Nisqy: Tantangan Terbesar di NA Adalah Menghadapi Bjergsen

Nisqy: Tantangan Terbesar di NA Adalah Menghadapi Bjergsen
35981474280_bb58ba91b5_z

Keberhasilan Team EnVyUs lolos ke babak Playoffs tidak lepas dari kontribusi midlaner barunya Nisqy. Nisqy berhasil membuktikan dirinya bahwa Ia patut diperhitungkan. Ini adalah hal bagus buat Nisqy, mengingat berdaptasi di region baru merupakan hal sulit. Selain lingkungan yang berbeda, playstyle yang berbeda juga menjadi alasan. Namun Nisqy berhasil mengatasi itu semua.

Dilansir dari Slingshot Esports, tantangan terbesarnya ketika bermain di NA adalah ketika menghadapi Bjergsen. “Ketika pertama kali aku datang ke EnVyUs, aku tidak yakin apa yang akan terjadi kedepannya, apakah aku akan bermain baik atau buruk. Aku pikir tantangan terbesar yang kuhadapi dalah ketika melawan Bjergsen, dan itu juga adalah mimpi ketika aku masih berada di Fnatic Academy yaitu mengalahkan Bjergsen atau sekedar bermain melawannya. Aku pikir aku melakukan pekerjaan bagus.”

Untuk “pekerjaan bagus” yang disebutkan di akhir tidaklah salah. Meskipun TSM berhasil menang melawan EnVyUs, Bjergsen mengatakan kalau Nisqy bermain dengan sangat baik.

Selain itu, Ia juga masih merindukan EU, khususnya SoloQ. “Aku merindukan SoloQ EU karena NA SoloQ – Aku tidak ingin bilang kalau seperti sampah, tapi terkadang orang-orang kurang berusaha dan bermain dengan 10 ping bukanlah hal bagus.”

Laurent Vic

Writer, Gamer, Mechanical Keyboard Enthusiast. Nothing Special

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply


comments