Pelatih GAM: Kami Kalah Karena Sok Main Beda

Pelatih GAM: Kami Kalah Karena Sok Main Beda
Marines 1

Kemarin adalah hari yang cukup mengecewakan untuk penggemar League of Legends asal Vietnam. Apalagi jika bukan karena melihat tim pujaan mereka. GIGABYTE Marines yang harus tumbang di tangan Fnatic dan gagal lolos ke babak knockout World Championship 2017.

Kita semua tahu, penampilan GIGABYTE Marines sangat lah mengundang perhatian dunia, setelah berhasil mengalahkan Fnatic di minggu pertama, serta membuat tim unggulan pertama asal Korea, Longzhu Gaming harus bersusah payah mengalahkan mereka. Namun apa dikata, mungkin memang tahun ini bukan tahunnya GAM.

Terdapat banyak sekali pembahasan tentang tim debutan Worlds 2017 ini. Mulai dari pengaruh Levi, Jungler yang eksplosif, midlaner mereka, Optimus yang tetap tenang dalam team fight, serta Tinikun yang memiliki taktik super brilian yang memaksa tim musuh berpikir keras untuk melakukan counter terhadap GAM.

Tinikun GAM

Khusus untuk nama terakhir, seperti yang diberitakan oleh banyak media, sepertinya merasa paling bersalah atas kegagalan GAM untuk lolos ke babak selanjutnya. Ya, Tinikun yang membuat banyak startegi baru yang terkesan dipaksakan. Hal tersebut justru menjadi bumerang dan menyerang balik ke arahnya.

Hal itu ditenggarai oleh cuitan Tinikun di akun Twitter pribadinya, yang memperlihatkan betapa terpukulnya dia dengan semua yang telah terjadi pada timnya, serta tak lupa untuk menyebut dirinya sendiri pecundang.

Apa yang lebih buruk dari seorang pecundang? Seorang pecundang yang selalu berbicara omong kosong tentang cara berbeda untuk memainkan sebuah permainan. Seperti kodok di dalam sumur.

Sontak cuitan Tinikun memancing banyak simpati dari orang-orang, terutama pendukung GAM. Mereka semua bangga dengan apa yang Tinikun dan GAM lakukan di tingkat dunia. Tak kurang dari puluhan balasan yang menyatakan bahwa Tinikun salah jika harus menyalahkan dirinya sendiri, dan tidak baik untuk tenggelam dalam sebuah kegagalan.

GAM

Untuk kita semua, seperti yang telah kita lihat sendiri, GAM merupakan tim yang memiliki daya juang yang sangat besar. Bersama Tinikun, GAM berubah menjadi tim kuda hitam yang ditakuti di masa yang akan datang.

Mari kita berikan dukungan pada Tinikun dan juga GAM untuk bisa bangkit dari keterpurukan dan berusaha untuk berkembang menjadi lebih baik di kemudian hari. Semangat, GAM!

Raka Marko

Leave a Reply


comments