Pick Urgot Gagal Selamatkan G2 Esports Dari “Kingslayer” ROCCAT

Pick Urgot Gagal Selamatkan G2 Esports Dari "Kingslayer" ROCCAT
ROCCAT

Gelar “Kingslayer” yang disematkan kepada ROCCAT bukanlah sekedar nama keren belaka. Pada tahun lalu, ROCCAT yang pada saat itu diperkuat oleh Phaxi, Pridestalker, Betsy, Hjarnan, dan Wadid muncul sebagai tim yang mampu menaklukkan tim papan atas yang mendominasi seperti G2 Esports, Fnatic, dan Misfits. Dari situlah, gelar “Kingslayer” muncul dan disematkan kepada ROCCAT.

Sayangnya pada awal tahun ini, ROCCAT memutuskan untuk melepas seluruh pemain beserta pelatihnya dan menggantinya dengan pemain baru. Phaxi dan Pride berstatus Free Agent, Betsy pindah ke Giants Gaming, sedangkan Hjarnan dan Wadid bermain untuk tim yang dulu mereka taklukkan G2 Esports.

Roster baru yang diusung ROCCAT memang sedikit lebih baik daripada roster tahun lalu dan pada Spring Split lalu mereka berhasil lolos ke babak Playoffs.  Pada Spring Split lalu ROCCAT yang baru juga mampu menunjukkan gelar “Kingslayer” yang diperoleh oleh roster tahun lalu dengan mengalahkan tim papan atas seperti G2 Esports, Misfits, Splyce, dan Vitality. Namun sama halnya dengan roster tahun lalu, permainan roster tahun ini juga terlihat inkonsisten.

Pada pertandingan hari ini, G2 Esports sudah pasti akan mewaspadai “ledakan” dari Kingslayer. Komposisi Bruiser-Mage pun digunakan oleh G2 Esports dengan membawa pick kejutan Urgot untuk melawan ROCCAT.

Sayangnya, ledakan ROCCAT benar-benar terjadi. Jika biasanya G2 Esports berhasil menguasai early game dan mendapatkan kill, pada pertandingan ini mereka justru dibuat melempem oleh ROCCAT. ROCCAT selalu berhasil mengantisipasi apa yang dilakukan oleh G2 Esports dan terlihat seperti satu langkah didepan G2 Esports. Urgot yang dipick oleh G2 Esports juga tak bisa berbuat banyak.

ROCCAT yang unggul sangat jauh tak bisa dihentikan oleh G2 Esports. Objektif dan Turret gugur satu persatu di tangan ROCCAT dan ROCCAT sama sekali tidak memberikan kesempatan bagi G2 Esports untuk mendapatkan 1 kill. Dalam 28 menit, ROCCAT berhasil menghancurkan G2 Esports dengan skor yang sangat dominan yakni 11-0.

Kemenangan ini membuat posisi ROCCAT naik ke papan tengah klasemen sementara sedangkan G2 Esports harus berkompetisi dengan Fnatic yang berhasil menang melawan Misfits pada hari ini.

Kekalahan ini menunjukkan penurunan performa yang jauh sekali dari G2 Esports semenjak pulang dari Rift Rivals 2018. Sejak minggu keempat, G2 Esports hanya mampu menang sekali dari 4 pertandingan yang dijalani. Jika G2 Esports ingin kembali ke jalur kemenangan, mereka harus segera beradaptasi dengan gaya bermain EU dan memperbaiki masalah yang ada.

Laurent Vic

Writer, Gamer, Mechanical Keyboard Enthusiast, Dank Memer, Noob Yu-Gi-Oh! Duelist (Red Archfiend User). My articles does not reflect my personal opinion.

Facebook Twitter Google+ 

Leave a Reply