Penuh Drama, Cruzher Ungkap Alasan Pemilihan Skuad Garuda

Penuh Drama, Cruzher Ungkap Alasan Pemilihan Skuad Garuda
Cruzher

Pemilihan roster Skuad Garuda untuk Asian Games 2018 menjadi pembicaraan hangat di komunitas League of Legends Indonesia. Cruzher memilih 6 pemain, yaitu Malik “Fakefriends” Abdul Aziz, Felix “Fong” Chandra, Ruly “Whynuts” Sutanto, Peter “Airliur” Tjahjadi, Gerry “Potato” Arisena, dan Ericko “Soapking” Lim.

Keenam pemain yang menjadi pilihan sang pelatih mendapatkan respons kurang baik dari beberapa pihak. Mereka merasa bahwa pemain yang dipilih Bayu “Cruzher” Putra Sentosa tak mewakili Indonesia, melainkan hanya mewakili nama-nama Headhunters saja.

Menurut komunitas, masih banyak pemain yang dinilai lebih layak untuk mengisi Skuad Garuda, belum lagi nama-nama pemain yang masuk ke dalam 30 besar Challenger di Indonesia. Akan tetapi, tentu Cruzher sudah memiliki alasan terkait pemilihan nama-nama yang mengisi Skuad Garuda tersebut.

33964796_1772753752811426_6950442607570845696_n

“Jadi sebenarnya jumlah waktu yang diberikan kepada saya untuk memilih pemain itu hanya 1 hari. Di mana ketika kami melakukan meeting pembahasan roster Timnas Asian Games, itu pas banget di tanggal 30 Mei, dan saya dipaksa untuk submit roster di tanggal 31. Jelas ini merupakan waktu yang sangat singkat untuk membentuk sebuah tim berisikan 6 orang,” ujar pemilik dari tim Headhunters ini.

“Dari hasil meeting kemarin, player-player lain yang sudah memiliki tim tak bisa komitmen sepenuhnya untuk Timnas Asian Games 2018. Acara ini berlangsung pada bulan Agustus mendatang, di mana berbentrokan dengan turnamen Sea Tours Championship; Manila Conqueror di bulan yang sama. Kebanyakan pemain lebih mementingkan timnya sendiri dibandingkan Timnas,” tambahnya lagi ketika diwawancarai oleh Hasagi.

Kami pun coba menanyakan mengapa Cruzher tak memilih nama-nama pemain yang lebih bagus dari pilihannya. Ia mengatakan bahwa, “Player lebih bagus mungkin ada beberapa, tapi saya gak bisa bilang banyak. Dan seperti yang sudah disebutkan di atas, pemain-pemain bagus sudah punya tim dan tak bisa komitmen untuk Asian Games. Percuma jika kita maksa mereka untuk masuk, pasti hasilnya tidak akan sempurna dan malah kacau,” ujarnya.

“Yang ngatur event ini dari IeSPA, dan notice-nya selalu last minute—dari meeting dan pemilihan roster saja hanya dikasih waktu 24 jam. Dan untuk masalah Sub, mengapa saya pilih Ericko Lim? Jawabannya mulai dari awal meeting nama dia sudah disebut. Mau siapa pun yang menjadi Sub, yang paling penting adalah 5 pemain utamanya. Lagian Erick juga bagus buat League of Legends Indonesia, biar rame yang nonton Asian Games. Ia itu cukup famous dan bisa ngambil daya tarik semua orang,” pungkasnya.

==

Melihat pernyataan dari pelatih Timnas League of Legends Indonesia ini, bisa kita simpulkan bahwa sebenarnya pemilihan ini sudah diperhitungkan dengan matang terlepas dari minimnya waktu yang dibutuhkan. Cruzher pun sudah menempatkan beberapa nama besar seperti Starlest, Ziko, Bravo, Prey, PorraBox, dan juga lainnya ke dalam daftar pemain.

Sayangnya, pemain-pemain tersebut telah memiliki tim yang harus dibelanya untuk mengikuti turnamen Globe Conquerors Manila 2018 yang berlangsung di bulan Agustus mendatang. Turnamen pengganti GPL (Garena Premier League) ini akan menentukan tim-tim dari SEA yang akan tampil di World Championship 2018 mendatang.

34193752_10214798475408841_8272272909502775296_n
Daftar pemilihan pemain Timnas LoL Indonesia

Tentu Cruzher tak ingin memilih pemain yang tak bisa memberikan komitmen penuh ke dalam tim untuk mengisi Skuad Garuda. Karena itulah nama-nama di atas dipilih sebagai perwakilan Indonesia untuk bertarung di pentas internasional.

Desain-tanpa-judul-8


Jika para pelatih diberikan waktu lebih banyak untuk mencari bakat-bakat terpendam di komunitas League of Legends Indonesia, mereka mungkin saja menghadirkan sebuah trial dan membuat tim yang lebih solid lagi untuk mengisi Timnas.

Untuk itu, mari kita coba sama-sama menghargai pilihan Cruzher dan pelatih lainnya yang sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk esports dan League of Legends Indonesia. Mari kita dukung Skuad Garuda yang akan bertanding di Panggung Asian Games 2018 nanti.

Maju terus Indonesia!

Saya adalah presiden dari World Economic Journal dan merupakan salah satu penguasa dunia bawah, dan sering mengisi waktu luang dengan bermain League of Legends. Panggil saya "Big News" Morgans!

 

Leave a Reply