Momen-Momen Keren Tak Terlupakan Sepanjang NA LCS 2016

Momen-Momen Keren Tak Terlupakan Sepanjang NA LCS 2016
nalcs

Dengan berakhirnya Worlds Championship 2016 maka berakhir pula kompetisi League of Legends. Ada beberapa momen-momen yang terjadi, terutama di ajang NA LCS yang pada tahun ini terbilang cukup menarik untuk diikuti. Apa saja yang terjadi saat NA LCS musim ini? Mari kita simak

2016 NA LCS Spring Split dimulai

2016 NA LCS Spring Split dimulai pada 16 Januari 2016. Pada split ini banyak sekali wajah-wajah baru, seperti Henrik “Froggen” Hansen yang bergabung dengan tim Echo Fox yang juga milik seorang legenda NBA Rick Fox; Duo Top-Jungler dari Fnatic yaitu Heo “Huni” Seung-hoon dan Kim “Reignover” Yeu-jin yang bergabung dengan tim Immortals; TSM membawa pemain legendaris Fnatic Bora “YellOwStaR” Kim; Alexey “Alex Ich” Ichetovkin yang bermain untuk Renegades;dan lain-lain. Jangan lupa bahwa ada tim-tim baru yang ikut berpartisipasi pada split ini, yaitu NRG Esports, Immortals, Renegades, dan Echo Fox. Di split ini ada juga beberapa momen-momen yang menarik  seperti :

    1. TSM belum menemukan form terbaiknya selama Spring split
      TSM memasuki Spring Split dengan personel baru seperti Kevin “Hauntzer” Yarnell, Dennis “Svenskeren” Johnsen, Yiliang “Doubelift” Peng, dan Bora “Yellowstar” Kim. Banyak yang memprediksi TSM mampu mengakhiri split di posisi atas. Nyatanya, TSM hanya mampu finish di urutan ke-6. TSM belum bisa menemukan form terbaiknya, meski dihuni oleh pemain-pemain top. Belum nampak sinergi antar pemain-pemainnya.
    2. Immortals mendominasi Spring Split
      Berbeda dengan TSM, Immortals justru mendominasi sepanjang Spring Split. Diperkuat oleh Huni dan Reignover yang sebelumnya bermain dengan Fnatic ditambah dengan pemain seperti WildTurtle, Pobelter, dan Adrian, Immortals mendominasi pertandingan sepanjang split dengan finish pada peringkat pertama dengan skor 17-1. Immortals hanya kalah sekali dari Counter Logic Gaming pada pertandingan mingu ke-7. Reignover juga pada akhir split meraih penghargaan sebagai Rookie of the Split.
    3. Froggen memecahkan rekor CS (Creep Stats)
      Pada pertandingan super epik antara Dignitas melawan Echo Fox, Froggen berhasil memecahkan rekor CS dunia yang sebelumnya dipegang oleh mantan Midlaner CJ Entus Shin “CoCo” Jin pada tahun 2015, yang kala itu menciptakan rekor 726 CS melawan Jin Air Green Wings menggunakan Jayce. Di pertandingan selama 67 menit itu, Froggen berhasil memecahkan rekor CoCo dengan mencetak 764 CS menggunakan Gangplank, diikuti dengan rekan setimnya Yuri “KEITH” Jew dengan 738 CS menggunakan Kalista. Echo Fox yang pada pertandingan itu sudah kalah di awal pertandingan berhasil memenangkan pertandingan  melalui percobaan backdoor.
    4. TSM Menyingkirkan Immortals dan melangkah ke Grand Final
      Immortals memang mendominasi sepanjang split, bukan berarti perjalanan mereka selama Playoffs bakal mulus. Immortals harus mengakui keunggulan TSM dengan skor telak 3-0. Banyak pihak yang menyalahkan Huni karena selama pertandingan dia tidak mau menggunakan Champion Tank, justru memainkan Champion yang tidak lazim dimainkan di Top lane seperti Lucian. Immortals harus puas dengan juara ketiga setelah menang melawan Team Liquid pada 3rd/4th match decider.
    5. CLG menjuarai 2016 NA LCS Spring Playoffs
      Di Grand Final TSM bertemu lagi dengan rivalnya CLG. Pertemuan ini adalah pertemuan kedua setelah pada Summer Split tahun lalu TSM dan CLG bertemu dan pada pertemuan tersebut dimenangkan oleh CLG. Pertandingan antar kedua tim berlangsung sengit dimulai pada kemenangan CLG pada game pertama, kemudian TSM menyamakan kedudukan di game kedua, CLG kembali memimpin pada game ketiga, dan disusul kembali oleh TSM pada game keempat. Pada game kelima CLG berhasil memenangkan pertandingan dan kembali menjuarai NA LCS. Dengan menjuarai NA LCS Spring, CLG berhak maju sebagai perwakilan NA LCS pada ajang Mid Season Invitational 2016.

