Pelatih Cloud9: Aku Ajarkan Svenskeren Bagaimana Cara Bermain Dengan Pintar

Pelatih Cloud9: Aku Ajarkan Svenskeren Bagaimana Cara Bermain Dengan Pintar
Reapered

Meskipun sempat disebut-sebut sebagai salah satu Jungler terbaik di Barat, nyatanya hasil Worlds pada tahun lalu cukup untuk membuat orang-orang menarik julukan tersebut dari Svenskeren. Ia dituding sebagai penyebab kegagalan TSM di Worlds 2017 dan Ia berakhir didepak dari tim. Sekarang ini, Ia bergabung bersama salah satu rival TSM, Cloud9.

Pelatih Cloud9 Reapered punya pendapat sendiri mengenai Svenskeren. Dilansir dari Invenglobal, Svenskeren adalah pemain yang bagus, hanya saja terkadang Ia dibuat frustasi oleh beberapa hal.

“Svenskeren adalah tipikal pemain yang akan bermain bagus jika Ia diminta untuk bermain secara agresif. Tetapi, terkadang Ia merasa frustasi jika timnya memintanya untuk melakukan banyak hal, dan ketika Ia perlu untuk menciptakan permainan yang pintar. Aku pikir penyebab kegagalannya pada Worlds lalu adalah karena Ia sedikit terbebani. Ia adalah tipe Jungler Predator yang tajam dan naluriah.”

39100744704_5f39859867_z

Untuk membantu membenai Svenskeren, pertama-tama Reapered ingin mengajarkannya bagaimana caranya bermain dengan pintar. “Pertama-tama, Aku ingin mengajarkannya bagaimana bermain dengan pintar. Memang, ada beberapa pemain yang bermain dengan mengandalkan instingnya dan bisa bermain bagus, khususnya di posisi Jungle dan Mid. Tetapi, ada beberapa situasi yang mengharuskan untuk bermain pintar. Aku ingin memprioritaskan bermain dengan pintar.”

24940154847_47774f65ab_z

Pada debutnya saat melawan CLG kemarin, Reapered merasa Svenskeren sudah bermain cukup bagus meskipun permainannya masih cukup lamban. “Aku tidak berpikir bahwa semuanya berjalan dengan lancar. Seharusnya Ia bisa membuka teamfight lebih cepat dan melakukan beberapa hal lebih awal bersama rekan setimnya. Tetapi, Ia melakukan banyak hal bagus ketimbang pemain lainnya,” tambah Reapered.

Kedepannya, Ia berharap Svenskeren bisa berkembang bersama rekan setimnya karena League of Legends adalah permainan tim. “Aku tidak bergantung kepada satu pemain. League of Legends adalah permainan tim dan tim perlu berkembang bersama sebagai sebuah tim. Aku pikir seorang pemain perlu untuk mengisi peran yang dibutuhkan timnya sambil terus berkembang,” tutup Reapered.

Laurent Vic

Writer, Gamer, Mechanical Keyboard Enthusiast, Dank Memer, Noob Yu-Gi-Oh! Duelist (Red Archfiend User). My articles does not reflect my personal opinion.

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply