NA LCS Team Profile: Cloud9

NA LCS Team Profile: Cloud9

2016 Season: Impressive But Not Enough

incarnation-and-cloud9

Di awal musim 2016 Cloud9 berhasil mendatangkan dua pemain hebat yaitu Lee “Rush” Yoon-jae di posisi Jungler dan Michael “Bunny FuFuu” Kurylo untuk Support. Rush sendiri langsung ditempatkan di posisi roster utama Jungler, sedangkan Bunny FuFuu harus bersaing dengan Hai “Hai” Du Lam untuk mendapatkan tempat utama.

Bermain konsisten di Fase Group Spring NA LCS 2016, Cloud9 berhasil meraih posisi ketiga klasemen akhir dan berhadapan dengan team Solo Mid di Playoffs. Sayangnya pasukan Jensen CS tidak mampu menghadapi kemampuan Team SoloMid dan menyerah dengan skor 1-3 serta mengubur impian mereka untuk tampil di Mid Season Invitational.

Pada Summer Split Cloud9 langsung bergerak cepat untuk mengubah susunan pemainnya, mendatangkan 2 pemain baru asal Korea Selatan dan Amerika yaitu Impact dan Meteos. Mereka berdua langsung dipilot menjadi pemain inti tim menggantikan Balls dan Rush.

Dengan komposisi tim yang seimbang yaitu Impact, Meteos, Jensen, Sneaky, dan Bunny Fufuu, Cloud9 berhasil mempertahankan posisi ketiga pada Summer Split dengan skor 12-6 dan menuju ke babak playoff. Tidak ingin mengulangi kesalahannya kembali Cloud9 mengganti posisi Support tim ke tangan Smoothie. Mereka berhasil mengalahkan Team EnvyUs dengan skor 3-1 dan melaju ke semifinal menghadapi Immortals. Di semifinal secara mengejutkan mereka behasil mengalahkan unggulan pertama turnamen ini Immortals dengan skor 3-2 dan melaju ke partai Grand Final melawan Team SoloMid.

Sayangnya di partai puncak mereka masih belum bisa mengalahkan dominasi Team Solo Mid dan harus menyerah dengan skor 3-1. Tidak puas dengan posisi runner-up, Cloud9 harus segera bersiap untuk ajang World Championship 2016. Berbegal semangat tim Cloud 9 berhasil menjadi satu-satunya wakil Amerika yang berhasil lolos ke fase Knockout sebelum dikalahkan oleh Samsung Galaxy 3-0 langsung.

Roster Changes: Keeping Solid

nrg-vs-c9c-28707527102-1068x804

Kesuksesan di tahun 2016 membuat pergantian pemain adalah keputusan yang sulit oleh Cloud9. Setelah malakukan diskusi dengan tim akhirnya Juan Contractz Garcia yang sebelumnya bermain di Cloud9 Challenger Series dipromosikan untuk bermain di tim utama menggantikan Meteos.

Contractz pertama kali bergabung dengan Cloud9 pada bulan Juli 2016, ketika dia menjadi bagian dari Team Cloud9 Challenger Series. Dengan Contractz di skuad, Team Cloud9 Challenger Series berhasil memenangkan NA CS Summer Split 2016. Performa bagus di NA CS Summer Split juga berhasil diperlihatkan lagi oleh Cloud9 di Promotion Series. Cloud9 CS menang telak melawan NRG eSport 3-0 dan mendapat 1 slot NA LCS yang dibeli oleh Milwaukee Bucks setelah itu.

Untungnya permainan memukau dari Contractz membuat tim setuju untuk mempromosikannya ke tim utama dan akan bermain di NA LCS Spring 2017 mendatang.

2017 Season: Being Better and Better

ggc9

Memang Cloud9 merupakan salah satu dari 5 tim besar North America selain Immortals, Team SoloMid, Counter Logic Gaming, dan Team Liquid. Namun lolos ke fase playoff atau runner-up NA LCS bukanlah tujuan dari Cloud9. Mereka harus keluar dari bayang-bayang Team SoloMid dan menjadi juara NA LCS Spring 2017.

cloud-9-roster-2017

Foksu terbesar tim adalah sinergi antara Jensen dan Contractz. Jensen merupakan midlaner yang hebat yang selalu mendominasi midlane. Sementara Contractz adalah tipe jungler yang aktif melakukan ganking. Apabila ganking yang dilakukan Contractz di midlane berhasil, koordinasi kedua pemain tersebut semakin bagus lagi. Tidak mustahil harapan untuk menjuarai NA LCS untuk Cloud9 terwujud.

Jadi, kita tunggu saja mampukah senergi antara Midlane dan Jungler dari Cloud 9 berjalan dengan baik dan menghantarkan tim tersebut menjuarai NA LCS Spring 2017.

Best Leader is A Great Support. Cheer Up Baby!

Facebook Twitter 

Leave a Reply


comments