NA LCS Recap: FlyQuest Tumbang, Cloud9 Tetap di Atas Angin

NA LCS Recap: FlyQuest Tumbang, Cloud9 Tetap di Atas Angin
jensen

Dengan selesainya minggu kedua ini, Cloud9 masih berada di atas awan dengan rekor tidak terkalahkannya. Tetapi di hari ketiga ini, Counter Logic Gaming memberikan perlawanan yang sangat sengit kepada Cloud9.

Berikut adalah recap dari week 2 hari ketiga NA LCS:


(1-3) Team Liquid 0-2 Phoenix1 (3-1)

phoenix-1-2

Game 1

P1 mendapatkan first blood dengan membunuh Samson “Lourlo” Jackson, dan membuat Rami “Inori” Charagh bisa memberikan penekanan di seluruh map. Dengan semua carry yang telah ‘kenyang’, Team Liquid tidak memiliki chance sedikitpun di teamfight. Team Liquid juga dipaksa untuk bermain safe. Tetapi P1 selalu berada satu langkah di depan Team Liquid. Dengan vision dan map control yang kurang, Team Liquid tidak memiliki kesempatan selain membiarkan P1 menghancurkan turret mereka. P1 pun mendapatkan Ace, lalu memenangkan game pertama ini.

Game 2

P1 sedikit memimpin pada early game. Meskipun begitu, P1 bisa memperluas kepemimpinan-nya tersebut agar bisa menjadi dominasi untuk sekali lagi. P1 mengontrol penuh jungle dari Team Liquid. Pada titik ini, Team Liquid dipaksa untuk menunggu kesalahan yang akan dilakukan oleh P1. Tetapi, Maokai sangatlah tanky untuk Team Liquid, dan Maokai membawa kemenangan untuk P1.


(2-2) Echo Fox 2-1 FlyQuest (3-1)

froggen echofox

Game 1

Setelah sebuah invade cepat, EF mendapatkan first blood mudah dari FLY, yang memberi Akaadian keunggulan yang mudah. Dengan gold dari first blood, EF membuat beberapa play di sekeliling peta dan membawa mereka unggul 2k gold pada waktu 10 menit. Meskipun usaha FLY untuk melawan balik, mereka sudah tertinggal terlaly banyak untuk bisa memenangi teamfight. Sebuah usaha putus asa dari FLY untuk mengambil baron berbalik ke arah mereka, menyebabkan EF untuk mengambil inhibitor pertama. Tidak lama setelah itu, EF menghancurkan nexus FLY untuk mengambil game pertama.

Game 2

Langsung sejak awal game, FLY mengamankan first blood di Austin “Gate” Yu saat ia terlalu maju di bottom lane. Dengan keunggulan kecil ini, Johnny “Altec” Ru bisa melakukan tekanan yang cukup untuk mengambil tower pertama bagi FLY, dengan hilangnya tower tersebut, FLY bisa menggunakan bot lane mereka untuk mengelilingi peta untuk memberi tekanan yang lebih banyak. Dengan Altec dan Galen “Moon” Holgate yang sudah banyak kill, dan EF yang semakin tertekan, FLY bekerja cepat dan akhirnya menghancurkan nexus EF dan mengambil game kedua.

Game 3

Game terakhir dimulai dengan Matthew “Akaadian” Higginbotham mendapatkan first blood. FLY mencoba untuk merespon dengan sebuah kill untuk mereka sendiri, tapi EF sudah jauh didepan mereka dan mendapatkan dua kill lagi. Ketika FLY mencoba untuk push tower pertama di top lane, EF menjawab dengan tiga kill dan mengamankan dominasi awal mereka. Meskipun keunggula mereka, EF tidak bisa tetap dominan lama, karena FLY membuat play di sekeliling peta dan membawa pertandingan menjadi seimbang lagi. Dengan game seimbang, FLY mulai menang teamfight sedikit demi sedikit, akan tetapi EF memenangi satu teamfight dan membunuh sebagian besar anggota FLY, yang menyebabkan mereka push ke base dan menhancurkan nexus, memberikan FLY kekalahan pertama mereka di split ini.


(2-2) Immortals 2-1 Team EnVyUs (0-4)

immortals

 

Game 1

Sebuah invade cepat memberi EnVyUs keunggulan yang mudah dengan 2 kill sebelum minion mulai spawn. Saat game berjalan, EnVyUs menemukan kill demi kill di sekeliling peta, tetapi IMT menemukan empat solo kill untuk carry mereka. Tapi EnVyUs mendapat keunggulan yang cukup banyak menuju mid game. Sialnya bagi mereka, mereka membuat sebuah keputusan yang beresiko tinggi dengan mencoba mencuri baron dari IMT, yang berakhir dengan seluruh tim EnVyUs terkena ace. Meskipun kehilangan baron, EnVyUs tetap memegang kontrol komplit dari IMT, dalam 10 menit berikutnyaz, EnVyUs menghancurkan markas IMT dan mengambil game pertama di seri ini.

