Orang Ini Sudah Memprediksi G2 Esports Bakal Taklukkan Royal Never Give Up

Orang Ini Sudah Memprediksi G2 Esports Bakal Taklukkan Royal Never Give Up
G2 Esports

Secara mengejutkan, Royal Never Give Up harus mengakhiri perjalanannya di World Championship 2018 usai kalah dari G2 Esports di babak Perempat Final. Pada pertandingan tersebut, Royal Never Give Up menderita kekalahan 2-3 dari lawannya dan dipaksa untuk melupakan gelar juara Worlds 2018.

Datang sebagai tim favorit, Royal Never Give Up tampil kuat pada game pertama dan G2 Esports merespons pada game selanjutnya. Namun saat game keempat dan kelima, G2 Esports berhasil mendapatkan keunggulan dan mampu memberikan tekanan yang cukup hebat kepada Royal Never Give Up dan berhasil melangkah ke babak Semifinal.

However, kekalahan Royal Never Give Up ini rupanya tidak membuat semua orang terkejut. Ada satu orang yang sudah memprediksi kekalahan Royal Never Give Up.

Pada sebuah acara Hotline League tepat sebelum pertandingan perempatfinal, seorang penelpon dari Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat bernama Rafaa memprediksi bahwa Royal Never Give Up akan mengalami kekalahan saat melawan G2 Esports sambil memberikan penjelasannya. Berikut adalah analisis Rafaa.

“Menurutku Letme adalah Toplaner terlemah di turnamen ini. Kita bisa melihat dibandingkan dengan Toplaner lainnya seperti Ray, Duke, TheShy yang bermain dengan baik dan memiliki champion pool luas, Letme memiliki champion pool yang terbatas yakni Ornn, Sion, dan Shen. Pick carry Top akan memberikan Wunder keuntungan yang sangat besar dalam menekan Toplane karena variasi pick yang lebih banyak. Kita sempat melihat Wunder bermain dengan Camille dan kemungkinan pick-nya bisa bertambah lagi.”

“Selain itu selama Hjarnan-Wadid bisa mengatasi Uzi-Ming, aku yakin taktik 1-3-1 yang diterapkan oleh G2 sejak Play-In akan sangat membantu G2 Esports dan kupikir permainan akan berlangsung hingga 5 game, tergantung bagaimana RNG beradaptasi dan bermain agresif supaya G2 tidak mendapatkan keunggulan.”

Uniknya, prediksi dan penjelasan Rafaa terbukti benar. Sepanjang pertandingan, Letme memiliki kontribusi yang jauh lebih kecil dibandingkan pemain Royal Never Give Up lainnya dan tak jarang ia ditekan habis-habisan oleh Wunder yang memainkan beragam champion seperti Akali, Aatrox, dan Ryze selama laning phase.

Hjarnan-Wadid juga bermain dengan sangat baik dengan mampu menjaga jarak dan tempo dengan Uzi-Ming tanpa mengandalkan Heimerdinger sekalipun. Kedua peman tersebut bahkan sanggup membuat Uzi mengalami tilting pada game kelima karena jalur lantern Ming selalu diblok oleh Control Ward.

G2 Esports akan mempertahankan permainannya saat melawan Invictus Gaming pada babak Semifinal. Kalau G2 Esports bisa menaklukkan Royal Never Give Up, maka menaklukkan Invictus Gaming seharusnya bukanlah perkara sulit.

Laurent Vic

RIP AND TEAR UNTIL IT'S DONE

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply