Pentagram Merilis Klarifikasi Terhadap Kasus Dara

Pentagram Merilis Klarifikasi Terhadap Kasus Dara
Pentagram Logo

Pada akhir Mei 2018 kemarin, muncul sebuah kabar yang cukup mengejutkan dari juara LJL Spring 2018 (Jepang), Pentagram (sebelumnya bernama Rampage). Tim tersebut kabarnya terlibat sebuah kasus, di mana mereka menahan kartu kependudukan milik Jeon “Dara” Jeong-hoon.

Bagi kalian yang tidak tahu, kartu kependudukan (Foreigner Residence Card) ini diperlukan bagi setiap warga asing untuk bisa tinggal di Jepang. Dan Pentagram disinyalir sudah menahan kartu milik Dara dan juga Lee “Tussle” Moon-yong. Tak hanya itu saja, Pentagram dihukum karena sengaja kalah di awal-awal LJL Spring 2018 berlangsung hingga memasuki Week 5.

Pentagram-LOL-roster

Atas dasar itu, Manajer tim mereka, Takuya “Aotaka” Fujita pun dihukum selama 3 bulan untuk mengikuti pertandingan LJL.

Dilansir dari InvenGlobal, Kasus penahanan kartu kependudukan itu pun akhirnya membuat Pentagram angkat bicara. “Benar kami mengambil kartu kependudukan Dara dan Tussle,” ujarnya dalam rilis resmi yang mereka keluarkan.

Klarifikasi Pentagram (Dara)

“Kami tahu bahwa pemain harus mengembalikan kartu kependudukan mereka jika tanggal kadaluarsanya sudah dekat. Kami mengambil kartu mereka ‘sementara’ waktu agar mereka tak terlambat mengembalikan kartu tersebut. Tak ada niatan buruk ataupun ancaman dalam proses ini,” tambahnya lagi.

Meskipun sudah membuat pernyataan resmi, rilis yang dikeluarkan oleh Pentagram mendapatkan respons negatif dari para fans. Mereka menyebut bahwa Pentagram sudah berbohong dan mempermalukan nama Jepang. Bahkan, ada yang menyarankan Pentagram untuk dibubarkan.

Klaim yang sempat dikeluarkan oleh Pentagram pun dibalas oleh Dara. Menurutnya, apa yang dikatakan oleh mantan timnya tersebut tak benar.

DARA

“Apa yang dikatakan mereka tak benar. Staf dari tim baru saya mengatakan bahwa warga asing harus selalu membawa kartu kependudukan mereka. Kartu tersebut diambil dari saya karena mereka memberikan tekanan kepada saya untuk melepaskannya,” ujar Dara.

Karena permasalahan tersebut, akhirnya Dara harus mengakhiri karier profesionalnya lebih dini. Setelah keluar dari Rampage, Dara sempat menjadi pelatih dan juga pemain Support untuk SCARZ Burning Core hingga bulan Mei 2018.

Klarifikasi dari pihak Pentagram sepertinya masih belum mendapatkan titik terangnya. Apa yang dikatakan oleh Dara dan apa yang diklarifikasi oleh pihak tim terlalu berseberangan. Semoga saja pihak yang berwajib bisa mengusut tuntas kasus ini.

Arata

A boy who shattered destiny... "私はこの街から離れ、あなたと共に新しい人生を生きたい"

Facebook  

Leave a Reply