragonX pada hari Sabtu minggu ini.

Laurent Vic

Writer, Gamer, Mechanical Keyboard Enthusiast, Dank Memer, Noob Yu-Gi-Oh! Duelist

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply


comments