Perkz dan G2 Esports Diduga Melakukan Poaching Terhadap Pemain-pemain EU LCS

Perkz dan G2 Esports Diduga Melakukan Poaching Terhadap Pemain-pemain EU LCS
G2 Esports

G2 Esports dan Luka “Perkz” Perković diduga melakukan poaching pemain di EU LCS dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini semakin diperkuat melalui laporan dan data-data yang ditemukan dan tulis oleh VP Esports, hari ini.

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa beberapa tim EU LCS melakukan komplain secara resmi kepada Riot Games terkait pendekatan pemain secara ilegal (poaching) yang dilakukan oleh G2 Esports. Proses perekrutan pemain ilegal ini disebut sudah dilakukan dari tahun 2016 silam. Mereka menyebut situasi tersebut sebagai sesuatu yang “sistematis dan poaching secara berkelanjutan”.

Perkz

Dalam dugaan tersebut, disebutkan bahwa Perkz menjadi jembatan utama untuk mendekati pemain-pemain yang ingin direkrut. Nantinya G2 Esports yang akan melakukan kesepakatan terhadap pemain tersebut.

Disebutkan bahwa Perkz yang mengontrol roster di dalam tim. Ia yang akan memilih siapa rekan satu tim yang ia inginkan dan melakukan “poaching” tersebut. Pada bulan November 2016, Perkz secara aktif mengontak Jesper “Zven” Svenningsen dan Alfonso “Mithy” Aguirre untuk bergabung dengan G2 Esports, meskipun saat itu keduanya masih terikat kontrak dengan Origen.

g2-zven-mithy

Kabar terbaru mengatakan bahwa Perkz telah mendapatkan peringatan keras dari pihak internal dan diminta untuk tidak melakukan hal ini lagi di masa yang akan datang. Beberapa media yang digunakan untuk melakukan kontak adalah Skype.

Beberapa tim lain yang disebutkan terkena kerugian atas poaching ini adalah H2K (saat mencoba merekrut Odoamne), ROCCAT (terkait perekrutan Wadid-Hjarnan), Origen (Zven-Mithy), dan Schalke 04 (terkait perekrutan Upset).

Raka Marko

Leave a Reply