Peringatan 2000 Hari Karier Profesional Faker Berakhir Pahit

Peringatan 2000 Hari Karier Profesional Faker Berakhir Pahit
Faker

Apabila kalian bertanya pada komunitas League of Legends siapa pemain terbaik menurut mereka, rasanya mayoritas akan menyebut nama Faker. Hal itu tidak mengherankan, karena pemuda bernama Lee Sang-hyeok tersebut memang memiliki kemampuan bermain yang mampu membuat kita berdecak kagum saat melihatnya.

Faker dinilai memiliki andil besar dalam kesuksesan yang diraih SK Telecom T1. Sejak membela panji SKT pada 2013 lalu, pemain berusia 22 tahun itu sukses membawa timnya meraih berbagai gelar bergensi seperti World Championship dan Mid-Season Invitational.

Laga kualifikasi regional melawan Gen.G yang berlangsung kemarin sore menjadi salah satu titik penting dalam karier Faker. Hari itu merupakan hari ke-2000 sejal Faker memulai debutnya di kancah profesional League of Legends.

faker
Faker pada awal karier profesionalnya

Memulai debutnya pada 6 April 2013, Faker langsung menjadi perhatian berkat aksinya. Menggunakan Nidalee, Faker berhasil melakukan Solo Kill terhadap Ambition, yang kala itu dianggap sebagai salah satu Midlaner terbaik LCK.

Berangkat dari situ, karier Faker terus menanjak. Pada tahun pertamanya sebagai pemain profesional dia langsung sukses meraih trofi juara World Championhip 2013. Pemilik julukan Unkillable Demon King tersebut menambah koleksi gelar juara Worlds miliknya menjadi tiga saat kembali menjadi pemenang pada tahun 2015 dan 2016.

Tahun 2016 menjadi masa terbaik dalam kariernya. Mengawali tahun tersebut dengan gelar juara IEM Season 10, Faker dan SKT sukses menambah koleksi trofi mereka setelah menjuara LCK Spring, Mid-Season Invitational serta Worlds.

skt_1

 


Berbagai prestasi yang sukses ditorehkannnya dalam 2.000 hari kariernya di skena profesional League of Legends membuat Faker disebut banyak pihak sebagai yang terbaik. Sayang peringatan 2.000 hari karier profesionalnya harus dikenang dengan rasa pahit.

Faker mendapat “hadiah” yang sangat mengecewakan dalam salah satu titik penting dalam kariernya, yaitu kekalahan dari Gen.G dan kepastian bahwa dirinya hanya bisa menyaksikan rival-rivalnya berlaga di Worlds dari kursi penonton.

Selain itu, kekalahan tersebut bisa menjadi terakhir kalinya kita melihat Faker. Pemain yang menjadi pujaan banyak orang tersebut akan menjalani wajib militer mulai tahun depan. Memang masih ada ajang All-Star dan kecil kemungkinan dirinya tak terpilih untuk berpartisipasi pada ajang tersebut, namun bisa saja kemungkinan terburuk itu terjadi.

Faker_2

Semoga dengan semua pencapaian yang diraih Faker bisa menjadi inspirasi dan memotivasi kita untuk meraih kesuksesan. Congratulation, Faker!

Arata

A boy who shattered destiny... "私はこの街から離れ、あなたと共に新しい人生を生きたい"

Facebook  

Leave a Reply