Game 2

Di awal jalannya game kedua, IMT dan EnVyUs bertukar kill di seluruh peta saat kedua jungler membuat gank awal pada level tiga. Meskipun EnVyUs memiliki keuntungan kill, mereka tidak terlalu jauh dari IMT dalam hal gold. EnVyUs memutuskan untuk mengambil baron, dan meskipun mereka mendapatkannya, tiga anggota tim mati. Pertukaran kecil itu memberi IMT cukup ruang untuk mennantang tekanan peta dari EnVyUs. Pada saat ini, Dardoch sudah lumayan jadi, dan ia menemukan kesempatan untuk membunuh member dari EnVyUs serta mendapat quadra kill di team fight sebelum menang di game kedua ini.

Game 3

Setelah gagal untuk gank di top lane dan malah EnVyUs mendapatkan double kill, IMT malah membuat permainan besar di bot lane dan mendapatkan 4 kill. Dengan ini, IMT mulai mendapatkan beberapa kill di semua map. Dardoch mendapatkan 5 kill dan mulai memberi carry dari IMT kill. Alih-alih mendapatkan kill bagi tim-nyam EnVyUs malah tidak bisa membunuh Dardoch dan Lee “Flame” Ho-jong. Dengan kekuatan ini, IMT memenangkan game ketiga ini.


(4-0) Cloud9 2-1 Counter Logic Gaming (1-3)

jensen

Game 1

Hampir sama dengan game kedua dari IMT vs EnVyUs, para jungler bertukar kill di side map dengan cara early gank. Sama seperti minggu lalu pula, Juan “Contractz” Garcia bermain secara menyeluruh di semua map dan mendapatkan solo kill untuk dirinya sendiri, dan berada lebih depan daripada Jake “Xmithie” Puchero. Tetapi sayangnya, Jung “ImpactI Eon-yeong selalu mati sebelum pertarungan berlangsung. Tetapi untungnya Contractz sangatlah kuat dan C9 bisa memenangkan game pertama-nya.

Game 2

Mengambil keuntungan dari Impact, Darshan “Darshan” Upadhaya dan Xmithie mengamankan dua kill dan memberikan CLG tower pertama serta kontrol dari map. Pada saat ini, C9 harus bertarung untuk kontrol peta dan objektif. Meskipun mendapatkan 2 kill untuk Darshan di early game, C9 berhasil menghentikannya dan memberi keuntungan ke Impact. Tetapi CLG telah memindah keuntungannya ke Choi “Huhi” Jae-hyun, dan tetap unggul dari C9. Untungnya untuk CLG, C9 tidak memiliki resource yang cukup di carry-carry mereka, jadi mereka tidak memiliki damage yang cukup untuk membunuh garis depan CLG. Setelah beberapa oush menuju base C9, CLG akhirnya menemukan celah dan berhasil menghancurkan nexus dan membawa seri ini ke game ketiga.

Game 3

Saat game ketiga dimulai, Contractz sedang mengintai di sekitar dragon, tetapi ia terlihat sebuah ward yang memberikan CLG informasi yang cukup untuk mendapatkan first blood dengan membunuh Contractz. Tidak lama setelah itu, Contractz mencoba untuk melakukan gank untuk kembali ke permainan, tapi CLG berhasil menghentikannya hampir setiap kalo. Sebuah tim yang berpusat di CC membuat CLG bisa bermain secara agresif dan menghukum C9 karena telah mengambil pertarungan-pertarungan yang buruk. Tapi C9 menemukan teamfight yang sempurna yang menyebabkan mereka bisa mengamankan keuntungan gold dan tekanan di map.

Setelah late game, CLG mulai memenangi pertukaran kill dna membawa kembali keseimbangan gold diantara kedua tim. Dengan Impact melakukan split push di bottom lane, CLG memilih untuk mengambil baron, yang menyebabkan C9 mendapatkan 4 kll dan sebuah inhibitor. Pelan tapi pasti, split push Impact menghancurkan semua tower CLG, yang membuat CLG melakukan teamfight yang beresiko tinggi, mereka kalah, dan dengan itu, C9 mengambil nexus dan tetap menjadi tak terkalahkan sampai akhir minggu kedua.

 

Aldilla Adam

Rap and League of Legends seems to be a nice combination, right?

Facebook Twitter 

Leave a Reply