Pemain Korea di Tiongkok Sulit Mengirim Uang ke Negara Asal

Pemain Korea di Tiongkok Sulit Mengirim Uang ke Negara Asal
Korea

Sekilas tampak menyenangkan, seseorang pindah dari Korea Selatan lalu menuju ke Tiongkok untuk menjadi pemain profesional, menghasilkan uang dari turnamen, kemudian tenar. Yep, semuanya tampak begitu menyenangkan, cukup jelas untuk menggambarkan bahwa menjadi pemain e-Sports adalah satu bidang pekerjaan yang sangat mudah dilakukan. Namun, ternyata semua ini tidak segampang seperti yang kita pikirkan. Actually, pemain-pemain Korea di Tiongkok juga memiliki problema mereka sendiri.

Satu masalah terbesar yang dialami oleh pemain-pemain tersebut berhubungan dengan keuangan. Kabar mengatakan, pemain Korea yang bermain di Tiongkok merasakan kesulitan dalam hal mengirim penghasilan mereka dari China ke negara asal. Hal ini disebabkan karena sebagian besar dari mereka tidak mempunyai visa Z, sebuah visa wajib bagi pekerja asing di sana. Alhasil, para pemain itu tidak dapat membuat rekening pribadi mereka di bank setempat.

Dikatakan, bila seorang pemain ingin pembayaran dari tim mereka dikirimkan ke rekening bank Korea, mereka harus bisa membuktikan bahwa mereka mendapatkan uang melalui pekerjaan yang resmi. Hal ini nyaris mustahil, mengingat mereka-mereka itu tidak mempunyai visa Z. Masalah ini bisa segera teratasi bila tim bersangkutan sebelum mengirimkan gaji sudah terlebih dahulu membayarkan pajak para pemain. Kendati demikian, ini bukanlah pilihan yang menarik bagi tim maupun pemain sendiri.

Di sisi lain, mengajukan visa Z juga bukanlah hal yang mudah. Salah satu syarat yang wajib dipenuhi untuk bisa “lolos” adalah pemain harus bisa membuktikan bila mereka bekerja di perusahaan stabil. Dan, kembali lagi, hal ini hampir mendekati kata mustahil mengingat rata-rata tim di Tiongkok tidak dimiliki oleh perusahaan resmi, melainkan oleh perorangan. Poin ini semakin membuat rumit proses pengajuan visa Z pemain, dikarenakan sulit untuk membuktikan bahwa tim e-Sports merupakan bagian dari bisnis.

LPL

Tidak mempunyai visa pekerja yang tepat bisa memberikan resiko besar bagi pemain-pemain Korea di Tiongkok. Namun, bila mereka memiliki visa Z, pemerintah setempat akan bersedia untuk mengakui keberadaan mereka sebagai seorang pekerja dan akan mudah bagi mereka untuk memperpanjang kontrak di masa mendatang.

Selama beberapa tahun terakhir, jumlah pemain profesional asal Korea di Tiongkok semakin bertambah. Angka ini pun meningkat secara signifikan sejak Choi “Insec” In-Seok dan Yoon “Zero” Kyung-Sup direkrut oleh Star Horn Royal club pada tahun 2014 lalu. Sekarang, terdapat setidaknya 60 orang pemain Korea bermain di LPL dan League of Legends Secondary Pro League.

Sejauh ini masih menjadi pertanyaan besar, bagaimana pemain-pemain Korea tersebut mampu bertahan lama tanpa visa Z. Bila kita membandingkannya dengan region lain seperti Amerika dan Eropa, sepertinya Tiongkok tidak terlalu ekstrim dalam mengambil tindakan. Awal tahun ini tepatnya, banyak pemain di Amerika dan Eropa secara tiba-tiba harus meninggalkan tim. Diprediksi hal ini terjadi karena adanya pemeriksaan, dan dipercaya sebagian besar pemain-pemain itu tidak menggunakan visa pekerja, melainkan visa turis untuk hidup di sana. Semoga saja kasus serupa tidak terjadi di Tiongkok.

Hi, I'm Edel, Founder and Editor of HASAGI. Nice to meet you!

Facebook Twitter 

Leave a Reply


comments