Mid-Season Invitational 2018 Play-In Knockout Day 1 Recap: EVOS Esports Kubur Harapan SuperMassive

Mid-Season Invitational 2018 Play-In Knockout Day 1 Recap: EVOS Esports Kubur Harapan SuperMassive
EVOS Esports

“SuperMassive bakal menang mudah”

“Kemenangan 3-0 buat SuperMassive”

“Pengalaman SuperMassive jauh lebih banyak ketimbang EVOS Esports”

“EZ FOR SUPERMASSIVE”

Kata-kata tersebut terlontar beberapa jam sebelum pertandingan Play-In Knockout antara perwakilan TCL SuperMassive melawan perwakilan VCS EVOS Esports. Banyak yang lebih menjagokan SuperMassive bakal memenangkan pertandingan tersebut dengan mudah. Performa dominan mereka di babak grup Play-In menjadi alasan mengapa SuperMassive jauh lebih dijagokan.

EVOS Esports sendiri juga dipandang sebelah mata karena sebagian pemain EVOS Esports kurang mempunyai pengalaman di kancah internasional. Dari 5 pemain EVOS, hanya Stark dan Slay saja yang pada tahun ini berhasil mencatatkan penampilan kedua di ajang Mid-Season Invitational. Selain itu, banyak yang menganggap bahwa hilangnya Levi bakal berimbas pada performa tim Vietnam secara keseluruhan.

Tak heran kalau pertandingan ini bakal menjadi ajang pembuktian bagi EVOS Esports bahwa mereka juga tim yang patut diperhitungkan dan mereka bisa mengulangi apa yang GIGABYTE Marines lakukan pada MSI tahun lalu, yakni memulangkan SuperMassive kembali ke Turki.

Game 1: EVOS Esports Win


Sepertinya permainan super agresif bukan hanya milik GIGABYTE Marines saja, melainkan merupakan gaya bermain Region Vietnam. Sejak awal, EVOS langsung bergerak memburu champion lawan.

Sayangnya, pemain EVOS masih sering melakukan kesalahan sehingga SuperMassive bisa menjaga jarak supaya tidak unggul terlalu jauh. Selain itu, SuperMassive juga berhasil mengamankan beberapa objektif sehingga mereka bisa menekan balik EVOS.

Untungnya, EVOS punya Stark yang bisa membantu mengangkat permainan EVOS. SuperMassive dibuat kewalahan menangani Camille milik Stark yang terus melakukan Split Pushing dan pemain yang mendekat juga dibuat kritis. Di team fight terakhir, Stark sukses mengacak-acak formasi pemain SuperMassive dan membantu tim mengunci game pertama.

Game 2: SuperMassive Win


Kondisi game kedua tidak jauh berbeda dengan game sebelumnya. EVOS masih terus bermain secara agresif sedangkan SuperMassive mencoba mengimbangi. Botlane kedua tim juga sempat melakukan lane swapping.

Stark juga masih menjadi ancaman. Memainkan Shen yang lebih defensif ketimbang Camille, pemain SuperMassive berhasil dibuat kewalahan. Di mana pun team fight terjadi, Stark selalu siap untuk melakukan cover dan terjun ke dalam team fight. Warzone pada game ini juga menunjukkan perkembangan. Meskipun memainkan Viktor yang bukan champion Meta, damage yang Ia hasilkan cukup besar di setiap team fight.

Untungnya, ada sosok GBM yang tampil impresif dan menjadi teror bagi lini belakang EVOS. Beberapa kali ia berhasil membuat kritis para Tanker EVOS dan mengeksekusi Slay yang berada di garis belakang. Flanking yang ia lakukan membuat pemain EVOS kewalahan dan terpaksa mundur setelah HP-nya dibuat kritis oleh Vladimir. EVOS pun dipaksa menyerah pada menit ke-33.

Game 3: EVOS Esports Win


Game ketiga ini terlihat seperti ajang duel bagi Midlaner masing-masing tim, Warzone dan GBM. Pasalnya, nasib kedua tim disini bergantung dengan keberhasilan Midlaner-nya menekan Midlaner lawan.

Warzone dan GBM terlihat sudah berduel sejak early dan saling bertukar kill. Duel pertama berhasil dimenangkan oleh GBM. Sayangnya, setelah itu Warzone lah yang berhasil memenangkan setiap duel dengan menghukum kesalahan GBM yang terus melakukan dive. Setelah itu, Warzone mulai bergerak dan melakukan Farming champion.

Selain Warzone, YiJin juga mulai menemukan permainan yang ia cari dan menunjukkan kebolehannya sebagai Jungler Vietnam yang selama ini dikenal agresif, seperti Sofm dan Levi. Memainkan Graves, sejak early ia terus melakukan Gank dan Invade dan membuat Jungler SuperMassive Stomaged kewalahan karena harus menangani Roaming Graves dari satu lane ke lane lain.

Kombinasi antara Warzone dan YiJin berhasil menciptakan jarak keunggulan yang amat jauh. SuperMassive dipaksa untuk bermain di dalam Base-nya tanpa bisa berbuat banyak. Match point berhasil didapatkan oleh EVOS.

Game 4: EVOS Esports Win


“Who needs a CS when you can farm champions?” – YiJin, 2k18

Mungkin kalimat yang tepat untuk mendeskripsikan pertandingan ini. Permainan agresifnya membawa EVOS menang dan mengingatkan kita untuk tidak meremehkan Jungler Vietnam.

Pada game ini, YiJin bermain layaknya monster haus darah. Satu per satu kill berhasil didapatkan oleh YiJin. Ia juga sering terlibat di sebagian besar team fight dan berhasil membawa EVOS memenangkan setiap team fight. Tidak ada yang bisa menghentikan YiJin.

Saat YiJin berhasil ditaklukkan, EVOS masih punya Warzone dan Slay yang juga tak kalah mengerikannya. Mereka berdua sukses menjalankan perannya sebagai eksekutor kedua setelah YiJin. Peran Stark dan RonOP dalam menyediakan setup bagi 3 eksekutornya di setiap team fight juga patut diacungi jempol.

SuperMassive yang tertekan habis-habisan tidak bisa berbuat banyak dan mereka harus kembali mengulangi apa yang terjadi pada MSI tahun lalu, yakni disingkirkan oleh tim Vietnam.


Berkat kemenangan ini, EVOS Esports menjadi tim Play-In pertama yang berhasil lolos ke event utama Mid-Season Invitational 2018. YiJin pun mendapatkan gelar Player of the Series berkat performanya yang monster. Permainan YiJin juga sedikit mengingatkan kita mengenai performa monster Levi pada MSI tahun lalu.

Lolosnya EVOS Esports berarti babak Play-In hanya menyisakan pertandingan antara Flash Wolves melawan Gambit Esports yang akan bertanding sore ini. Pemenang dari pertandingan tersebut akan menemani EVOS Esports maju ke event utama sebagai tim dari babak Play-In.

Laurent Vic

Writer, Gamer, Mechanical Keyboard Enthusiast, Dank Memer, Noob Yu-Gi-Oh! Duelist

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply