Pelatih Griffin Jelaskan Kenapa Timnya Tak Memiliki Shotcaller

Pelatih Griffin Jelaskan Kenapa Timnya Tak Memiliki Shotcaller
CVMaxGRFLipetTangan

Akhir pekan ini kita akan menjadi saksi siapa yang akan menyabet gelar tim terbaik LCK di Summer Split tahun ini. Setelah berjalan kurang lebih tiga bulan, akhirnya dua tim yang akan berlaga di babak Final berhasil ditentukan.

Tim senior LCK, kt Rolster, akan ditantang oleh pendatang baru yang menyita perhatian banyak orang, Griffin. Tidak sedikit yang terkejut dengan penampilan Griffin sepanjang Summer Split ini.

Baru saja promosi, tim yang digawangi oleh Sword, Tarzan, Chovy, Rather, Viper dan Lehends tersebut mampu memperlihatkan penampilan layaknya tim veteran. Pada beberapa pekan awal anak-anak asuh cvMax itu bahkan sempat tak tersentuh kekalahan sama sekali.

Banyak yang menilai bahwa Griffin diuntungkan oleh kekacauan meta yang terjadi. Namun Griffin tentu tak akan bisa melangkah sejauh ini apabila hanya bermodalkan keberuntungan.

GriffinPose

Kalian yang sudah melihat bagaimana mereka berlaga selama LCK pasti tahu seberapa hebatnya Griffin. Bahkan mereka bisa tampil mengesankan meski tak ada pemain yang bertugas sebagai shotcaller.

Sebagai game yang hasil akhirnya sangat bergantung pada keputusan yang diambil oleh sebuah tim, kehadiran satu sosok yang mampu membaca arah permainan jelas sangat vital di League of Legends. Kecepatan berpikir dalam memprediksi dan menentukan langkah yang harus diambil menjadi sebuah hal yang sangat penting.

Salah satu contoh¬†bagaimana shotcall bisa menentukan kalah atau menangnya sebuah tim bisa dilihat pada laga antara SK Telecom T1 dan kt Rolster pada game ketiga di pekan keenam LCK Spring 2017.¬† Dalam game tersebut, shotcall yang dilakukan oleh KT, untuk menunggu Huni hidup kembali berkat efek Guardian Angel, malah berdampak buruk. Hasilnya, SKT sukses mempertahankan Nexus mereka yang sudah “ditelanjangi” dan melakukan comeback untuk meraih kemenangan.

“Ambil contoh apabila ada tiga opsi yang muncul saat sebuah tim sedang mengejar kemenangan. Dalam situasi semacam itu, kelima anggota tim jelas harus memiliki satu suara dalam mengambil sebuah keputusan yang benar,” ucap cvMax dikutip dari InvenGlobal.

“Saat setiap pemain memiliki ide yang berbeda, sebesar apapun usaha mereka untuk meyakinkan anggota lainnya untuk berbuat sesuatu, sebuah tim akan mencetak play yang tidak sempurna dan memiliki banyak kekurangan,” lanjutnya.

Menurut pria bernama Kim Dae-ho tersebut, tim yang anggotanya tidak bersinergi dalam hal pengambilan keputusan berpotensi besar tampil “cacat”. Satu saja pemain yang merasa terpaksa untuk berbuat sesuatu bisa membuat tim ditimpa musibah.

“Bayangkan apabila jalan menuju kemenangan adalah berkumpul di Midlane, namun hanya satu pemain yang memiliki pemikiran seperti itu. Meski akhirnya dia berhasil meyakinkan seluruh anggota tim untuk mengikuti kemauannya, apakah tim tersebut akan meraih kemenangan?” tutur mantan pemain Samsung Galaxy Blue tersebut.

GriffinFullTeam

“Jawabannya jelas tidak! Keempat pemain lainnya hampir pasti akan berbuat sesuatu yang tidak perlu, melakukan pergerakan yang sangat buruk, dan tidak bisa berpikir dengan jernih. Apabila hal seperti itu terjadi, saya yakin 100 persen mereka akan kalah,” tambahnya.

Sebaliknya, menurut cvMax, apabila isi kepala seluruh pemain seragam, kekuatan sebuah tim bisa naik berkali-kali lipat. Hal inilah yang membuat dirinya tidak menggunakan sistem shotcall di Griffin.

“Saat kelima pemain bisa memiliki keinginan yang sama, dalam situasi apapun, mereka bahkan bisa membuat sebuah hal yang salah menjadi benar. Keseragaman cara berpikir merupakan hal yang paling penting,” ujar pelatih berusia 28 tahun tersebut.

“Apabila sebuah tim mampu melakukan hal itu, shotcall tak lagi diperlukan. Meskipun tidak mungkin bermain tanpa adanya shotcall, sinkronisasi pemikiran dari kelima pemain merupakan sebuah hal yang sangat penting untuk diwujudkan,” tutupnya.

LCKSummer2018MediaDayGriffinKTRolster

Final antara Griffin dan kt Rolster akan berlangsung pada Sabtu, 8 September 2018 mendatang. Apakah Griffin kali ini mampu membalas kekalahan yang selalu mereka alami dari KT selama Regular Season? Semua akan terjawab pada akhir pekan nanti.

Dery Adhitya

If you're good at something, never do it for free

Leave a Reply