 

2016 NA LCS Summer Split dimulai

Pada split ini format pertandingan diubah menjadi Best of 3. Beberapa tim memutuskan untuk mengganti beberapa pemainnya seperti masuknya Vincent “Biofrost” Wang ke TSM menggantikan Yellowstar yang ingin kembali ke Eropa, kembalinya William “Meteos” Hartman ke starting lineup Cloud9 menggantikan Lee “Rush” Yoonjae. Di split ini juga muncul tim-tim baru seperti Phoenix1, Apex, dan EnVyUs. Split ini juga tak kalah menarik dibandingkan split sebelumnya

      1. TSM is back!
        Dibandingkan dengan performa split lalu, TSM mampu tampil dengan baik dengan kehadiran support baru Biofrost. TSM memuncaki klasemen selama 9 minggu berturut-turut dan mengakhiri split dengan rekor 17-1. Immortals yang musim lalu mendominasi harus puas dengan peringkat kedua dengan skor 16-2. Biofrost juga memperoleh gelar “Rookie of the Split”, mengalahkan kandidat lain seperti Inori, LOD,
      2. Team EnVyUs
        EnVyUs masuk ke NA LCS dengan membeli spot Renegades, tim yang kala itu sedang terkena ban karena beberapa masalah. Lineup EnVyUs diisi oleh pemain-pemain yang sudah lama bermain di NA LCS seperti  Noh “Ninja” Geon-woo, Shin “Seraph” Woo-yeong, Nickolas “Hakuho” Surgent, Kim “Procxin” Seyoung, dan Benjamin “LOD” deMunck. EnVyUs EnVyUs mendominasi pada awal split dengan mengemas 4 kemenangan dan sempat menduduki peringkat kedua. Namun seiring berjalannya split EnVyUs menunjukan penurunan dan hanya berhasil finish pada peringkat 6 dengan skor 8-10. Pada Worlds 2016 Regional Qualifier perjalanan mereka harus terhenti di round 2 setelah kalah dari Cloud9 3-0.
      3. CLG mengalami penurunan
        Pasca event MSI, CLG mengejutkan seluruh dunia dengan finish di urutan kedua. Banyak yang memprediksi performa impresif CLG bakal berlanjut. Ternyata CLG tida bisa mengulangi prestasi pada Spring Split dan MSI. Harus puas pada posisi 4 terbawah sejak minggu pertama sebelum akhirnya berhasil bangkit dan finish pada urutan 4 dengan skor 10-8. CLG juga tidak bisa mencapai partai final setelah kalah dari TSM di Semifinal dan sekali lagi harus kalah dari Immortals pada 3rd/4th decider. Untungnya, Circuit Points CLG cukup untuk memastikan spot Worlds 2016.
      4. Rise of Phoenix1
        Phoenix1 mengawali musim dengan buruk. Tak hanya harus berada di peringkat terbawah, mereka pun juga menjadi bulan-bulanan tim lain. Tapi semua itu berhenti ketika memasuki minggu ke-8. TSM yang kala itu memegang rekor 14-0 harus dibuat bertekuk lutut dihadapan P1 dengan Inori yang menjadi MVP. Game pertama berhasil dimenangkan dengan mudah oleh TSM. Pada game kedua P1 membuat kejutan dengan pick Rengar. Inori yang menjadi pilot Rengar bersama dengan Malzahar Pirean sukses mengacak-acak TSM dan memenangkan Game 2 melalui backdoor.  Biofrost yang mencoba untuk menahan Inori sambil menunggu rekan setimnya tidak bisa berbuat banyak. Rekan timnya yang lain tidak bisa menahan Rengar sehingga P1 mampu menyamakan kedudukan 1-1.
        TSM merespon dengan mem-ban Rengar pada game ketiga namun Inori masih memiliki Rek’Sai dan sekali lagi Pirean mendapatkan Malzahar. Inori belum mengendurkan agresivitasnya, terbukti pada gank pada Bjergsen di menit ke-2 yang berbuah First Blood untuk Pirean dan Svenskeren yang mencoba membantu juga terbunuh. Gank berikutnya di mid pada menit ke-6 berhasil membuahkan kill untuk Inori. Hauntzer dan Svenskeren yang mencoba membunuh Inori justru malah mati ketika Pirean datang. P1 mengontrol permainan dan berhasil memenangkan pertandingan melawan TSM.

                Reaksi pun bermunculan baik di Twitter maupun Reddit. Diantara reaksi orang-orang, reaksi Huni-lah yang paling menarik.

                  Namun yang paling merasakan kekalahan TSM adalah Dyrus karena sebelum game 3 dimulai Dyrus yang pada saat itu berperan sebagai Analyst sempat mengeluarkan tweet bahwa Ia akan mencukur habis rambutnya jika TSM kalah.

                  Pencukuran rambut Dyrus bahkan ditayangkan pada segmen awal PrimeTime League episode 25 yang ditayangkan pada 27 Juli 2016 di channel YouTube LoL Esports

        5. TSM menjuarai 2016 NA LCS Summer Playoffs
        TSM mampu menjuarai 2016 NA LCS Summer Playoffs setelah mengalahkan Cloud9 di Grand Final. TSM memenangi pertandingan dengan skor 3-1. Ini adalah pertemuan kedua di Grand Final setelah sebelumnya bertemu pada 2014 NA LCS Summer Playoffs.Cloud9 mengawali pertandingan dengan memenangkan game 1, tetapi TSM bangkit dan berhasil memenangakn sisa pertandingan berkat permainan bagus dari Svenskeren dan Bjergsen. Dengan kemenangan ini, TSM menjadi satu-satunya tim yang mendominasi NA LCS dengan memenangkan gelar keempat dan mengamankan slot mereka di Worlds 2016.

 

Itu tadi adalah beberapa momen menarik yang terjadi selama 2016 NA LCS. Manakah yang menjadi momen favoritmu?

Laurent Vic

RIP AND TEAR UNTIL IT'S DONE

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply