PHX Potato: “Bigetron Itu Tipe Tim yang Di-babysitting Sama Jungler-nya”

PHX Potato: "Bigetron Itu Tipe Tim yang Di-babysitting Sama Jungler-nya"
Potato

Phoenix Esports di musim ini mengalami perubahan yang cukup besar dalam roster mereka. Tim peringkat 2 musim lalu ini mendatangkan beberapa pemain demi mendapatkan tambahan kekuatan baru untuk bergelut di LGS Spring 2018. Dan salah satu pemain yang didatangkan itu adalah Gerry “Potato” Arisena, mantan toplaner dari U8 Esports.

Potato datang bersama dengan segudang pengalaman hebat yang ia miliki. Mampu bermain dengan rapih, ditambah konsisten dalam mempertahankan permainannya, menjadi salah satu alasan mengapa dia pantas direkrut oleh Phoenix Esports.

Akan tetapi, jika di musim-musim sebelumnya dia bermain sebagai Toplaner, di LGS Spring 2018 ini dia malah mengisi posisi sebagai Support. Hasilnya? Memuaskan! Potato tetap dapat memberikan penampilan yang maksimal meskipun tidak bermain di role aslinya. Pada beberapa pertandingan terakhir, dia terus memperlihatkan permainan terbaiknya bersama dengan sang ADC, BandotTV.

Pertandingan perdana minggu ke 4 LGS Spring 2018 yang digulir malam ini akan mempertemukan Phoenix Esports dan Bigetron Esports. Untuk pertama kalinya kedua tim tersebut saling bertemu di musim ini dan tentu match ini bakalan jadi satu match yang sangat menarik untuk ditonton.

Barusan saja, Hasagi mewawancarai Potato, kami berbincang-bincang sedikit mengenai pertandingan malam ini. Seandainya kamu penasaran seperti apa obrolan kami, scroll saja ke bawah!

Kalian (Phoenix Esports) akan bertemu Bigetron Esports malam ini, tapi sebelumnya saya ingin bertanya, menurut anda sendiri Bigetron itu tim seperti apa?

Menurut gue, Bigetron itu tipe tim yang di-babysitting sama jungler-nya. Mereka sepertinya terlalu mengandalkan Starlest.

Setelah sebelumnya sempat struggling, Phoenix Esports akhirnya berhasil memenangkan dua pertandingannya. Menurut anda, apakah hal yang sama dapat dicapai oleh kalian di pertandingan hari ini?

Tentu saja, terlebih lagi toplaner kita Inspire. Dia sangat percaya diri 400 persen!

Anda sudah bermain sebagai support di beberapa match terakhir, bagaimana perasaan anda? Apakah anda menikmati bermain di posisi ini? Atau lebih nyaman bermain sebagai Toplaner?

Tadinya sempet agak gak nyaman sih, karena pada awal match saja ADC gue sudah loyo. Tapi sekarang gue akhirnya bisa merasakan nyaman bermain Support.

Bagaimana permainan Soapking kemarin saat melawan U8 Esports?

Soapking main Lee Sin-nya bagus dan lebih rapih dibanding sebelumnya. Menurut gue, dia memang layak dapat MVP. Tapi untuk match selanjutnya, gue gak tahu.

Menurut anda apa champion yang paling pantas (worth) untuk dimainkan di meta sekarang?

Kalau untuk meta sekarang, gue rasa champion tank yang pakai Aftershock itu broken bangt. Tapi khusus match ini gue bakal main pocketpicks gue waktu masih di Team Warfare.

 


Saksikan match antara Bigetron Esports vs. Phoenix Esports pukul 7 malam ini hanya di channel YouTube League of Legends Indonesia. Jangan lupa berikan dukunganmu untuk Potato dan teman-teman di Phoenix Esports ya guys!

Hi, I'm Edel, Founder and Editor of HASAGI. Nice to meet you!

Facebook Twitter 

Leave a Reply